Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • Liga Champions
  • Sepakbola

Banding Benfica Ditolak, Gianluca Prestianni Diskors UEFA atas Tuduhan Rasisme terhadap Vinicius Junior

UEFA tolak banding SL Benfica atas skorsing Gianluca Prestianni jelang duel kontra Real Madrid CF.
Redaksi Cahaya February 25, 2026 3 minutes read
Banding Benfica Ditolak, Gianluca Prestianni Diskors UEFA atas Tuduhan Rasisme terhadap Vinicius Junior

Banding Benfica Ditolak, Gianluca Prestianni Diskors UEFA atas Tuduhan Rasisme terhadap Vinicius Junior. Gambar: Instagram/@fabriziowavishakani

Badan sepak bola Eropa, UEFA, menolak banding yang diajukan klub Benfica atas skorsing sementara terhadap Gianluca Prestianni.

Keputusan ini diumumkan beberapa jam sebelum leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid yang digelar di Santiago Bernabeu pada Kamis dini hari (26/2).

Dengan keputusan tersebut, Prestianni dipastikan tidak akan memperkuat Benfica dalam laga tersebut.

Skorsing sementara terhadap Prestianni diberlakukan setelah insiden pada leg pertama di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2), ketika ia dituduh melontarkan hinaan rasis kepada pemain Real Madrid, Vinicius Junior.

Insiden itu memicu penghentian pertandingan selama hampir 10 menit setelah Vinicius mendekati wasit asal Prancis, Francois Letexier, untuk melayangkan protes.

Saat itu, Vinicius baru saja mencetak gol kemenangan yang membawa Madrid unggul agregat 1-0.

“Banding yang diajukan oleh SL Benfica ditolak. Dengan demikian, keputusan Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA tertanggal 23 Februari 2026 dikonfirmasi. Gianluca Prestianni tetap menjalani skorsing sementara untuk pertandingan klub UEFA berikutnya di mana ia seharusnya memenuhi syarat tampil,” terang UEFA dalam pernyataan resminya.

Kronologi Insiden

Insiden dugaan rasisme terjadi setelah Vinicius merayakan golnya di dekat bendera sudut lapangan.

Selebrasi itu memicu reaksi dari pemain dan suporter Benfica. Dalam situasi tersebut, Prestianni terlihat berbicara kepada Vinicius sambil menutupi mulutnya dengan jersei.

Vinicius kemudian menuduh Prestianni menyebutnya dengan istilah rasis “monyet”.

Wasit sempat mengaktifkan protokol antirasisme, namun pertandingan tetap dilanjutkan karena tidak ditemukan bukti langsung di lapangan.

Vinicius sendiri menerima kartu kuning akibat selebrasinya.

UEFA menjatuhkan sanksi larangan satu pertandingan kepada Prestianni sebagai tindakan pencegahan, sembari melanjutkan investigasi lebih lanjut.

“Keputusan ini tidak mengurangi kemungkinan putusan lanjutan setelah investigasi yang sedang berlangsung rampung dan diserahkan kepada badan disiplin,” tegas UEFA.

Selain interaksi antara kedua pemain, rekaman pertandingan juga memperlihatkan dua suporter Benfica yang diduga melakukan tindakan rasis selama pertandingan berlangsung.

Klub menyatakan telah membuka investigasi internal untuk menyelidiki perilaku para pendukungnya.

Benfica Dukung Prestianni

Pihak Benfica memberikan dukungan penuh terhadap Gianluca Prestianni.

“Benfica akan berdiri bersama Prestianni. Bukan hanya karena dia pemain kami. Saya tegaskan kembali poin terpenting dalam situasi seperti ini: Prestianni bukan seorang rasis. Ia dihukum atas tuduhan rasisme padahal dia bukan rasis,” ujar Presiden klub, Rui Costa.

Prestianni Bantah Tuduhan

Prestianni sendiri membantah keras tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

“Saya ingin menegaskan bahwa tidak pernah sekalipun saya mengarahkan hinaan rasis kepada Vini Jr, yang mungkin salah memahami apa yang ia dengar. Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesalkan ancaman yang saya terima,” jelas Prestianni.

Pelatih Benfica, José Mourinho, memilih bungkam kepada media usai komentar kontroversialnya pasca-leg pertama, di mana ia menuding Vinicius memprovokasi suporter dan meragukan tuduhan rasisme terhadap pemainnya.

Mourinho sendiri tidak bisa mendampingi tim di leg kedua karena diskors akibat protes terhadap wasit di pertandingan sebelumnya.

Sementara itu, beberapa tokoh sepak bola menyuarakan pendapat terkait insiden ini.

Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, menyatakan bahwa menggunakan selebrasi Vinicius untuk membenarkan dugaan tindakan rasisme adalah tindakan yang salah.

Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, turut mengkritik Mourinho atas komentarnya terhadap Vinicius.

Kylian Mbappé, melalui media sosialnya, menulis, “Menarilah, Vini, dan jangan pernah berhenti. Mereka tidak akan pernah memberi tahu kita apa yang harus kita lakukan atau tidak.”

Ia juga menyebut bahwa Prestianni seharusnya tidak lagi bermain di Liga Champions.

Proses Investigasi

Meski menyertai skuad ke Madrid dan berlatih bersama rekan setim, Gianluca Prestianni tidak didaftarkan dalam skuad untuk laga di Santiago Bernabeu.

UEFA memastikan ia tidak memenuhi syarat tampil dalam kompetisi klub Eropa selama masa skorsing sementara.

UEFA masih melanjutkan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Prestianni.

Jika ditemukan bukti tambahan yang menguatkan tuduhan, sanksi lanjutan dapat diberlakukan terhadap pemain asal Argentina tersebut.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Segera Tinggalkan MU, Casemiro bakal Main Bareng Messi di Inter Miami?
Next: Kylian Mbappe Absen di Laga Panas Lawan Benfica

Related News

Jadwal PSG vs Arsenal Final Liga Champions, Kick Off Jam Berapa?
  • Liga Champions

Jadwal PSG vs Arsenal Final Liga Champions, Kick Off Jam Berapa?

Redaksi Cahaya May 29, 2026
Resmi! Timnas Indonesia Hadir di EA Sports FC 26 dan FC Mobile
  • Sepakbola

Resmi! Timnas Indonesia Hadir di EA Sports FC 26 dan FC Mobile

Redaksi Cahaya May 29, 2026
Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 Indonesia Satu Grup dengan Juara Bertahan Australia
  • Sepakbola

Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Indonesia Satu Grup dengan Juara Bertahan Australia

Redaksi Cahaya May 29, 2026

Recent Posts

  • Membuat Kopi Nitro Cold Brew di Rumah
  • Teknik Brewing Kopi dengan Hario V60: Panduan Lengkap untuk Pecinta Kopi
  • Membuat Kopi Espresso tanpa Mesin dengan Aeropress
  • Teknik Brewing Kopi untuk Menonjolkan Rasa Biji
  • Membuat Kopi Iced Americano yang Segar
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATLETICO MADRID BARCELONA CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 HASIL PERTANDINGAN IDULFITRI INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL KOPI LA LIGA LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MAKANAN KHAS KOREA MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MOBIL MUDIK PIALA DUNIA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE REAL MADRID SEPAK BOLA SERIE A SUPER LEAGUE TANGERANG TEMPAT NONGKRONG TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH TIPS KENDARAAN

You may have missed

image-failed
  • News

Membuat Kopi Nitro Cold Brew di Rumah

rudolf July 13, 2026
hariov60allison-1
  • News

Teknik Brewing Kopi dengan Hario V60: Panduan Lengkap untuk Pecinta Kopi

rudolf July 12, 2026
Aeropress_espresso
  • News

Membuat Kopi Espresso tanpa Mesin dengan Aeropress

rudolf July 11, 2026
image-failed
  • News

Teknik Brewing Kopi untuk Menonjolkan Rasa Biji

rudolf July 10, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.