Meski Stok BBM Nasional Masih Aman, Prabowo Minta Bahlil Jajaki Pasokan Minyak dari Luar Negeri. Gambar: Instagram/@bahlillahadalia
Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk mencari pasokan minyak dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah.
Instruksi ini disampaikan pada Rabu malam (25/3), menyusul perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan Iran menutup Selat Hormuz, jalur penting distribusi energi global.
Penutupan ini berdampak langsung pada Indonesia karena sekitar 20 persen pasokan impor minyak nasional melewati wilayah tersebut.
Perintah tersebut disampaikan Bahlil Lahadalia saat melakukan inspeksi mendadak di SPBU Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Kamis (26/3).
“Bapak Presiden semalam memerintahkan kepada saya dan tim untuk segera mencari pasokan-pasokan minyak kita dari hampir semua negara. Kemudian mengoptimalkan semua energi yang ada pada kita,” jelas Bahlil di hadapan awak media.
Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan global.
Meskipun stok bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini dalam kondisi aman, pemerintah tetap bersiap menghadapi potensi gangguan distribusi energi akibat penutupan jalur utama impor tersebut.
Pemerintah berupaya menjaga stabilitas energi, terutama menjelang arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Masih Aman
Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa meskipun dalam situasi geopolitik yang tidak stabil, cadangan energi nasional masih mencukupi. Kapasitas penyimpanan BBM diklaim mampu memenuhi kebutuhan minimal selama 21 hingga 28 hari.
Ia menjelaskan bahwa sistem distribusi bersifat dinamis, sehingga pasokan baru akan terus masuk seiring dengan proses penyaluran.
Menurut Bahlil, pemerintah juga mengoptimalkan kilang minyak dalam negeri dan tetap melanjutkan impor dari negara lain. Untuk produk solar, Indonesia disebut tidak lagi mengandalkan impor.
“Saya menyampaikan di kesempatan ini bahwa sekalipun negara-negara lain, negara tetangga sebagian, sebagian negara di Asia udah mulai masuk dalam keadaan yang tidak diharapkan oleh hampir semua negara, dalam hal ini darurat, saya yakinkan kepada rakyat Indonesia bahwa solar kita insyaallah tidak lagi kita lakukan impor. Jadi clear,” jelasnya.
Untuk bensin, sekitar 50 persen masih dipenuhi dari impor dan sisanya diproduksi di dalam negeri. Sementara itu, kebutuhan liquefied petroleum gas (LPG) sekitar 70 persen masih bergantung pada impor.
Efisiensi Konsumsi Energi Didorong Pemerintah
Selain mencari pasokan alternatif dan mengoptimalkan produksi domestik, Bahlil juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi.
Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dalam menghadapi potensi krisis energi global.
“Saya memohon dukungan dari semua rakyat Indonesia. Masalah ini tidak hanya masalah pemerintah tapi masalah kita semua. Saya memohon, menyarankan agar ayo kita harus memakai energi dengan bijak. Dengan bijak yang tidak perlu saya sarankan jangan,” kata Bahlil.
Imbauan ini disampaikan sebagai bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan energi melalui efisiensi konsumsi mulai dari tingkat masyarakat hingga kebijakan pemerintah.
Pemantauan Ketat Pasokan BBM jelang Lebaran
Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan pemantauan harian terhadap distribusi dan ketersediaan BBM, khususnya selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga kestabilan pasokan serta harga BBM agar masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan energinya secara memadai.
“Perintah Bapak Presiden, hampir setiap hari kami diperintahkan untuk mengecek betul, memastikan betul tentang kebutuhan rakyat terutama di BBM pada saat mudik ke kampung halaman masing-masing ataupun pada saat kembali,” ujar Bahlil.
Dengan adanya status darurat energi di beberapa negara tetangga, pemerintah Indonesia terus melakukan langkah antisipatif agar kondisi serupa tidak terjadi di dalam negeri.
