Gerhana Bulan Total 3 Maret Terlihat di Indonesia, Catat Waktunya!. Gambar: Dok. BMKG
Fenomena gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa (3/3) dan dapat diamati langsung dari wilayah Indonesia.
Fenomena ini diumumkan langsung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Gerhana bulan terjadi ketika posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus, menyebabkan Bulan masuk sepenuhnya ke bayangan inti (umbra) Bumi.
Waktu Terjadinya Gerhana Bulan Total
BMKG mencatat bahwa fase total gerhana bulan ini akan berlangsung mulai pukul 18.03 WIB, dengan puncak gerhana pada pukul 18.33 WIB, dan berakhir pukul 19.03 WIB.
Totalitas gerhana akan berdurasi selama 59 menit 27 detik.
Gerhana bulan ini merupakan satu dari empat gerhana yang terjadi sepanjang tahun 2026 dan merupakan satu-satunya gerhana bulan total yang bisa diamati dari Indonesia tahun itu.
Gerhana bulan terjadi ketika cahaya Matahari terhalang oleh Bumi sehingga tidak seluruhnya sampai ke Bulan.
Dalam kondisi langit cerah, Bulan akan tampak berwarna merah selama fase totalitas.
Warna ini muncul akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, yaitu proses ketika cahaya Matahari dengan gelombang pendek seperti biru tersebar lebih kuat, sementara gelombang panjang seperti merah menembus atmosfer dan mencapai permukaan Bulan.
Fenomena Blood Moon
Gerhana bulan total terjadi saat seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti Bumi.
Dalam proses ini, meskipun Bulan berada dalam bayangan gelap Bumi, cahaya merah dari tepi Bumi, terutama dari wilayah Matahari terbit dan terbenam, masih menyinari Bulan.
Hal ini membuat Bulan tampak merah atau tembaga, sebuah fenomena yang dikenal dengan nama blood moon.
Cahaya merah yang mencapai Bulan mengalami pembiasan atau refraksi saat melewati atmosfer Bumi.
Karena gelombang cahaya biru dan ungu tersebar lebih kuat, hanya cahaya merah yang sampai ke Bulan dan dipantulkan kembali ke pengamat di Bumi.
Fenomena ini serupa dengan warna merah pada langit saat Matahari terbit atau terbenam, yang juga disebabkan oleh hamburan Rayleigh.
Jadwal Gerhana Tahun 2026 Menurut BMKG
Sepanjang tahun 2026, BMKG mencatat akan terjadi empat peristiwa gerhana, dengan rincian sebagai berikut:
- Gerhana matahari cincin pada 17/2/2026, tidak dapat diamati dari Indonesia.
- Gerhana bulan total pada 3/3/2026, dapat diamati dari Indonesia.
- Gerhana matahari total pada 12/8/2026, tidak dapat diamati dari Indonesia.
- Gerhana bulan sebagian pada 28/8/2026, tidak dapat diamati dari Indonesia.
Cara Mengamati Gerhana Bulan
Berbeda dengan gerhana matahari, gerhana bulan aman diamati langsung dengan mata telanjang.
Pengamat tidak memerlukan alat bantu atau pelindung khusus karena tidak ada risiko paparan radiasi berbahaya.
Untuk menyaksikan fenomena ini, masyarakat cukup melihat ke arah Bulan saat fase totalitas berlangsung.
