Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Wapres AS JD Vance Pimpin Negosiasi AS-Iran di Islamabad

JD Vance memimpin langsung delegasi Amerika Serikat dalam negosiasi dengan Iran di Islamabad untuk menjaga gencatan senjata yang rapuh pascakonflik.
Redaksi Cahaya April 13, 2026 3 minutes read
Wapres AS JD Vance Pimpin Negosiasi AS-Iran di Islamabad

Wapres AS JD Vance Pimpin Negosiasi AS-Iran di Islamabad. Gambar: Dok. Milwaukee Independent

Wakil Presiden Amerika Serikat (as) JD Vance (jd vance) memimpin langsung delegasi diplomatik negaranya untuk berunding dengan Iran dalam upaya mempertahankan gencatan senjata yang rapuh di tengah konflik internasional yang memanas.

Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung di Islamabad (islamabad), Pakistan, mulai Jumat (10/4), dengan mediasi pihak ketiga.

Negosiasi dilakukan untuk meredakan ketegangan pascaperang enam minggu yang melibatkan amerika serikat dan iran serta berdampak luas pada stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Sebelum keberangkatannya, Vance menyampaikan peringatan kepada iran agar bernegosiasi dengan itikad baik.

“Kami terbuka untuk negosiasi dengan itikad baik. Tapi jika mereka mencoba memainkan kami, maka tim negosiasi tidak akan merespons dengan baik,” kata Vance saat bertolak menuju Pakistan, Jumat (10/4), dikutip dari Associated Press.

“Jika mereka mencoba mempermainkan kami, maka mereka akan mendapati tim negosiasi kami tidak begitu responsif,” tambahnya.

Pertemuan ini menjadi salah satu keterlibatan diplomatik tingkat tinggi antara Amerika Serikat (as) dan Iran dalam beberapa dekade terakhir dalam konteks konflik internasional.

Delegasi yang dipimpin jd vance mencakup utusan khusus Gedung Putih Steve Witkoff, Jared Kushner, serta pejabat dari Departemen Luar Negeri, Departemen Pertahanan, dan Dewan Keamanan Nasional.

Perundingan di islamabad difokuskan pada upaya menjaga gencatan senjata, membuka kembali Selat Hormuz, serta membahas perbedaan mendasar antara kedua negara, termasuk isu nuklir, rudal balistik, dan dukungan terhadap kelompok proksi.

Dinamika Negosiasi dan Isu Kunci

Gencatan senjata yang diumumkan Presiden Donald Trump sebelumnya dinilai rapuh karena kedua pihak saling menuduh tidak memenuhi prasyarat.

Iran menuntut penghentian serangan Israel di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan, sementara Amerika Serikat menegaskan bahwa hal tersebut tidak termasuk dalam perjanjian.

Vance menyebut perbedaan itu sebagai “kesalahpahaman yang sah,” dan menegaskan bahwa penghentian operasi Israel tidak pernah menjadi bagian dari kesepakatan awal.

Presiden Trump menyampaikan pandangannya terhadap jalannya perundingan.

“Saya pikir ini akan berjalan cukup cepat. Dan jika tidak, kita akan dapat menyelesaikannya dengan satu atau lain cara,” ujarnya.

“Saya mendoakan yang terbaik untuknya. Dia punya proyek besar. Kita akan segera tahu apa yang terjadi,” tambahnya.

Salah satu isu utama dalam pembicaraan adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Penutupan jalur tersebut oleh Iran sebagai respons atas eskalasi konflik telah memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan tekanan domestik di Amerika Serikat.

Trump menulis bahwa Iran “tidak memiliki kartu truf, selain pemerasan jangka pendek terhadap dunia dengan menggunakan jalur perairan internasional,” seraya menegaskan kesiapan militer jika negosiasi gagal.

Selain Selat Hormuz, Amerika Serikat menuntut penghentian permanen pengayaan uranium tingkat senjata, pembatasan program rudal balistik, dan penghentian dukungan terhadap kelompok proksi di Timur Tengah.

Di sisi lain, Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan aset yang diblokir, penghentian serangan militer, serta penarikan pasukan Amerika dari kawasan.

Kehadiran Vance sebagai wakil presiden menjadikan pertemuan ini sebagai kontak tingkat tertinggi antara kedua negara sejak Revolusi Iran 1979.

Ia ditugaskan untuk menjembatani perbedaan terkait gencatan senjata dan kemungkinan kesepakatan lanjutan.

Situasi turut dipengaruhi oleh posisi strategis Iran atas Selat Hormuz yang berdampak pada rantai pasok global dan harga energi.

Negosiasi berlangsung di tengah tekanan politik dan ekonomi di dalam negeri Amerika Serikat, termasuk kenaikan harga bahan bakar dan inflasi.

Sementara itu, serangan Israel terhadap Hizbullah di Lebanon terus memicu ketegangan dan berpotensi memengaruhi jalannya perundingan.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa penghentian serangan di Lebanon dan pembebasan aset Iran merupakan syarat sebelum negosiasi penuh dapat dimulai.

Penunjukan Vance untuk memimpin perundingan ini juga menjadi sorotan karena ia dikenal skeptis terhadap intervensi militer luar negeri dan memiliki pengalaman diplomasi terbatas dalam konflik berskala besar.

Pemerintah AS menilai pendekatannya yang tegas dan terbuka terhadap dialog relevan dalam proses diplomasi yang sedang berlangsung di kawasan Timur Tengah.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Hasil Persib vs Bali United 3-2: Maung Bandung Menang Dramatis Meski Main 10 Orang
Next: Antusiasme Membludak, Kuota Magang Nasional 2026 Diusulkan Tambah 150 Ribu Peserta

Related News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres

Redaksi Cahaya April 13, 2026
RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL
  • News

RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Changan Siapkan 3 Mobil Baru di RI 2026, Deepal S05 jadi Pembuka
  • News

Changan Siapkan 3 Mobil Baru di RI 2026, Deepal S05 jadi Pembuka

Redaksi Cahaya April 13, 2026

Recent Posts

  • Chelsea vs Man City 0-3: The Citizens Tempel Ketat Arsenal
  • Crystal Palace vs Newcastle 2-1: Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback
  • Futsal Indonesia vs Thailand 1-2: Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026
  • Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • RI Pastikan Tidak Ada Penarikan TNI dari Misi UNIFIL
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA BBM BERITA LOKAL CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 IDULFITRI INDONESIA INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN KEBIJAKAN PEMERINTAH LA LIGA LALU LINTAS LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PIALA DUNIA PIALA FA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE RAMADAN REAL MADRID SERIE A SUPER LEAGUE TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH

You may have missed

Chelsea vs Man City 0-3 The Citizens Tempel Ketat Arsenal
  • Premier League
  • Sepakbola

Chelsea vs Man City 0-3: The Citizens Tempel Ketat Arsenal

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Crystal Palace vs Newcastle 2-1 Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback
  • Premier League
  • Sepakbola

Crystal Palace vs Newcastle 2-1: Brace Mateta Bawa Crystal Palace Comeback

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Futsal Indonesia vs Thailand 1-2 Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026
  • Sepakbola

Futsal Indonesia vs Thailand 1-2: Garuda Finis Runner-up Piala AFF 2026

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres
  • News

Sering Deg-Degan karena Kopi? Matcha Bisa Jadi Alternatif Redakan Stres

Redaksi Cahaya April 13, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.