Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Mengular Capai Sekitar 30 km. Gambar: TikTok/@mas.arkan35, @mr.goodky
Antrean kendaraan sepanjang sekitar 30 kilometer terjadi di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Minggu (15/3).
Kemacetan panjang ini disebabkan oleh lonjakan volume kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa menjelang perayaan Hari Raya Nyepi.
Ribuan kendaraan dari berbagai jenis mengular di sepanjang jalan menuju pelabuhan sejak pagi hari.
Kemacetan parah ini didominasi oleh mobil pribadi, bus, truk, dan sepeda motor.
Situasi padat menyebabkan sebagian pemudik memilih melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki karena kendaraan mereka tidak bergerak dalam waktu lama. Lonjakan ini terjadi karena karakteristik arus mudik di Bali yang berbeda dibandingkan wilayah lain.
“Puncak perkiraan mudik dari Bali memang hari ini. Patokan pemudik dari Bali bukan Hari Raya Idulfitri tetapi Hari Raya Nyepi,” ujar Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati kepada wartawan, Minggu (15/3).
Penanganan Kemacetan oleh Aparat Gabungan
Untuk mengatasi kepadatan tersebut, Polda Bali dan Polres Jembrana mengerahkan personel gabungan dalam rangka Operasi Ketupat Agung 2026.
Pengaturan lalu lintas dan rekayasa jalur diterapkan di sepanjang jalur antrean menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Ariasandy, berbagai langkah telah dilakukan guna mengurai kemacetan.
“Personel kami bersama instansi terkait terus melakukan pengaturan serta rekayasa lalu lintas, termasuk penerapan delay system bagi kendaraan sumbu tiga ke atas,” jelasnya.
“Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk sekaligus mempercepat proses penyeberangan,” sambungnya.
Selain pengaturan arus lalu lintas, petugas juga melakukan pemantauan ketat untuk mencegah pelanggaran antrean serta memastikan kelancaran arus kendaraan.
Koordinasi dilakukan bersama ASDP Indonesia Ferry, KSOP, TNI, UPP, BPTD, dan Dinas Perhubungan untuk memastikan seluruh langkah berjalan efektif.
Di beberapa titik strategis, dilakukan penyekatan terhadap kendaraan barang besar yang berasal dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, dan Kabupaten Tabanan.
Kendaraan-kendaraan ini dialihkan ke buffer zone sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan ke pelabuhan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Gilimanuk menjadi titik krusial dalam arus mudik menjelang lebaran maupun hari besar keagamaan lain di Bali.
Penanganan situasi tersebut melibatkan kerja sama lintas instansi guna memastikan distribusi kendaraan berjalan aman dan teratur.
