Prabowo Tunda Penugasan Pasukan BoP ke Gaza. Gambar: Instagram/@presidenrepublikindonesia
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menunda rencana pengiriman pasukan perdamaian dari Indonesia ke Gaza, Palestina.
Penundaan ini diumumkan pada Senin (16/3) melalui pernyataan resmi Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI).
Keputusan tersebut diambil menyusul meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang meluas di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini memaksa pemerintah untuk menangguhkan sementara seluruh kegiatan dan pembahasan terkait pengiriman pasukan melalui inisiatif Board of Peace (BoP).
“Rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda,” tulis Bakom RI dalam keterangannya.
“Semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah,” lanjut pernyataan tersebut.
Indonesia Siapkan 8.000 Personel untuk International Stabilization Force
Sebelum penundaan, Indonesia telah mempersiapkan pasukan untuk dikirim ke Gaza sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF).
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan bahwa sebanyak 20.000 personel TNI awalnya disiapkan, namun jumlah itu dikurangi menjadi 8.000 personel setelah mempertimbangkan kontribusi negara lain.
“Tapi ternyata negara-negara lain itu cuma kirim berapa ratus, berapa ratus ya. Jadi kita siap 8.000, ya,” ujar Sjafrie saat ditemui di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).
Meskipun telah ada kesiapan pasukan, Sjafrie menegaskan bahwa keberangkatan mereka masih menunggu arahan dan perkembangan dari Board of Peace.
Ia menyebut dinamika situasi geopolitik global saat ini masih sangat tinggi.
“Dinamika BoP ini juga sangat tinggi sekarang. Saya kira kita semua ikuti perkembangan secara global antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Itu cukup banyak kita lihat laporan-laporan yang memerlukan perhatian khusus,” ujarnya.
Prabowo Nyatakan Siap jadi Mediator dan Tegaskan Solusi Dua Negara
Merespons situasi yang berkembang, Prabowo Subianto menyampaikan kesiapannya untuk menjadi mediator dalam penyelesaian konflik antara AS, Israel, dan Iran. Ia menekankan pentingnya membuka ruang dialog antar pihak.
“Saran saya selalu mencari opsi damai,” ujar Prabowo dalam pernyataan resmi yang dirilis Bakom RI.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace bertujuan untuk mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara.
Ia menyatakan bahwa dengan berada dalam struktur BoP, Indonesia memiliki peluang untuk memengaruhi arah kebijakan dan mendorong tercapainya perdamaian jangka panjang.
“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,” ucap Prabowo.
Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa evaluasi terhadap pengiriman pasukan ke Gaza akan terus dilakukan berdasarkan perkembangan situasi di Timur Tengah.
Komitmen Indonesia terhadap perdamaian tetap ditegaskan melalui pendekatan diplomatik dan partisipasi dalam forum internasional.
