Iran bernegosiasi dengan FIFA agar pelaksanaan piala dunia dilaksanakan di Meksiko. Gambar: The Guardian
Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) mengajukan permintaan resmi kepada FIFA untuk memindahkan lokasi pertandingan mereka di Piala Dunia 2026 dari Amerika Serikat ke Meksiko.
Permintaan ini dilakukan menyusul kekhawatiran atas keselamatan tim nasional Iran setelah serangan udara gabungan yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Iran dijadwalkan menjalani dua pertandingan grup di Los Angeles dan satu pertandingan di Seattle dalam turnamen Piala Dunia yang dimulai pada 11 Juni 2026.
Presiden FFIRI, Mehdi Taj, menegaskan bahwa tim nasional tidak akan berangkat ke Amerika Serikat karena pernyataan Presiden AS Donald Trump yang tidak dapat menjamin keselamatan pemain Iran.
Pernyataan ini dikutip melalui akun X @IraninMexico milik Kedutaan Iran di Meksiko pada Rabu (18/3).
“Ketika Trump secara eksplisit menyatakan bahwa dia tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, kami tentu tidak akan melakukan perjalanan ke Amerika,” tulis pernyataan tersebut.
“Kami sedang bernegosiasi dengan FIFA untuk menyelenggarakan pertandingan Piala Dunia Iran di Meksiko,” tambahnya.
FIFA menyatakan bahwa pihaknya tetap berkomunikasi rutin dengan semua asosiasi anggota peserta, termasuk Iran, dalam rangka perencanaan turnamen.
“FIFA secara rutin berkomunikasi dengan semua asosiasi anggota yang berpartisipasi, termasuk IR Iran, untuk membahas perencanaan Piala Dunia FIFA 2026. FIFA berharap semua tim yang berpartisipasi dapat berkompetisi sesuai dengan jadwal pertandingan yang telah diumumkan,” ujar juru bicara FIFA.
FIFA Tetap pada Jadwal Semula
Iran berada di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Berdasarkan jadwal saat ini, tim nasional Iran akan bermain dua kali di Los Angeles dan satu kali di Seattle.
Jika Iran finis sebagai runner-up grup, maka berpotensi bertemu dengan Amerika Serikat di babak 32 besar yang akan berlangsung di Dallas.
Situasi ini menjadi salah satu faktor krusial yang memicu pengajuan perubahan lokasi pertandingan oleh pihak Iran.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah pertandingan Iran jika FIFA menyetujui permintaan tersebut.
“Negara kami tidak akan memiliki masalah untuk menjadi tuan rumah pertandingan Piala Dunia Iran, jika FIFA menyetujuinya,” ujarnya dalam konferensi pers harian.
Namun, beberapa sumber internal FIFA menyebutkan bahwa memindahkan lokasi pertandingan dapat mengganggu rencana turnamen secara keseluruhan.
Tiket sudah terjual, jadwal siaran global telah ditetapkan, dan berbagai kesepakatan sponsor telah dibuat. Kondisi ini menjadikan perubahan lokasi sebagai tantangan logistik yang signifikan.
Partisipasi Iran Masih Belum Pasti
Keputusan resmi mengenai partisipasi Iran dalam Piala Dunia 2026 kemungkinan baru akan diambil dalam Kongres FIFA yang dijadwalkan berlangsung di Vancouver pada Kamis (30/4).
Hingga saat ini, FIFA masih menyatakan keinginannya agar Iran tetap berpartisipasi dalam turnamen.
Apabila Iran memutuskan untuk mundur, FIFA memiliki kewenangan penuh untuk menunjuk pengganti. Penarikan ini akan menjadi yang pertama kali terjadi setelah pengundian sejak tahun 1950.
Kandidat utama dari Asia yang kemungkinan menggantikan Iran adalah Irak, yang saat ini masih harus melalui babak play-off antar konfederasi melawan Bolivia atau Suriname pada akhir bulan ini.
Alternatif lain yang disebut adalah Uni Emirat Arab.
Sekretaris Jenderal Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Windsor John, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi dari Iran terkait pengunduran diri mereka dari turnamen.
“Pada akhirnya, federasilah yang seharusnya memutuskan apakah mereka akan bermain, dan hingga hari ini, federasi telah memberi tahu kami bahwa mereka akan pergi ke Piala Dunia,” ujarnya kepada wartawan di Kuala Lumpur.
Iran sebelumnya memastikan lolos ke Piala Dunia 2026 setelah memuncaki grup pada putaran ketiga kualifikasi zona Asia tahun lalu.
Turnamen tahun ini akan menjadi keikutsertaan keempat berturut-turut bagi Iran di ajang Piala Dunia.
Namun, ketegangan politik dan situasi keamanan yang memburuk menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi keputusan akhir terkait keikutsertaan mereka.
