Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Viral! Ayah di Purwakarta Tewa Dikeroyok saat Acara Hajatan usai Tolak Beri Uang Miras ke Preman

Pria di Purwakarta tewas dikeroyok saat hajatan pernikahan setelah menolak permintaan uang. Polisi tangkap satu pelaku.
Redaksi Cahaya April 6, 2026 3 minutes read
Viral! Ayah di Purwakarta Tewa Dikeroyok saat Acara Hajatan usai Tolak Beri Uang Miras ke Preman

Viral! Ayah di Purwakarta Tewa Dikeroyok saat Acara Hajatan usai Tolak Beri Uang Miras ke Preman. Gambar: Kolase Instagram/@halokrw

Seorang pria bernama Dadang (57) tewas akibat pengeroyokan saat menggelar hajatan pernikahan putrinya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (4/4).

Insiden tersebut terjadi setelah korban menolak permintaan uang dari sekelompok pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk.

Peristiwa tragis ini viral di media sosial karena terjadi di tengah suasana pesta pernikahan yang seharusnya berlangsung khidmat.

Pengeroyokan bermula ketika sejumlah orang mendatangi lokasi hajatan dan meminta uang kepada tuan rumah.

Dadang sempat memberikan uang sebesar Rp100 ribu, namun para pelaku kembali meminta tambahan Rp500 ribu.

Penolakan korban memicu keributan yang berujung pada aksi kekerasan hingga korban tidak sadarkan diri.

Adik korban, Wahyu Rabbani, mengungkapkan kronologi kejadian tersebut.

“Awalnya mereka minta uang, malak gitu. Pertama sudah dikasih, tapi kemudian minta lagi kedua kalinya sebesar Rp500.000. Karena tidak dikasih, terjadilah kejadian itu,” ujar Wahyu kepada wartawan, Minggu (5/4).

Kronologi Kejadian

Insiden pengeroyokan terjadi saat pesta pernikahan berlangsung pada Sabtu (4/4) sekitar pukul 14.50 WIB, ketika hiburan organ tunggal sedang berlangsung.

Sekelompok orang yang diduga berada di bawah pengaruh minuman keras datang ke lokasi hajatan dan memicu keributan.

Kapolsek Campaka, AKP Firman Budiarto, menjelaskan bahwa keributan bermula dari permintaan uang untuk membeli minuman tambahan.

“Dikarenakan di bawah pengaruh minuman keras, orang tersebut marah dan memicu kericuhan,” kata Firman kepada wartawan, Minggu (5/4).

Dadang selaku tuan rumah berusaha menenangkan situasi, namun justru menjadi sasaran pengeroyokan. Korban dikejar hingga ke depan rumah dan dipukul menggunakan sebilah bambu.

“Korban dipukul dengan menggunakan sebilah bambu ke kepala bagian belakang,” ungkap Firman.

Akibat pengeroyokan tersebut, Dadang terjatuh dan tidak sadarkan diri.

Keluarga segera membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban sempat dibawa ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses visum dan rencana autopsi.

Kesaksian Keluarga

Peristiwa pengeroyokan ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Sepupu korban, Asep Prabani, yang datang dari Batam untuk menghadiri pernikahan, mengaku tidak menyangka kedatangannya berakhir dengan mengantar jenazah sepupunya.

“Kami baru sampai dari perjalanan Lampung, pas datang itu lagi prosesi akad nikah. Karena capek, kami istirahat di masjid dekat lokasi. Menjelang Ashar, terdengar suara riuh dan teriakan ibu-ibu. Saya pikir lagi saweran, ternyata ada pengeroyokan,” kata Asep.

Ia menambahkan bahwa korban dipukul menggunakan benda tumpul hingga tidak sadarkan diri.

“Katanya pakai bambu. Kami sangat terpukul karena Kang Dadang ini orang baik, dia sedang menikahkan putrinya,” tambahnya.

Selain menewaskan Dadang, insiden tersebut juga menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan keluarga, sedikitnya tiga orang mengalami luka akibat senjata tajam, sementara pihak kepolisian masih mendalami jumlah pasti korban lainnya.

Penanganan Kasus oleh Polisian

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang berujung kematian tersebut.

Ia menjelaskan bahwa keributan di lokasi hajatan memicu aksi kekerasan terhadap korban.

“Diduga ada sekelompok orang yang membuat keributan di acara hajatan, kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri,” ujar Enjang.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban.

“Korban dipukul menggunakan belahan bambu di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Untuk penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil autopsi,” tambahnya.

Dalam perkembangan kasus ini, satu pelaku bernama Kendi Renaldi (34) telah menyerahkan diri ke Polres Purwakarta.

Sementara itu, aparat kepolisian masih memburu pelaku lain yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

“Hari ini tim Reskrim sedang memburu pelaku yang masih buron. Mudah-mudahan dalam waktu dekat pelaku lainnya dapat segera ditangkap,” ujar Enjang.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Indonesia Bawa Pulang 6 Medali dari Kejuaraan Para Panahan 2026
Next: SBY Beri Pesan untuk Prajurit TNI di Lebanon, Ini Isinya

Related News

Gochujang Pasta Cabai Merah Fermentasi yang Jadi Ikon Kuliner Korea
  • News

Gochujang: Pasta Cabai Merah Fermentasi yang Jadi Ikon Kuliner Korea

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Mengenal Doenjang, Bahan Rahasia di Balik Cita Rasa Masakan Korea
  • News

Mengenal Doenjang, Bahan Rahasia di Balik Cita Rasa Masakan Korea

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Apa Itu Steeping Coffee? Rahasia Membuat Kopi Lebih Halus dan Tidak Pahit
  • News

Apa Itu Steeping Coffee? Rahasia Membuat Kopi Lebih Halus dan Tidak Pahit

Redaksi Cahaya May 25, 2026

Recent Posts

  • Real Madrid Vs Athletic Bilbao 4-2: Los Blancos Tutup Musim dengan Kemenangan
  • Gochujang: Pasta Cabai Merah Fermentasi yang Jadi Ikon Kuliner Korea
  • Mengenal Doenjang, Bahan Rahasia di Balik Cita Rasa Masakan Korea
  • Apa Itu Steeping Coffee? Rahasia Membuat Kopi Lebih Halus dan Tidak Pahit
  • Miyeok Guk, Sup Rumput Laut Korea yang Sarat Makna dan Kaya Nutrisi
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATLETICO MADRID BARCELONA CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 HASIL PERTANDINGAN IDULFITRI INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL KOPI LA LIGA LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MAKANAN KHAS KOREA MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MOBIL MUDIK PIALA DUNIA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE REAL MADRID SEPAK BOLA SERIE A SUPER LEAGUE TANGERANG TEMPAT NONGKRONG TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH TIPS KENDARAAN

You may have missed

Real Madrid Vs Athletic Bilbao 4-2 Los Blancos Tutup Musim dengan Kemenangan
  • La Liga

Real Madrid Vs Athletic Bilbao 4-2: Los Blancos Tutup Musim dengan Kemenangan

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Gochujang Pasta Cabai Merah Fermentasi yang Jadi Ikon Kuliner Korea
  • News

Gochujang: Pasta Cabai Merah Fermentasi yang Jadi Ikon Kuliner Korea

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Mengenal Doenjang, Bahan Rahasia di Balik Cita Rasa Masakan Korea
  • News

Mengenal Doenjang, Bahan Rahasia di Balik Cita Rasa Masakan Korea

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Apa Itu Steeping Coffee? Rahasia Membuat Kopi Lebih Halus dan Tidak Pahit
  • News

Apa Itu Steeping Coffee? Rahasia Membuat Kopi Lebih Halus dan Tidak Pahit

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.