Pramono Siapkan Beasiswa LPDP Jakarta untuk 100 Anak Betawi. Gambar: Dok. Beritajakarta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan program beasiswa internasional melalui skema LPDP Jakarta dengan kuota awal 100 mahasiswa, yang secara khusus memberikan peluang bagi anak Betawi untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Rencana tersebut disampaikan dalam sejumlah kesempatan pada Februari hingga April 2026 di Jakarta, dengan pelaksanaan program ditargetkan mulai tahun 2027 melalui kerja sama dengan LPDP Kementerian Keuangan.
Pramono menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Betawi agar dapat bersaing secara global.
“Karena bagaimanapun sebagai kota dan undang-undang sudah mengatur, tentunya kami juga harus memberikan kesempatan untuk anak-anak Betawi bisa sekolah di luar,” ujar Pramono di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4).
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melakukan koordinasi intensif dengan LPDP pusat untuk memastikan kesiapan program.
“Minggu ini juga ada jajaran Balai Kota merumuskan bagaimana LPDP ini bisa dilakukan dan sudah ada jalan keluar. Memang tidak bisa Jakarta secara sendiri,” ungkapnya.
Skema dan Kuota Program LPDP Jakarta
Program LPDP Jakarta dirancang sebagai beasiswa pendidikan penuh bagi warga Jakarta untuk menempuh pendidikan jenjang S1 hingga S3 di dalam maupun luar negeri.
Pada tahap awal, Pemprov DKI Jakarta menargetkan pemberangkatan sedikitnya 100 mahasiswa, dengan prioritas bagi anak Betawi dan warga Jakarta berprestasi.
Pramono Anung menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas pendidikan masyarakat lokal.
“Ada pendidikan khusus bagi warga Betawi yang ingin maju, maka akan kami siapkan beasiswa khusus, untuk anak-anak Betawi yang ingin sekolah di luar, nanti akan ada yang namanya LPDP Jakarta,” kata Pramono.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan program tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh Pemprov DKI Jakarta, sehingga diperlukan kolaborasi dengan pemerintah pusat.
“Sudah ada jalan keluar, memang tidak bisa Jakarta secara sendiri, Jakarta akan bekerja sama dengan LPDP pusat, Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Proses Persiapan dan Implementasi
Rencana pembentukan program beasiswa ini telah dibahas bersama pihak LPDP sejak awal 2026.
Dalam pertemuan dengan Direktur Utama LPDP, Dwi Larso, Pemprov DKI Jakarta merumuskan detail teknis pelaksanaan agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Salah satu yang betul-betul saya ingin canangkan adalah mempunyai LPDP Jakarta. Apakah bisa? Saya yakin bisa,” kata Pramono Anung saat ditemui di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (26/2).
Sebelumnya, rencana peluncuran program sempat mengalami penundaan akibat pengurangan dana bagi hasil untuk Jakarta.
Namun, kebijakan pemerintah daerah berhasil menemukan solusi pendanaan sehingga program dapat kembali dipersiapkan.
“Karena ada pemotongan itu, kemudian kami mencari cara bagaimana membuat agar Jakarta ini bisa mempunyai LPDP yang ditentukan, diatur oleh Jakarta sendiri. Alhamdulillah sudah ada jalan keluar,” jelasnya.
Program ini juga melengkapi berbagai inisiatif pendidikan yang telah berjalan, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), yang selama ini mendukung akses pendidikan masyarakat Jakarta.
Dukungan bagi Daya Saing Anak Betawi
Melalui kebijakan pendidikan ini, Pramono Anung menekankan pentingnya meningkatkan daya saing generasi muda Jakarta, khususnya anak Betawi, agar mampu berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Ia berharap kesempatan belajar di luar negeri dapat membuka wawasan global dan meningkatkan kompetensi akademik penerima beasiswa.
Dalam salah satu pernyataannya, Pramono menegaskan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi persaingan.
“Mereka harus bisa kompetitif, jangan jadi penonton apalagi mau jadi tuan di kampungnya sendiri kalau nggak kompetitif. Anak Betawi nilainya nggak cukup 6, mesti 11 nilainya baru cukup buat bisa kompetitif di Jakarta,” tutup dia.
