Prabowo Bentuk Satgas Konversi Motor Listrik, Bahlil Ditunjuk jadi Ketua. Gambar: Instagram/@bahlillahadalia
Presiden Prabowo Subianto membentuk satuan tugas (Satgas) percepatan transisi energi dalam rangka mendorong penggunaan energi terbarukan, termasuk konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Keputusan ini diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, usai rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (5/3).
Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dirinya secara langsung ditunjuk oleh Presiden Prabowo sebagai Ketua Satgas.
Ia menegaskan komitmen untuk menjalankan mandat tersebut secara cepat dan terukur.
“Kami diberikan tugas oleh Bapak Presiden sebagai Ketua Satgas dalam menjalankan dan menerjemahkan secara cepat,” kata Bahlil dalam keterangan resminya kepada awak media.
Satgas percepatan transisi energi ini akan memfokuskan upaya pada dua program utama, yaitu konversi motor listrik dan pembangunan PLTS sebesar 100 gigawatt dalam kurun waktu maksimal 3 hingga 4 tahun mendatang.
“Bapak Presiden telah menyampaikan bahwa maksimal 3–4 tahun, bahkan kalau bisa lebih cepat lagi,” ujar Bahlil.
Fokus Efisiensi Energi melalui PLTS
Salah satu prioritas utama Satgas yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto adalah melakukan konversi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) menjadi tenaga surya (PLTS).
Langkah ini dinilai penting dalam meningkatkan efisiensi subsidi energi nasional.
Bahlil menjelaskan bahwa dengan mengganti penggunaan PLTD ke PLTS, pemerintah dapat menghemat subsidi listrik secara signifikan.
“Karena dengan kita mengkonversi dari PLTD, diesel, ke PLTS, itu akan mengakibatkan efisiensi terhadap subsidi listrik kita,” tegasnya.
Kebijakan ini selaras dengan tujuan pemerintah untuk menurunkan ketergantungan terhadap energi fosil dan mempercepat peralihan ke energi yang lebih ramah lingkungan.
Rencana konversi pembangkit ini menjadi bagian integral dari strategi nasional untuk mencapai target transisi energi dalam beberapa tahun ke depan.
Target Konversi 120 Juta Motor Listrik
Satgas juga ditugaskan untuk mempercepat program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.
Pemerintah menargetkan sebanyak 120 juta unit motor dikonversi secara bertahap.
Hingga saat ini, konversi telah berjalan selama beberapa tahun dengan pencapaian rata-rata sekitar 200 ribu unit per tahun.
Bahlil menyebutkan bahwa perkembangan teknologi yang semakin murah akan mendukung percepatan konversi tersebut.
“Sekarang kan sudah mulai ada teknologi yang lebih murah, jadi mungkin sekitar 5–6 juta (rupiah), jadi semakin ke sini semakin murah,” jelasnya.
Pemerintah juga sedang menyiapkan skema dukungan tambahan agar masyarakat dapat lebih mudah mengakses program konversi motor listrik.
“Pemerintah bisa hadir bersama-sama dalam mengurangi beban mereka dalam konversi,” tambah Bahlil.
Langkah-langkah ini diambil untuk mendukung pencapaian target nasional terkait energi bersih, serta menstimulasi penggunaan kendaraan listrik di tengah masyarakat secara lebih luas.
