Rapor Man City vs Arsenal Bek Kiri O'Reilly Tampil Gemilang. Gambar: Instagram/@mancity
Nico O’Reilly menjadi sorotan utama saat Manchester City mengalahkan Arsenal 2-0 di final Carabao Cup 2025/2026 yang berlangsung di Wembley Stadium pada Minggu malam (22/3).
Pemain muda yang berposisi sebagai bek kiri tersebut mencetak dua gol penentu kemenangan dalam waktu empat menit pada babak kedua, sekaligus memastikan gelar pertama musim ini bagi tim asuhan Pep Guardiola.
Pertandingan berlangsung ketat di babak pertama, dengan Arsenal yang lebih agresif menciptakan peluang.
Namun, penampilan gemilang kiper James Trafford berhasil menggagalkan ancaman dari Kai Havertz dan Bukayo Saka. Setelah turun minum, City mengambil alih kendali permainan.
O’Reilly memanfaatkan dua umpan silang, masing-masing dari Rayan Cherki dan Matheus Nunes untuk mencetak dua gol lewat sundulan.
Performa luar biasa O’Reilly menjadi pembeda dalam laga yang awalnya berjalan imbang.
Ia tidak hanya disiplin di lini belakang dalam meredam serangan The Gunners, tetapi juga menunjukkan ketajaman ala penyerang di depan gawang.
Dalam laga final tersebut, O’Reilly dinilai sebagai pemain terbaik dengan rating 9 dari 10, unggul atas rekan-rekan setim lainnya.
Penampilan Solid Manchester City
James Trafford tampil sangat impresif di bawah mistar. Ia melakukan penyelamatan triple pada awal laga untuk menggagalkan peluang dari Havertz dan Saka, serta menepis tendangan Riccardo Calafiori.
Trafford mendapat nilai 8/10 atas penampilannya. Di sektor belakang, Matheus Nunes yang bermain sebagai bek kanan memberi kontribusi penting lewat umpan terobosan ke Haaland dan crossing akurat untuk gol kedua O’Reilly.
Abdukodir Khusanov tampil disiplin, menghentikan pergerakan Havertz dengan kecepatan pemulihannya.
Nathan Ake, yang menggantikan Ruben Dias karena cedera, sempat melakukan tekel krusial terhadap Viktor Gyokeres meski sempat kehilangan posisi.
Di lini tengah, Bernardo Silva dan Rodri memegang kendali permainan, terutama di babak kedua. Bernardo membantu membuka ruang, sedangkan Rodri menjaga tempo pertandingan.
Rayan Cherki, yang memberi assist untuk gol pertama O’Reilly, mendapat nilai 8/10 berkat kreativitasnya.
Untuk sektor depan, Antoine Semenyo aktif di sisi kanan dan menjadi pencetus alur dua gol City. Jeremy Doku merepotkan Ben White lewat dribel dan kecepatannya, terutama usai jeda.
Sementara itu, Erling Haaland kembali gagal mencetak gol di Wembley, meski pergerakannya sempat menciptakan peluang.
Statistik dan Susunan Pemain
Statistik akhir mencatat penguasaan bola dikuasai Manchester City dengan 62%, dibanding Arsenal yang hanya mencatat 38%.
Kedua tim sama-sama mencatat 10 tembakan, namun City lebih efektif dengan dua tembakan tepat sasaran yang berbuah gol.
Statistik pertandingan:
- Tembakan: 10 – 10
- Tembakan tepat sasaran: 4 – 2
- Penguasaan bola: 38% – 62%
- Operan: 258 – 477
- Akurasi operan: 77% – 88%
- Pelanggaran: 12 – 10
- Kartu kuning: 3 – 1
- Kartu merah: 0 – 0
- Offside: 1 – 1
- Tendangan sudut: 3 – 3
Susunan pemain Arsenal (4-2-3-1):
Kepa Arrizabalaga; Ben White, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Zubimendi, Declan Rice; Bukayo Saka, Kai Havertz, Leandro Trossard; Viktor Gyokeres.
Susunan pemain Manchester City (4-1-4-1):
James Trafford; Matheus Nunes, Abdukodir Khusanov, Nathan Ake, Nico O’Reilly; Rodri; Antoine Semenyo, Rayan Cherki, Bernardo Silva, Jeremy Doku; Erling Haaland.
Efektivitas City dan Ketidaksiapan Arsenal
Arsenal mengawali laga dengan intensitas tinggi namun gagal memaksimalkan peluang.
Penampilan Kepa Arrizabalaga di bawah mistar menjadi sorotan setelah gagal menangkap crossing dari Cherki yang kemudian disambut sundulan O’Reilly untuk gol pertama.
Gol kedua pun berawal dari crossing Matheus Nunes yang kembali diselesaikan O’Reilly.
Kehadiran O’Reilly di posisi bek kiri terbukti krusial. Dalam pertandingan yang menjadi ajang duel antara Pep Guardiola dan Mikel Arteta, sang pelatih City kembali menunjukkan keunggulan strategi dan pengalaman.
Sementara itu, Arsenal harus menunda harapan mereka mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung sejak Piala FA 2020.
