Prabowo Dikabarkan akan Terbang ke Teheran Bersama PM Pakistan. Gambar: Instagram/@prabowo
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan pemimpin Pakistan direncanakan akan melakukan perjalanan bersama ke Teheran, Iran.
Rencana keberangkatan ini bertujuan untuk meredam eskalasi konflik yang tengah meningkat di kawasan Timur Tengah.
Informasi tersebut disampaikan oleh Ketua Dewan Penasihat Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshidiqie, usai menghadiri acara silaturahmi dengan ulama dan tokoh ormas Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam (5/3).
Menurut Jimly, rencana kunjungan tersebut diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat pertemuan berlangsung.
Ia menyebut bahwa beberapa jam sebelum acara, Prabowo menerima panggilan dari pemimpin Pakistan yang menyampaikan keinginan untuk melakukan perjalanan bersama ke Teheran.
“Pakistan baru menelepon Presiden Prabowo beberapa jam sebelum pertemuan ini ya kan. Nah dia mau sama-sama berdua. Oh itu bagus sekali,” ujar Jimly kepada awak media, Kamis (5/3).
Jimly menambahkan bahwa ia belum dapat memastikan apakah yang menghubungi adalah perdana menteri atau presiden Pakistan, namun yang jelas kedua pemimpin negara tersebut akan sama-sama berangkat ke Teheran.
“Lupa saya perdana menteri atau presiden Pakistan. Nah mereka akan sama-sama pergi ke Teheran,” ucapnya.
Dukungan Pakistan terhadap Upaya Mediasi Indonesia
Kunjungan ini merupakan bagian dari inisiatif diplomatik yang diambil oleh Indonesia dalam merespons meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran pada akhir pekan sebelumnya.
Presiden Prabowo Subianto disebut telah memperoleh dukungan dari pihak Pakistan dalam upayanya menjadi mediator konflik.
“Jadi bukan hanya Indonesia, artinya apa yang dipikirkan oleh Presiden Prabowo itu mendapat dukungan dari PM Pakistan,” kata Jimly.
Ia juga menekankan bahwa langkah ini melibatkan dua negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.
Jimly menyebut bahwa walaupun peluang keberhasilan dari mediasi ini tidak besar, langkah tersebut tetap signifikan untuk mencegah terjadinya eskalasi lebih lanjut.
“Walaupun mungkin peluangnya kecil tapi dicoba. Intinya Indonesia mengambil peran sebagai global player. Itu kita dukung. Jangan dianggap negatif dulu ya, bukannya mendamaikan orang yang baru dibunuh, bukan begitu. Tapi untuk menurunkan eskalasi dan mencegah apa serangan lagi dari Israel,” jelasnya.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Nusron Wahid, yang turut hadir dalam acara buka puasa bersama di Istana, juga mengungkapkan bahwa langkah Presiden Prabowo mendapat dukungan dari berbagai negara di kawasan.
“Langkah-langkah yang diambil Pak Presiden itu mendapat support dari beberapa negara Timur Tengah dan negara Islam lain. Termasuk dari Pakistan, termasuk juga dari UAE (Uni Emirat Arab),” ujar Nusron.
Iran Terbuka terhadap Inisiatif Mediasi
Pemerintah Iran dikabarkan telah membuka diri terhadap peluang mediasi yang diupayakan Indonesia.
Menurut Nusron Wahid, Presiden Prabowo Subianto secara prinsip menginginkan pertemuan dengan pemerintah Iran guna membahas kemungkinan mediasi dalam konflik yang berlangsung.
“Sambil melihat keadaan, tadi disampaikan, prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Iran. Untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri,” ujar Nusron.
Ia menambahkan bahwa keterangan lebih lanjut mengenai langkah diplomatik tersebut akan disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Sugiono.
Nusron juga menegaskan bahwa langkah Indonesia ini tidak dilakukan secara sepihak, tetapi telah memperoleh dukungan dari negara-negara Islam lainnya.
