Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Polri Perpanjang KRYD hingga 29 Maret. Gambar: Dok. Korlantas Polri
Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. pada Rabu malam (25/3) di Alun-alun Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah.
Penutupan ini dilakukan mengacu pada TR Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan berlaku mulai pukul 24.00 WIB di hari yang sama.
Meskipun operasi ketupat telah berakhir, Polri tetap melanjutkan pengamanan lalu lintas melalui skema Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) yang akan berlangsung hingga 29 Maret 2026.
Perpanjangan KRYD dilakukan untuk mengantisipasi gelombang kedua arus balik lebaran yang diperkirakan terjadi pada akhir pekan, tepatnya tanggal 28–29 Maret 2026.
“Operasi ketupat sudah ditutup, namun kegiatan rutin yang ditingkatkan tetap berjalan. Anggota masih berada di lapangan untuk mengantisipasi arus balik, termasuk arus balik kedua,” ujar Agus, dikutip melalui laman Korlantas Polri pada Jumat (27/3).
Kebijakan ini juga berkaitan dengan potensi lonjakan aktivitas pascalebaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah aglomerasi.
Polri menilai langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan masyarakat yang masih melakukan perjalanan mudik maupun balik lebaran.
Strategi pengamanan dan manajemen lalu lintas
Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Polri membagi pengamanan ke dalam lima klaster utama, yakni jalan arteri, jalan tol, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan lokasi wisata.
Kepadatan lalu lintas masih terpantau di wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya akibat tingginya aktivitas silaturahmi masyarakat pascalebaran.
“Operasi ketupat sendiri memiliki lima klaster pengamanan. Pertama adalah jalan arteri, yang hingga saat ini masih cukup padat di wilayah aglomerasi seperti Bandung, Bali, dan Malang Raya, karena masih banyak masyarakat melakukan silaturahmi lokal,” jelas Agus.
Untuk mengurai kepadatan, sejumlah strategi manajemen rekayasa lalu lintas diterapkan.
Kebijakan one way nasional diberlakukan dari KM 414 Kalikangkung hingga KM 70 Cikampek Utama hingga Rabu sore (25/3), sementara rekayasa one way lokal presisi dan contraflow diterapkan di ruas Tol Trans Jawa.
“Strategi manajemen rekayasa lalu lintas, baik parameter untuk melakukan one way nasional dan bahkan one way lokal presisi, terbukti efektif memecah arus sehingga arus mudik dapat kita kelola dengan baik,” kata Agus.
Data Arus Kendaraan dan Keamanan Lalu Lintas
Puncak arus mudik 2026 mencatatkan rekor tertinggi dengan total 270.315 kendaraan, meningkat 4,62% dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada Selasa (24/3), dengan total kendaraan kembali ke Jakarta mencapai 1,9 juta unit dan diperkirakan terus bertambah hingga akhir pekan.
Dari sisi keamanan lalu lintas, terjadi penurunan fatalitas kecelakaan sebesar 30,89%, sedangkan jumlah kejadian kecelakaan turun 5,75% dibandingkan tahun sebelumnya.
Agus menyebut bahwa manajemen lalu lintas yang terukur berhasil menjaga kelancaran arus kendaraan meskipun volumenya tinggi.
“Dengan manajemen rekayasa lalu lintas yang terukur, arus mudik dan arus balik dapat dikelola dengan baik meskipun volumenya tinggi,” ujar Agus.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama seluruh stakeholder dan kedisiplinan masyarakat selama masa mudik.
Penyesuaian Aktivitas Pascalebaran
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna membantu mengurai kepadatan arus balik.
“Masyarakat yang ingin kembali bisa memanfaatkan tanggal 25, 26, dan 27 Maret sehingga puncak arus balik dapat terurai,” kata Listyo Sigit di Gerbang Tol Kalikangkung, Jawa Tengah, Selasa (24/3).
Cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2026 ditetapkan pada 20–24 Maret melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri.
Selain itu, Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 2 Tahun 2026 mendorong pelaksanaan WFA pada 26–27 Maret 2026 untuk ASN dan pegawai swasta, guna mendukung kelancaran arus balik pascalebaran.
