Pejabat Keamanan Tertinggi Iran Ali Larijani Imbas Konflik di Timur Tengah. Gambar: The New York Times
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Israel pada Senin malam (16/3).
Serangan terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS). Pemerintah Iran menyatakan bahwa Larijani gugur sebagai martir dalam insiden tersebut.
Larijani, tokoh penting dalam pemerintahan Iran, dikenal sebagai sosok berpengaruh yang secara de facto memimpin negara pasca-kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Dalam laporan yang dikutip dari The Times of Israel, Larijani disebut memiliki kendali luas terhadap kebijakan militer, diplomasi, dan keamanan dalam negeri Iran.
Selain Larijani, putranya, Morteza Larijani, juga dilaporkan tewas dalam serangan udara yang sama.
“Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, telah gugur sebagai martir,” ujar Media Pemerintah Iran sebagaimana dikutip dari WSBT.
Tokoh Strategis dalam Politik dan Keamanan Iran
Ali Larijani, yang berusia 67 tahun, merupakan mantan anggota Garda Revolusi Iran dan pernah menjabat sebagai Ketua Parlemen Iran dari tahun 2008 hingga 2020.
Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, ia memegang pengaruh besar dalam penanganan berbagai krisis nasional, termasuk konflik militer dengan Israel dan AS, protes anti-pemerintah di dalam negeri, serta perundingan nuklir.
Larijani dikenal luas sebagai arsitek pendekatan strategis Iran terhadap negara-negara Barat.
Ia sempat memimpin negosiasi nuklir Iran pada periode 2005 hingga 2007 dan kembali terlibat dalam pembicaraan nuklir tidak langsung dengan AS yang berlangsung di Oman pada awal Februari 2026.
“Status dan pengaruhnya jauh melampaui posisi formal apa pun yang pernah dipegangnya,” ujar Meir Ben-Shabbat mantan Penasihat Keamanan Nasional Israel.
Pernyataan ini menyoroti posisi sentral Larijani dalam struktur kekuasaan Iran, meskipun jabatan resminya bersifat administratif.
Target Serangan Intelijen Israel dan AS
Dalam kurun 18 hari terakhir, puluhan pejabat tinggi Iran dilaporkan tewas akibat serangkaian serangan udara.
Salah satunya adalah Gholamreza Soleimani, Kepala Pasukan Basij Korps Garda Revolusi Islam.
Rentetan serangan ini dianggap sebagai bagian dari strategi penghancuran sistem komando dan kendali ideologis serta politik Iran.
Meir Ben-Shabbat menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari “pembongkaran rantai komando dan kendali ideologis, politik, dan operasional rezim Iran.”
Ini mengindikasikan adanya upaya sistematis dari pihak luar untuk melemahkan struktur kekuasaan Iran melalui eliminasi tokoh-tokoh kunci.
Ali Larijani telah lama menjadi target prioritas bagi intelijen Israel dan Amerika Serikat.
Sebelumnya, AS telah menawarkan imbalan hingga USD10 juta bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Larijani.
