BGN Sebut Libur Lebaran MBG Hematkan Anggaran hingga Rp5 Triliun. Gambar: YouTube/Badan Gizi Nasional
Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur Idulfitri 2026.
Kebijakan ini berlaku mulai Jumat (13/3) untuk siswa sekolah dan Selasa (17/3) untuk kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Penghentian sementara ini bertujuan menyesuaikan dengan kalender libur sekolah dan aktivitas masyarakat selama masa mudik Lebaran.
Seluruh operasional program MBG akan kembali berjalan pada Selasa (31/3).
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa keputusan ini berdampak signifikan terhadap efisiensi keuangan negara, dengan potensi penghematan anggaran mencapai sekitar Rp5 triliun.
“Itu (penghematan) kurang lebih sekitar Rp5 triliun ya, dihemat dengan seperti itu,” kata Dadan kepada wartawan di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3).
Efisiensi Anggaran dan Optimalisasi Program
Dadan menjelaskan bahwa penghentian sementara program tidak hanya mengikuti jadwal libur, tetapi juga merupakan bagian dari strategi efisiensi anggaran dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
“Tentu saja kita harus ikut memiliki sense of crisis dan kami sedang melakukan hal-hal yang memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien,” ujarnya.
BGN saat ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp268 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 93 persen disalurkan langsung ke satuan pelayanan di daerah.
Dadan menyebut, pihaknya berupaya mengoptimalkan penggunaan anggaran tanpa menggunakan dana cadangan pemerintah sebesar Rp67 triliun.
“Kita optimalkan yang 268 (triliun) dan coba kita tidak hitung yang standby. Jadi kita akan efektifkan yang 268 (triliun) tersebut,” ungkapnya.
Untuk memastikan efisiensi anggaran berjalan optimal, BGN memperkuat pengawasan penggunaan dana melalui tiga lapisan, yaitu pengawasan internal, audit dari BPKP, dan pemantauan langsung oleh Kejaksaan Agung.
Penutupan SPPG selama Ramadan
Selama bulan Ramadan, BGN juga menutup sementara 62 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) karena tidak memenuhi standar dalam penyajian menu makanan.
Penutupan dilakukan terhadap layanan yang menyajikan menu minimalis atau kurang layak.
“Ada 62 SPPG yang kami tutup sementara karena tidak sesuai di dalam memberikan menu. Ya, baik menu minimalis maupun menu yang kurang baik. Itu 62 SPPG yang selama Ramadan ini kita tutup dulu sementara,” kata Dadan.
Program makan bergizi gratis ini menyasar siswa sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.
Penghentian sementara dilakukan secara bertahap dengan penyaluran terakhir pada Jumat (13/3) untuk siswa sekolah dan Selasa (17/3) untuk kelompok rentan.
Seluruh tim operasional MBG dijadwalkan kembali aktif setelah libur Lebaran, tepatnya pada Selasa (31/3).
“Kita akan merayakan Idulfitri, dan program makan bergizi akan kembali operasional tanggal 31 Maret,” jelas Dadan.
