Istri Ali Khamenei Wafat dalam Serangan di Timur Tengah. Gambar: X/@ShowbizAndNewz
Istri mendiang pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, meninggal dunia pada Senin (2/3) setelah mengalami luka berat akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel di Iran.
Kematian Khojasteh terjadi dua hari setelah serangan pada Sabtu (28/2) yang juga menewaskan Khamenei dan beberapa anggota keluarganya.
“Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, 79 tahun, telah koma sejak serangan pada hari Sabtu yang menewaskan Khamenei,” tulis kantor berita Tasnim, dikutip pada Selasa (3/2).
Serangan gabungan tersebut menyasar beberapa target di Iran, termasuk kediaman resmi pemimpin tertinggi di Teheran.
Akibat serangan ini, selain Ali Khamenei dan istrinya, turut tewas putrinya, cucunya yang masih berusia 14 bulan, menantunya, serta satu menantu perempuan lainnya.
“Setelah menjalin kontak dengan sumber-sumber yang mengetahui informasi di lingkungan keluarga pemimpin tertinggi, berita tentang kemartiran putri, menantu, dan cucu dari pemimpin revolusioner sayangnya telah dikonfirmasi,” tulis kantor berita Tasnim.
Pemerintah Iran Buka Suara
Pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai tindakan terorisme dan pembunuhan terencana.
“Tindakan teroris oleh AS dan rezim Zionis (Israel), yang melakukan pembunuhan terencana terhadap pemimpin tertinggi serta pejabat tinggi lainnya melalui agresi militer terhadap keutuhan wilayah dan kedaulatan nasional negara (Iran), merupakan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap seluruh prinsip dan norma internasional,” ujar Kementerian Luar Negeri Iran dalam pernyataan resmi pada Minggu (1/3).
Serangan Gabungan AS-Israel
Serangan besar-besaran yang diluncurkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2) menyasar berbagai lokasi strategis di Iran, termasuk Teheran.
Serangan ini menimbulkan kerusakan luas dan menewaskan banyak warga sipil serta tokoh penting pemerintahan.
Selain keluarga Khamenei, sejumlah pejabat senior Iran yang dilaporkan tewas antara lain:
- Ali Shamkhani, penasihat utama pemimpin tertinggi
- Jenderal Mohammad Pakpour, kepala Garda Revolusi Iran (IRGC)
- Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh
Serangan tersebut memicu respons langsung dari Iran. Teheran meluncurkan serangan balasan berupa rudal dan pesawat tak berawak yang menargetkan wilayah Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan Dianggap Bertentangan dengan PBB
Pemerintah Iran menegaskan bahwa tindakan militer terhadap pemimpin negara berdaulat merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional.
Pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran menyebutkan bahwa serangan itu bertentangan dengan Piagam PBB dan seluruh prinsip norma internasional.
Iran juga menyatakan masa berkabung nasional selama 40 hari atas wafatnya pemimpin tertinggi dan anggota keluarganya.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi kematian Khamenei pada hari yang sama saat serangan terjadi. Dalam pernyataannya di platform Truth Social.
