Banding Benfica Ditolak, Gianluca Prestianni Diskors UEFA atas Tuduhan Rasisme terhadap Vinicius Junior. Gambar: Instagram/@fabriziowavishakani
Badan sepak bola Eropa, UEFA, menolak banding yang diajukan klub Benfica atas skorsing sementara terhadap Gianluca Prestianni.
Keputusan ini diumumkan beberapa jam sebelum leg kedua babak 16 besar Liga Champions melawan Real Madrid yang digelar di Santiago Bernabeu pada Kamis dini hari (26/2).
Dengan keputusan tersebut, Prestianni dipastikan tidak akan memperkuat Benfica dalam laga tersebut.
Skorsing sementara terhadap Prestianni diberlakukan setelah insiden pada leg pertama di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/2), ketika ia dituduh melontarkan hinaan rasis kepada pemain Real Madrid, Vinicius Junior.
Insiden itu memicu penghentian pertandingan selama hampir 10 menit setelah Vinicius mendekati wasit asal Prancis, Francois Letexier, untuk melayangkan protes.
Saat itu, Vinicius baru saja mencetak gol kemenangan yang membawa Madrid unggul agregat 1-0.
“Banding yang diajukan oleh SL Benfica ditolak. Dengan demikian, keputusan Badan Kontrol, Etik, dan Disiplin UEFA tertanggal 23 Februari 2026 dikonfirmasi. Gianluca Prestianni tetap menjalani skorsing sementara untuk pertandingan klub UEFA berikutnya di mana ia seharusnya memenuhi syarat tampil,” terang UEFA dalam pernyataan resminya.
Kronologi Insiden
Insiden dugaan rasisme terjadi setelah Vinicius merayakan golnya di dekat bendera sudut lapangan.
Selebrasi itu memicu reaksi dari pemain dan suporter Benfica. Dalam situasi tersebut, Prestianni terlihat berbicara kepada Vinicius sambil menutupi mulutnya dengan jersei.
Vinicius kemudian menuduh Prestianni menyebutnya dengan istilah rasis “monyet”.
Wasit sempat mengaktifkan protokol antirasisme, namun pertandingan tetap dilanjutkan karena tidak ditemukan bukti langsung di lapangan.
Vinicius sendiri menerima kartu kuning akibat selebrasinya.
UEFA menjatuhkan sanksi larangan satu pertandingan kepada Prestianni sebagai tindakan pencegahan, sembari melanjutkan investigasi lebih lanjut.
“Keputusan ini tidak mengurangi kemungkinan putusan lanjutan setelah investigasi yang sedang berlangsung rampung dan diserahkan kepada badan disiplin,” tegas UEFA.
Selain interaksi antara kedua pemain, rekaman pertandingan juga memperlihatkan dua suporter Benfica yang diduga melakukan tindakan rasis selama pertandingan berlangsung.
Klub menyatakan telah membuka investigasi internal untuk menyelidiki perilaku para pendukungnya.
Benfica Dukung Prestianni
Pihak Benfica memberikan dukungan penuh terhadap Gianluca Prestianni.
“Benfica akan berdiri bersama Prestianni. Bukan hanya karena dia pemain kami. Saya tegaskan kembali poin terpenting dalam situasi seperti ini: Prestianni bukan seorang rasis. Ia dihukum atas tuduhan rasisme padahal dia bukan rasis,” ujar Presiden klub, Rui Costa.
Prestianni Bantah Tuduhan
Prestianni sendiri membantah keras tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
“Saya ingin menegaskan bahwa tidak pernah sekalipun saya mengarahkan hinaan rasis kepada Vini Jr, yang mungkin salah memahami apa yang ia dengar. Saya tidak pernah bersikap rasis kepada siapa pun dan saya menyesalkan ancaman yang saya terima,” jelas Prestianni.
Pelatih Benfica, José Mourinho, memilih bungkam kepada media usai komentar kontroversialnya pasca-leg pertama, di mana ia menuding Vinicius memprovokasi suporter dan meragukan tuduhan rasisme terhadap pemainnya.
Mourinho sendiri tidak bisa mendampingi tim di leg kedua karena diskors akibat protes terhadap wasit di pertandingan sebelumnya.
Sementara itu, beberapa tokoh sepak bola menyuarakan pendapat terkait insiden ini.
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, menyatakan bahwa menggunakan selebrasi Vinicius untuk membenarkan dugaan tindakan rasisme adalah tindakan yang salah.
Pelatih Bayern Munich, Vincent Kompany, turut mengkritik Mourinho atas komentarnya terhadap Vinicius.
Kylian Mbappé, melalui media sosialnya, menulis, “Menarilah, Vini, dan jangan pernah berhenti. Mereka tidak akan pernah memberi tahu kita apa yang harus kita lakukan atau tidak.”
Ia juga menyebut bahwa Prestianni seharusnya tidak lagi bermain di Liga Champions.
Proses Investigasi
Meski menyertai skuad ke Madrid dan berlatih bersama rekan setim, Gianluca Prestianni tidak didaftarkan dalam skuad untuk laga di Santiago Bernabeu.
UEFA memastikan ia tidak memenuhi syarat tampil dalam kompetisi klub Eropa selama masa skorsing sementara.
UEFA masih melanjutkan penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan Prestianni.
Jika ditemukan bukti tambahan yang menguatkan tuduhan, sanksi lanjutan dapat diberlakukan terhadap pemain asal Argentina tersebut.
