Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
Subscribe
  • News

SBY Bicara Risiko Konflik AS-Israel vs Iran, Yakin Prabowo Sedia Payung sebelum Hujan

Susilo Bambang Yudhoyono peringatkan konflik AS–Israel vs Iran bisa meluas jadi perang global dan picu krisis energi.
Redaksi Cahaya March 4, 2026 4 minutes read
SBY Bicara Risiko Konflik AS-Israel vs Iran, Yakin Prabowo Sedia Payung sebelum Hujan

SBY Bicara Risiko Konflik AS-Israel vs Iran, Yakin Prabowo Sedia Payung sebelum Hujan. Gambar: YouTube/Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memperingatkan potensi meluasnya konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran menjadi konflik regional hingga global.

Hal ini disampaikan SBY dalam podcast SBY Standpoint: Perang di Timur Tengah: Siapa Bakal Menang? yang diunggah di kanal YouTube pribadinyapada Selasa (3/3).

Menurut SBY, eskalasi di kawasan Timur Tengah berisiko melibatkan kekuatan militer besar lain seperti NATO, Rusia, Tiongkok, hingga Korea Utara.

“Kalau peperangan yang ada di Timur Tengah ini meluas, membesar, tentu ada implikasinya pada kehidupan, not only di kawasan Timur Tengah tapi di banyak tempat di dunia ini,” ujar SBY, dikutip pada Rabu (4/3).

Ia menegaskan, pola serangan balasan yang terus terjadi menunjukkan bahwa konflik tidak lagi terbatas pada wilayah tertentu dan mulai menarik negara-negara yang sebelumnya netral.

SBY juga menyampaikan keyakinannya bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan langkah antisipatif menghadapi kemungkinan tekanan ekonomi dan fiskal akibat konflik tersebut.

“Tentu saya yakin Pak Prabowo, presiden kita, akan memikirkan dan sekarang harus mulai dipersiapkan dengan baik, kalau tekanan ekonomi kita, fiskal kita itu terjadi karena perang yang seperti ini,” ucapnya.

Potensi Keterlibatan NATO

SBY menyoroti bahwa konflik antara AS, Israel, dan Iran tidak lagi melibatkan hanya tiga negara tersebut, melainkan dapat memicu keterlibatan kekuatan militer lain di luar kawasan. Ia menyatakan bahwa negara-negara di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Bahrain, Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab, Oman telah mulai ikut membalas serangan dari Iran, menunjukkan eskalasi nyata di tingkat kawasan.

Selain itu, SBY menyebut Inggris berisiko menjadi target karena memiliki pangkalan militer di Cyprus, yang bisa memicu intervensi dari anggota NATO.

“Jika pihak di luar Timur Tengah masuk, dan kalau misalnya anggota NATO nimbrung di situ, bagaimana Rusia? Bagaimana Tiongkok? Bagaimana Korea Utara? Ini menurut saya very-very dangerous (benar-benar berbahaya),” ujarnya.

Ia juga mencatat bahwa sejak Sabtu (28/2), sejumlah negara yang sebelumnya tidak terlibat secara langsung kini mulai terdorong mengambil posisi defensif.

“Ternyata itu terjadi betul, sehingga yang tadinya boleh dikatakan tidak ikut-ikutan begitu, dipaksa untuk melibatkan diri,” kata SBY.

Dampak Ekonomi Global

SBY turut membahas dampak perang terhadap ekonomi global, khususnya sektor energi.

Ia menjelaskan bahwa 20 persen pasokan energi dunia melewati Selat Hormuz.

Jika jalur ini terganggu, maka distribusi minyak dan gas alam dunia akan terhambat, menyebabkan lonjakan harga global.

“Kalau permintaan tetap, penawaran atau suplai berkurang, karena perang itu, karena banyak kapal tanker ditenggelamkan, banyak yang nggak berani berlayar lagi… akhirnya akan terguncang harga, pasti akan meroket. Dua hari ini sudah naik USD 20 per barel,” ujarnya.

Kondisi ini, menurutnya, sangat berdampak bagi Indonesia yang kini berstatus sebagai net importer minyak.

Produksi minyak nasional saat ini hanya mencapai 600 ribu barel per hari, jauh menurun dari masa ketika Indonesia masih menjadi anggota OPEC dan eksportir minyak.

“Sekarang kita ini net importer, lebih banyak yang kita beli dibandingkan yang kita produksi di dalam negeri,” jelas SBY.

Ia memperingatkan bahwa kenaikan harga minyak dunia akan langsung membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dengan asumsi harga minyak dalam APBN 2026 sebesar USD 70 per barel, lonjakan harga ke level USD 100 hingga USD 150 akan memicu peningkatan beban subsidi dan berpotensi menambah defisit hingga ratusan triliun rupiah.

Cerita Pengalamannya saat Hadapi Krisis

SBY menyampaikan bahwa kondisi tersebut akan memaksa pemerintah untuk mengambil keputusan sulit, baik dengan meningkatkan subsidi energi secara besar-besaran atau menaikkan harga bahan bakar dan gas.

“Mau dikasih subsidi habis-habisan jebol. Tapi kalau nggak, kalau gitu harga BBM kita naikkan, harga gas kita naikkan, siap tidak kita?” katanya.

Mengacu pada pengalamannya saat menjabat presiden, SBY menyebut pernah menaikkan harga BBM hingga 140 persen sebagai langkah menyelamatkan ekonomi nasional.

Dalam situasi tersebut, ia menilai penting untuk melindungi masyarakat dengan kebijakan berbasis bantuan langsung tunai (BLT).

“Itulah sejarah BLT. BLT itu bukan sapu jagat, bukan bansos kapan pun bisa dilaksanakan. Harus ada reason-nya,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga daya beli masyarakat kecil, dengan menekankan bahwa pemerintah sebaiknya menanggung beban fiskal yang lebih besar agar masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok.

“Kalau saya pribadi biarlah kalau sedang kantongnya kempes, kantong pemerintah kempis sedikit nggak apa-apa. Jangan kantong rakyat. Ya nggak bisa makan, nggak bisa beli apa-apa,” katanya.

Antisipasi Pemerintah

Menutup pernyataannya, SBY menekankan pentingnya persiapan menghadapi ketidakpastian global melalui kebijakan ekonomi dan fiskal yang matang.

Ia menyebut bahwa pemerintah harus sigap menghadapi potensi gejolak ekonomi akibat konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

“Tidak ada kamus gara-gara badai dunia ini terhuyung-huyung dan kita jatuh. Nah sedia payung sebelum hujan, lakukan antisipasi yang bagus… dengan demikian sedahsyat apa pun kita akan bisa bertahan,” tegasnya.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Prabowo Gelar Pertemuan dengan Mantan Presiden di Tengah Memanasnya Situasi Timur Tengah
Next: Bahlil Ingatkan Potensi Kenaikan Harga BBM Imbas Eskalasi di Timur Tengah

Related News

Pemerintah Rilis Panduan Takbiran di Bali saat Nyepi
  • News

Pemerintah Rilis Panduan Takbiran di Bali saat Nyepi

Redaksi Cahaya March 10, 2026
Filipina Terapkan 4 Hari Kerja Demi Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah
  • News

Filipina Terapkan 4 Hari Kerja Demi Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

Redaksi Cahaya March 10, 2026
Sidak Pasar Tanah Abang, Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat
  • News

Sidak Pasar Tanah Abang, Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat

Redaksi Cahaya March 10, 2026

Recent Posts

  • Pemerintah Rilis Panduan Takbiran di Bali saat Nyepi
  • Filipina Terapkan 4 Hari Kerja Demi Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah
  • Sidak Pasar Tanah Abang, Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat
  • Prediksi Real Madrid vs Man City: Dua Raksasa Eropa Siap Duel Sengit di Santiago Bernabeu
  • Catat! Berikut Jadwal Launching Jersey Timnas Indonesia dari Kelme
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATLETICO MADRID BAHLIL LAHADALIA BARCELONA BBM BENFICA CHELSEA FA CUP FILM IDULFITRI IDULFITRI 2026 INDONESIA INTER MIAMI INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT LA LIGA LALU LINTAS LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK PERSIB PERSIJAP JEPARA PIALA FA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE PUASA RAMADAN REAL MADRID SEJARAH SEMEN PADANG SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Pemerintah Rilis Panduan Takbiran di Bali saat Nyepi
  • News

Pemerintah Rilis Panduan Takbiran di Bali saat Nyepi

Redaksi Cahaya March 10, 2026
Filipina Terapkan 4 Hari Kerja Demi Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah
  • News

Filipina Terapkan 4 Hari Kerja Demi Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

Redaksi Cahaya March 10, 2026
Sidak Pasar Tanah Abang, Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat
  • News

Sidak Pasar Tanah Abang, Purbaya Sebut Daya Beli Masyarakat Masih Kuat

Redaksi Cahaya March 10, 2026
Prediksi Real Madrid vs Man City, Dua Raksasa Eropa Siap Duel Sengit di Santiago Bernabeu
  • Liga Champions
  • Sepakbola

Prediksi Real Madrid vs Man City: Dua Raksasa Eropa Siap Duel Sengit di Santiago Bernabeu

Redaksi Cahaya March 10, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.