Prabowo Pimpin Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara. Gambar: Instagram/@sekretariat.kabinet
Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung peringatan Nuzulul Quran Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa malam (10/3).
Acara ini merupakan bagian dari kegiatan kenegaraan dalam rangka bulan Ramadan, dengan tujuan memperkuat nilai keimanan dan semangat kebangsaan.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan pentingnya peringatan ini sebagai momen refleksi terhadap ajaran Al-Qur’an.
“Peringatan Nuzulul Qur’an kali ini saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresap, meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an itu tersebut,” ujar Presiden Prabowo, dikutip melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (11/3).
Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam kegiatan ini, termasuk Menteri Agama Nasaruddin Umar dan ulama Quraish Shihab.
Acara diawali dengan pembacaan Surah An-Najm ayat 1 sampai 20 oleh M. Zian Fahrezi, juara 1 kategori anak-anak di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Internasional Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak.
Saritilawah disampaikan oleh Velly Syukron.
Dorong Pemerintahan yang Bersih dan Adil
Presiden Prabowo menekankan bahwa peringatan Nuzulul Quran menjadi sarana memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai dan adil, sesuai dengan nilai-nilai universal yang diajarkan dalam Al-Qur’an.
Ia menyampaikan komitmen pemerintah dalam menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi.
“Memang kita harus menghilangkan korupsi, penyelewengan, semua praktik-praktik yang tidak benar dan tidak baik yang dilarang oleh semua agama. Itu adalah ajaran agama, itu juga ajaran sejarah. Tidak ada negara yang berhasil manakala pemerintahnya tidak mampu membersihkan diri dari korupsi. Ini ajaran agama dan sejarah,” tegas Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Presiden juga menegaskan bahwa seluruh kekayaan negara harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat.
“Kita diberikan dunia oleh Maha Kuasa kekayaannya sangat besar. Pada kesempatan ini sekali lagi saya sampaikan bahwa kita harus berjuang keras untuk menghilangkan kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan dari seluruh rakyat kita,” kata Prabowo.
Pesan dari Menteri Agama dan Quraish Shihab
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam sambutannya menekankan bahwa Nuzulul Quran merupakan pengingat bagi bangsa Indonesia untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan publik.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya membaca dan menghafal, namun juga mengamalkan ajaran Al-Qur’an secara nyata.
“Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan pada malam hari ini, merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan publik, sehingga ajaran-ajarannya tidak hanya dibaca dan dihayati, dihafal, tapi juga betul-betul diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nasaruddin.
Sementara itu, ulama Muhammad Quraish Shihab dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah rahmat dan petunjuk bagi seluruh alam.
Ia menegaskan pentingnya menghargai perbedaan di tengah masyarakat yang beragam.
“Allah ingin mengajarkan kita bahwa perbedaan itu adalah suatu keniscayaan. Tetapi perbedaan tidak perlu menimbulkan pertentangan. Kalau kemarin kita berbeda dalam berpuasa, terbuka kemungkinan yang tidak kecil kita pun akan berbeda dalam berlebaran. Tapi perbedaan sama sekali tidak menimbulkan pertentangan. Perbedaan yang dikehendaki Al-Quran itu adalah sama dengan falsafah bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika,” kata Quraish Shihab.
Acara ini menjadi bagian dari suasana puasa Ramadan yang sarat nilai spiritual dan kebersamaan, serta menjadi pengingat pentingnya penerapan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
