Hafiz Cilik Indonesia Aisyah Arrumi Juara 2 Tilawah Dunia. Gambar: Instagram/@aisyah_hafizind
Aisyah Arrumi, hafizah cilik berusia 10 tahun asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, berhasil meraih juara dua dalam ajang Dubai International Holy Quran Award 2026 yang digelar di Dubai, Uni Emirat Arab.
Kompetisi tilawah Al-Qur’an tingkat dunia ini diikuti oleh 5.618 peserta dari 150 negara dan berlangsung hingga Senin (2/3), dengan sistem penilaian akhir melalui voting publik di laman resmi vote.quran.gov.ae.
Aisyah menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil masuk ke tiga besar finalis terbaik bersama dua peserta lainnya, yaitu Jana Ehab Ramadan (Mesir) dan Sara Abdul Karim Alhalak (Suriah).
“Segala puji bagi Allah… Aku sangat bahagia. Aku gembira telah meraih juara kedua di acara Dubai International Holy Quran Award,” tulis Aisyah melalui akun Instagram @aisyah_hafizind, dikutip pada Kamis (5/3).
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kedua orang tuanya, Perdana Menteri UEA Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, panitia, teman sekolah, dan seluruh rakyat Indonesia atas doa dan dukungannya.
Perjalanan dan Prestasi Aisyah di Tingkat Internasional
Aisyah Arrumi saat ini duduk di bangku kelas IV di Sekolah Dasar Tahfidz Al-Qur’an Daarul Ukhuwwah yang berlokasi di Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Sejak usia dini, ia telah menghafal 26 juz Al-Qur’an dan menjaga hafalannya melalui rutinitas harian murojaah dengan membaca 3 hingga 5 juz setiap hari.
Keikutsertaannya dalam Dubai International Holy Quran Award 2026 menempatkannya sebagai satu dari tiga peserta terbaik dunia dalam kategori hafalan Al-Qur’an.
Ajang ini menjadi panggung global bagi para penghafal Al-Qur’an untuk menunjukkan kemampuan dalam membaca dan menghafal kitab suci.
Dalam unggahannya, Aisyah juga menyampaikan ungkapan spiritualnya.
“Aku masih kecil namun aku mencintai Al-Qur’an. Aku akan selalu menghafal Al-Qur’an. Aku memohon kepada Allah agar mengumpulkan kita semua di surga bersama para nabi dan Ahlul Qur’an,” tulisnya.
Keberhasilan Aisyah mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas lokal, hingga pemerintah.
Prestasi ini sekaligus membawa nama Indonesia dikenal luas dalam bidang pendidikan keagamaan dan hafalan Al-Qur’an di level internasional.
