Artemis II Sukses Kembali ke Bumi Setelah 10 Hari Misi ke Bulan. Gambar: Dok. NASA
Empat awak misi Artemis II berhasil kembali ke Bumi setelah menyelesaikan perjalanan hampir 10 hari mengelilingi Bulan.
Kapsul Orion yang membawa para astronot mendarat dengan selamat di Samudra Pasifik, lepas pantai California, dekat San Diego, pada Jumat (11/4) pukul 17.07 PDT atau Sabtu (12/4) pagi waktu Indonesia.
Misi berawak pertama dalam program Artemis ini dijalankan oleh NASA untuk menguji sistem penerbangan menuju eksplorasi ruang angkasa yang lebih jauh, termasuk rencana pendaratan manusia di Bulan pada misi berikutnya.
Setelah splashdown, Komandan Reid Wiseman memastikan kondisi kru dalam keadaan baik.
“Sungguh perjalanan yang luar biasa. Kami dalam kondisi stabil. Empat anggota kru yang masih hijau,” kata Wiseman.
Para astronot kemudian dievakuasi menggunakan helikopter Angkatan Laut AS menuju kapal induk USS John P. Murtha untuk menjalani pemeriksaan medis awal sebelum dijadwalkan kembali ke Pusat Antariksa Johnson di Houston.
Administrator NASA Jared Isaacman yang berada di atas USS John P. Murtha menegaskan pentingnya pencapaian ini.
“Ini bukan hanya pencapaian bagi NASA. Ini adalah pencapaian bagi umat manusia, sekali lagi, misi bersejarah ke Bulan dan kembali,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam keberhasilan misi tersebut.
Rangkaian Misi dan Pencapaian Penerbangan
Misi Artemis II diluncurkan pada 1 April dari Landasan Peluncuran 39B di Pusat Antariksa Kennedy, Florida, menggunakan roket Space Launch System (SLS) dengan daya dorong 8,8 juta pound.
Awak yang terdiri dari Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Badan Antariksa Kanada menempuh jarak total 694.481 mil, dengan jarak terjauh dari Bumi mencapai 252.756 mil, melampaui rekor yang sebelumnya dipegang misi Apollo 13 pada 1970.
Selama penerbangan, kru melakukan berbagai pengujian penting pada pesawat ruang angkasa Orion, termasuk sistem pendukung kehidupan, prosedur darurat, serta pengendalian manual untuk memvalidasi kemampuan manuver.
Mereka juga menjalankan eksperimen ilmiah terkait kesehatan manusia di lingkungan mikrogravitasi serta mendokumentasikan lebih dari 7.000 gambar permukaan Bulan, termasuk kawah, aliran lava purba, dan fenomena gerhana matahari dari perspektif luar angkasa.
Proses kembali ke atmosfer menjadi salah satu tahap paling kritis dalam misi ini.
Pengendali penerbangan Jeff Radigan menekankan pentingnya prosedur yang cermat selama evakuasi.
“Kami perlu melakukan ini dengan tenang dan sistematis. Seperti operasi apa pun, Anda harus meluangkan waktu yang tepat untuk memastikan kita melakukannya dengan sukses,” ujarnya.
Proses evakuasi dari kapsul hingga ke kapal induk berlangsung sekitar 30 hingga 45 menit.
Keberhasilan tahap masuk kembali ini menjadi pencapaian penting, mengingat adanya temuan retakan dan lubang pada perisai panas Orion setelah uji terbang tanpa awak Artemis I pada 2022.
Pada misi berawak ini, sistem perlindungan panas dan prosedur pendaratan terbukti berfungsi sesuai desain, memastikan keselamatan seluruh kru.
Wakil Administrator NASA Amit Kshatriya menyoroti kolaborasi internasional dalam keberhasilan misi tersebut.
“Awak Artemis II telah kembali ke Bumi. Sistem masuk kembali atmosfer, penurunan, dan pendaratan berfungsi sesuai desain dan uji akhir diselesaikan sesuai rencana. Momen ini milik ribuan orang di empat belas negara yang membangun, menguji, dan mempercayai wahana ini. Kerja keras mereka melindungi empat nyawa manusia yang terbang dengan kecepatan 25.000 mil per jam dan membawa mereka kembali ke Bumi dengan selamat,” katanya.
Selama misi, Orion mendekati permukaan Bulan hingga jarak sekitar 4.067 mil.
Selain pengujian teknis, kru juga mengusulkan nama untuk dua kawah dan mengamati kilatan dampak meteoroid di sisi gelap permukaan.
Data dan pengalaman dari penerbangan ini akan digunakan untuk menyempurnakan misi Artemis III yang direncanakan membawa manusia kembali mendarat di permukaan Bulan serta mendukung rencana kehadiran manusia di sana.
Dengan keberhasilan misi ini, fokus program Artemis kini beralih pada persiapan Artemis III, termasuk integrasi Orion dengan wahana pendarat komersial di orbit Bumi rendah.
Program ini merupakan bagian dari rencana eksplorasi ruang angkasa jangka panjang, termasuk misi berawak ke Mars di masa depan.
