Prabowo Bertemu Macron di Istana Elysee, Bahas Energi dan Alutsista. Gambar: Instagram/@prabowo
Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée, Paris, Selasa (14/4) siang waktu setempat, dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Prancis di berbagai sektor strategis, termasuk energi dan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian diplomasi dan hubungan internasional yang dijalankan pemerintah Indonesia guna memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara mitra di kawasan Eropa.
“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui keterangan tertulis, Selasa (14/4).
Pernyataan tersebut menegaskan agenda utama Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Elysee, yang tidak hanya berfokus pada penguatan kerja sama bilateral, tetapi juga pada penyampaian posisi Indonesia dalam diplomasi dan hubungan internasional.
Prabowo Subianto tiba di Paris pada Senin (13/4) pukul 23.50 waktu setempat sebelum melanjutkan agenda resmi di istana elysee pada Selasa (14/4).
Setibanya di Istana Elysee, ia disambut langsung oleh Emmanuel Macron beserta pasukan kehormatan Prancis yang memberikan penghormatan militer sebagai simbol persahabatan kedua negara.
Keduanya kemudian berjabat tangan dan berbincang singkat sebelum melaksanakan pertemuan tête-à-tête di ruang Les Salon des Portraits.
Perkuat Kerja Sama Bilateral di Berbagai Sektor Strategis
Pertemuan empat mata antara Prabowo Subianto dan Emmanuel Macron menjadi forum strategis untuk memperdalam kerja sama bilateral Indonesia dan Prancis.
Sejumlah sektor prioritas dibahas dalam pertemuan tersebut, meliputi pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.
“Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin negara membahas penguatan kerja sama di berbagai sektor, termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi, hingga pendidikan dan ekonomi kreatif,” demikian keterangan di akun Instagram @presidenrepublikindonesia.
Pembahasan tersebut mempertegas ruang lingkup kerja sama bilateral yang menjadi fokus kedua negara dalam pertemuan di Istana Elysee.
Indonesia memandang Prancis sebagai mitra penting di kawasan Eropa.
Oleh karena itu, penguatan kerja sama bilateral yang berkelanjutan terus didorong untuk membuka peluang kolaborasi baru yang konkret dan saling menguntungkan di berbagai bidang strategis.
Agenda kenegaraan kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan siang resmi yang menjadi bagian dari diplomasi dan hubungan internasional tingkat tinggi untuk mempererat hubungan antar pemimpin negara.
Rangkaian Diplomasi Sebelumnya dengan Rusia
Kunjungan ke Prancis ini merupakan bagian dari rangkaian diplomasi Prabowo Subianto setelah sebelumnya melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow.
Pertemuan dengan Presiden Rusia tersebut berlangsung selama lima jam dan menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis.
“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor ESDM jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy Indra Wijaya.
Selain sektor energi, Indonesia dan Rusia juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan kerja sama di bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, serta investasi di berbagai sektor.
Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan langkah aktif pemerintah dalam memperkuat diplomasi dan hubungan internasional melalui kerja sama bilateral dengan sejumlah negara mitra.
Dalam konteks kunjungan ke istana elysee, Prabowo Subianto menempatkan Prancis sebagai salah satu mitra strategis untuk memperluas kolaborasi di sektor pertahanan, energi, dan bidang strategis lainnya sesuai dengan agenda yang telah dibahas dalam pertemuan resmi pada Selasa (14/4).
