Dukung Efisiensi MBG, Purbaya Ingatkan Kualitas Makanan Jangan Dikurangi. Gambar: Instagram/@menkeuri
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap rencana efisiensi pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) yang akan disesuaikan menjadi lima hari dalam sepekan.
Hal ini disampaikan Purbaya saat ditemui di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Jumat (27/3).
Ia menegaskan bahwa efisiensi ini diperbolehkan selama tidak mengurangi kualitas makanan yang disediakan dalam program tersebut.
“Selama ada efisiensinya, saya setuju saja, dan enggak mengurangi kualitas makannya sendiri,” ujar Purbaya.
Penyesuaian ini dinilai sebagai langkah strategis untuk menyeimbangkan manfaat program dan beban fiskal negara tanpa mengabaikan kualitas layanan.
Rencana efisiensi tersebut merupakan inisiatif dari Badan Gizi Nasional (BGN), bukan dari Kementerian Keuangan.
Pemerintah saat ini sedang melakukan penyesuaian pelaksanaan program MBG agar tetap berjalan optimal di tengah kondisi fiskal yang ada.
Penyesuaian Operasional Program MBG
Purbaya menegaskan bahwa pengurangan jumlah hari pelaksanaan program makan bergizi gratis tidak akan mengubah tujuan utama program.
Penyesuaian ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap dinamika dan kebutuhan terkini di lapangan.
“Artinya (efisiensi MBG) menyesuaikan dengan perkembangan keadaan. Jadi harusnya tidak ada masalah,” kata Purbaya.
Ia menambahkan bahwa pengelolaan anggaran MBG harus dilakukan secara efisien untuk memastikan bahwa manfaat program tetap maksimal.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen agar setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan pendekatan efisiensi tersebut, diharapkan pelaksanaan MBG dapat lebih terukur dan berdaya guna tinggi.
Efisiensi Anggaran di Kementerian dan Lembaga
Selain pada program MBG, langkah efisiensi juga diterapkan secara luas di berbagai pos anggaran kementerian dan lembaga negara.
Menurut Purbaya, hal ini merupakan bagian dari tahap lanjutan penataan anggaran nasional yang sedang berlangsung.
“Di tempat lain di seluruh kementerian ada efisiensi. Ada tahap ketiga. Pokoknya yang tahap ketiga itu kita desain untuk menutup kekurangan anggaran yang ada,” ujarnya.
Pemerintah masih menghitung nilai total penghematan yang dapat dicapai dari penerapan efisiensi di berbagai sektor.
Salah satu pertimbangan utama adalah lonjakan anggaran program makan bergizi gratis, yang menurut Kepala Badan Gizi Nasional, membutuhkan dana sebesar Rp28 triliun per bulan.
