Viral! Petugas Pembersih Kaca di Surabaya Tewas usai Terombang-ambing Badai di Gondola. Gambar: Kolase Instagram/@call112surabaya
Seorang petugas pembersih kaca gedung tewas saat bekerja menggunakan gondola di salah satu Apartemen Jalan Pakuwon Indah, Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (2/3) sekitar pukul 14.22 WIB.
Korban berinisial ES (51), warga Surabaya, terombang-ambing di udara akibat gondola yang tidak stabil saat hujan deras dan angin kencang menerpa kawasan tersebut.
Dalam insiden yang sama, seorang pekerja lainnya bernama RB (56) berhasil selamat meskipun mengalami luka di kepala.
Insiden terjadi ketika dua petugas sedang menyelesaikan tugas pembersihan kaca gedung menggunakan satu unit gondola.
Saat proses penurunan dari lantai 25, gondola mengalami gangguan akibat angin kencang yang menyulitkan pengendalian alat.
“Korban sebenarnya sudah berinisiatif untuk turun karena melihat cuaca mendung dan gelap. Namun saat proses turun itulah angin kencang dan hujan deras datang tiba-tiba, sehingga gondola tidak terkendali dan menghantam dinding gedung,” ujar Kabid Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Muhammad Rokhim dalam keterangannya.
Menurut keterangan dari petugas Command Center 112 Surabaya, Ekky Maulana, satu pekerja berhasil turun ke lantai dasar, sementara satu lainnya terhenti di lantai 26.
“Pekerja kedua terhenti di lantai 26 dan tidak bisa turun karena terpontang-panting akibat hujan angin kencang,” jelas Ekky.
Awal Mula Kejadian
Kecelakaan bermula saat dua unit gondola tengah beroperasi untuk pembersihan kaca gedung.
Gondola pertama berhasil turun dengan selamat membawa dua pekerja. Namun, gondola kedua yang dinaiki oleh ES dan RB mengalami hambatan di lantai 25 hingga 26 karena terpaan angin kencang disertai hujan lebat.
Saat gondola mulai terayun, ES dilaporkan terpental dan sempat bergelantungan di luar gondola menggunakan tali pengaman.
“Untuk korban meninggal dunia yang tergantung di gondola kedua diduga terpental keluar dari gondola,” ujar Ekky.
Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan korban Edy Suratno berhasil dievakuasi sekitar pukul 17.25 WIB, namun dalam kondisi tidak bernyawa.
Evakuasi dan Penanganan
Korban selamat, RB, langsung dilarikan ke Rumah Sakit William Booth untuk mendapatkan perawatan medis.
“Satu orang berhasil selamat dan saat ini dirujuk ke Rumah Sakit William Booth,” ungkap Ekky.
Hingga saat ini, pihak manajemen Apartemen belum memberikan pernyataan resmi terkait kecelakaan kerja ini.
Proses penyelidikan dan evaluasi terhadap faktor keselamatan kerja serta pengaruh cuaca ekstrem masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
