FIFA Gandeng Board of Peace Dukung Pembangunan Stadion Baru di Gaza. Gambar: Instagram/@gianni_infantino
FIFA dan Board of Peace (BoP) resmi menandatangani perjanjian kemitraan pada Kamis (19/2) di Markas Besar Institut Perdamaian Donald J. Trump, Amerika Serikat.
Kolaborasi ini bertujuan mendukung proses pemulihan pascakonflik di Gaza, Palestina, melalui pembangunan ekosistem sepak bola yang lengkap.
Proyek ini melibatkan pembangunan stadion nasional, akademi FIFA, serta lapangan sepak bola di sejumlah lokasi yang terdampak konflik.
Perjanjian ditandatangani oleh Presiden FIFA Gianni Infantino, anggota Dewan Eksekutif Perdamaian Gaza Yakir Gabay, Perwakilan Tinggi untuk Gaza Yang Mulia Nickolay Mladenov, serta Ketua Komisioner Komite Nasional untuk Administrasi Gaza Dr. Ali Shaath.
“Hari ini, FIFA dan Dewan Perdamaian telah menandatangani perjanjian kemitraan penting yang akan mendorong investasi ke dalam sepak bola untuk tujuan membantu proses pemulihan di daerah pasca-konflik,” terang Infantino, dikutip dari The Arab Weekly pada Senin (2/3).
FIFA menjanjikan investasi sebesar $75 juta untuk mendukung pembangunan infrastruktur sepak bola di Gaza, yang mencakup stadion nasional baru berkapasitas 20.000–25.000 penonton, akademi senilai $15 juta, 50 lapangan mini senilai total $2,5 juta, dan lima lapangan berukuran penuh senilai $5 juta.
Program ini juga menargetkan partisipasi pemuda, pelatihan tenaga kerja, serta kegiatan ekonomi lokal.
Empat Tahap Implementasi Proyek Sepak Bola di Gaza
Kolaborasi FIFA dan Board of Peace di Gaza akan dilaksanakan dalam empat tahap dengan pemantauan kondisi keselamatan dan keamanan yang berkelanjutan:
Fase I – Aktivasi komunitas (3–6 bulan):
Pemasangan 50 lapangan mini FIFA Arena di dekat sekolah dan daerah pemukiman.
Kegiatan ini mencakup program Football for Schools, distribusi peralatan, serta aktivitas akar rumput yang terstruktur.
Fase II – Infrastruktur profesional (12 bulan):
Pembangunan lima lapangan berukuran penuh di berbagai distrik untuk mendukung pembentukan klub lokal dan penguatan jalur pengembangan sepak bola.
Fase III – Akademi FIFA (18–36 bulan):
Pembentukan pusat pelatihan terintegrasi dengan fasilitas olahraga, pendidikan, dan akomodasi.
Akademi ini difokuskan pada pencarian bakat dan penciptaan peluang kerja terampil.
Fase IV – Stadion Nasional (18–36 bulan):
Pembangunan stadion berkapasitas 20.000 penonton yang akan difungsikan sebagai venue acara olahraga dan budaya, penguat identitas nasional, serta sumber pendapatan komersial jangka panjang.
Fokus pada Pembangunan Sosial dan Ekonomi
Selain pembangunan fisik, program ini mengutamakan aspek sosial dan ekonomi, seperti penciptaan lapangan kerja, pelibatan masyarakat, serta penyelenggaraan liga sepak bola bagi anak laki-laki dan perempuan.
FIFA menyebutkan bahwa proyek ini dirancang sebagai ekosistem sepak bola lengkap yang dirancang untuk mendukung masyarakat dan generasi mendatang.
“Kita tidak hanya perlu membangun kembali rumah, sekolah, rumah sakit, atau jalan. Kita juga harus membangun kembali dan mengembangkan orang, emosi, harapan, dan kepercayaan. Dan inilah inti dari sepak bola, olahraga saya,” jelas Infantino.
Video promosi FIFA juga menyatakan bahwa proyek ini bertujuan mengubah sepak bola menjadi jembatan menuju perdamaian, martabat, dan harapan.
Selain itu, FIFA menyatakan bahwa inisiatif FIFA Arena merupakan bagian dari target global mereka untuk membangun 1.000 lapangan mini pada 2030, dan telah diikuti oleh 59 asosiasi anggota hingga November 2025.
