Purbaya ke Prabowo, Kondisi Ekonomi Indonesia Jauh dari Morat-marit. Gambar: YouTube/Presiden
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa kondisi ekonomi Indonesia tetap stabil dan jauh dari situasi morat-marit seperti yang dinarasikan oleh sejumlah pihak.
Pernyataan ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3).
“Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit kata ekonom-ekonom di luar itu, Pak. Di TikTok banyak yang ngomong gitu,” kata Purbaya dalam forum tersebut, dikutip melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu (14/3).
Purbaya menyampaikan penilaiannya berdasarkan berbagai indikator ekonomi makro yang menunjukkan tren positif sepanjang Februari 2026.
Ia menekankan bahwa indikator-indikator tersebut menunjukkan perekonomian nasional masih dalam jalur pertumbuhan yang sehat dan dapat terus didorong ke arah yang lebih baik.
Indikator Ekonomi Makro Tunjukkan Penguatan
Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Purchasing Managers’ Index (PMI) sektor manufaktur Indonesia mencapai angka 53,8 pada Februari 2026.
Angka ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa tahun terakhir dan menandakan adanya penguatan signifikan di sektor manufaktur nasional.
“Jadi ini bukan data dari BPS, tapi dari pihak lain yang mengonfirmasi bahwa ekonomi kita memang sedang tumbuh,” ujar Purbaya.
Dari sisi inflasi, ia menjelaskan bahwa inflasi tahunan per Februari tercatat sebesar 4,64 persen. Namun, angka tersebut dipengaruhi oleh adanya subsidi listrik pada tahun sebelumnya.
Setelah dilakukan penyesuaian atas penghapusan subsidi listrik pada Januari–Februari 2025, inflasi riil hanya sebesar 2,59 persen.
“Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari–Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen, Pak. Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi, ekonominya enggak kepanasan,” jelasnya kepada Presiden.
Dari sisi permintaan, beberapa indikator konsumsi juga menunjukkan penguatan.
Mandiri Spending Index tercatat pada level 360,7 dengan tren meningkat.
Penjualan mobil tumbuh sebesar 12,2 persen pada Februari dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatatkan angka negatif.
Penjualan ritel naik ke level 6,9, sementara indeks keyakinan konsumen mencapai angka 125,2.
“Supply, demand semuanya dalam keadaan sehat sampai dengan Februari. Saya yakin ke depannya akan membaik terus,” ujarnya.
Tanggapan terhadap Isu Resesi
Purbaya membantah anggapan dari sejumlah ekonom yang menyebut Indonesia sedang mengalami resesi atau dalam kondisi menuju kehancuran ekonomi.
Ia menegaskan bahwa kondisi perekonomian saat ini tidak mencerminkan situasi krisis.
“Ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya,” ucap Purbaya dalam sidang kabinet tersebut.
Menurut dia, indikator-indikator makroekonomi dari sisi produksi maupun konsumsi saat ini masih mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi.
Peningkatan aktivitas industri dan konsumsi menjadi penopang utama yang menunjukkan bahwa tidak ada alasan untuk menahan laju pertumbuhan.
Pernyataan dan paparan data yang disampaikan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tersebut menjadi bagian dari laporan terkini mengenai kondisi makroekonomi nasional kepada Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan bahwa berdasarkan seluruh indikator yang ada, ekonomi Indonesia tetap berada dalam jalur stabil dan memiliki ruang untuk terus tumbuh secara berkelanjutan.
