Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Mengapa Paskah Identik dengan Telur? Ini Sejarah dan Asal-usulnya

Telur Paskah melambangkan kehidupan baru dan kebangkitan Yesus. Simak sejarah dan maknanya di sini.
Redaksi Cahaya April 5, 2026 4 minutes read
Mengapa Paskah Identik dengan Telur? Ini Sejarah dan Asal-usulnya

Mengapa Paskah Identik dengan Telur? Ini Sejarah dan Asal-usulnya. Gambar: Ilustrasi Canva

Perayaan Paskah identik dengan telur karena simbol tersebut memiliki makna mendalam dalam tradisi keagamaan Kristen yang berkaitan dengan kebangkitan Yesus Kristus.

Tradisi ini telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi bagian penting dalam perayaan Paskah di berbagai negara.

Telur melambangkan kehidupan baru, harapan, dan kemenangan atas kematian, yang selaras dengan makna kebangkitan Yesus dalam ajaran Kristen.

Tradisi penggunaan telur dalam Paskah berasal dari berbagai budaya dan berkembang seiring waktu.

Menurut catatan sejarah, dekorasi telur diyakini telah ada sejak setidaknya abad ke-13 dan berakar dari tradisi kuno yang merayakan datangnya musim semi.

Telur Paskah melambangkan kebangkitan Yesus dari kubur, menjadikannya simbol penting dalam perayaan keagamaan ini.

Penggunaan telur dalam Paskah juga berkaitan dengan praktik puasa Prapaskah. Pada masa tersebut, umat Kristen tidak diperbolehkan mengonsumsi produk hewani, termasuk telur.

Ketika masa puasa berakhir, telur yang telah disimpan kemudian dikonsumsi dan dihias sebagai simbol perayaan.

Tradisi ini terus berkembang hingga kini dan menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Paskah di berbagai belahan dunia.

Asal-usul Tradisi Telur dalam Perayaan Paskah

Telur telah lama dianggap sebagai simbol kehidupan baru dalam berbagai budaya kuno. Tradisi menghias telur bahkan telah dikenal sebelum era Kristen, termasuk dalam festival musim semi di berbagai peradaban.

Dari sudut pandang Kristen, telur Paskah melambangkan kubur Yesus yang kosong setelah kebangkitan-Nya, mencerminkan kemenangan atas kematian dan awal kehidupan baru bagi umat manusia.

Menurut catatan sejarah, tradisi telur Paskah di Eropa berkembang sejak abad pertengahan. Banyak ahli meyakini bahwa tradisi ini berkaitan dengan festival Anglo-Saxon untuk Dewi Eastre yang dirayakan setiap musim semi sebagai simbol kebangkitan alam setelah musim dingin.

Dalam festival tersebut, telur dikonsumsi dan digunakan sebagai simbol kesuburan.

Selain itu, praktik puasa Prapaskah turut memengaruhi tradisi telur dalam Paskah. Selama 40 hari masa puasa, umat Kristen tidak diperbolehkan mengonsumsi daging maupun telur.

Oleh karena itu, telur yang dihasilkan selama periode tersebut direbus agar tahan lama dan kemudian dikonsumsi saat Paskah sebagai bentuk perayaan.

Telur-telur tersebut juga kerap dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Makna Religius Telur dalam Tradisi Kristen

Dalam tradisi keagamaan Kristen, telur memiliki makna simbolis yang kuat. Umat Kristen awal menggunakan telur untuk mewakili kubur kosong tempat Yesus bangkit.

Cangkang telur yang keras melambangkan kubur yang tersegel, sementara retaknya cangkang mencerminkan kebangkitan Yesus dari kematian.

Di gereja-gereja Ortodoks awal, telur Paskah diberkati oleh para imam dan dibagikan kepada jemaat pada akhir vigil Paskah, yaitu malam Sabtu sebelum Hari Paskah.

Tradisi ini masih berlangsung di beberapa denominasi Kristen hingga saat ini.

Pada masa awal, telur Paskah diwarnai merah sebagai simbol darah Yesus Kristus yang tertumpah di kayu salib, sebelum berkembang menjadi berbagai warna yang mewakili kisah Paskah.

Tradisi menghias telur juga berkembang di wilayah Mesopotamia dan kemudian menyebar ke Eropa Timur, termasuk Ukraina dan Rusia, di mana seni menghias telur dikenal sebagai pysanka.

Tradisi ini menunjukkan bagaimana simbol telur dalam Paskah terus berkembang dalam berbagai budaya dan tradisi keagamaan.

Perkembangan Tradisi Telur Paskah di Dunia

Seiring waktu, tradisi telur Paskah berkembang menjadi berbagai bentuk perayaan di seluruh dunia.

Salah satu tradisi yang populer adalah perburuan telur Paskah atau Easter egg hunt, di mana anak-anak mencari telur yang disembunyikan di taman atau halaman.

Tradisi ini diyakini memiliki keterkaitan dengan masa Reformasi Protestan, ketika telur disembunyikan untuk ditemukan oleh perempuan dan anak-anak sebagai simbol sukacita atas kebangkitan Yesus.

Di Amerika Serikat, perayaan Paskah juga diramaikan dengan kegiatan White House Easter Egg Roll yang pertama kali diselenggarakan pada tahun 1878 pada masa Presiden Rutherford B. Hayes.

Kegiatan ini menjadi tradisi tahunan yang melibatkan anak-anak dalam perlombaan menggulirkan telur di halaman Gedung Putih.

Dalam perkembangannya, telur Paskah tidak hanya berupa telur ayam rebus, tetapi juga hadir dalam bentuk telur cokelat, telur plastik berisi hadiah, hingga karya seni dekoratif.

Tradisi ini mencerminkan perpaduan antara nilai keagamaan, budaya, dan kreativitas yang terus berkembang hingga saat ini.

Keberadaan telur dalam perayaan Paskah menunjukkan hubungan antara tradisi kuno, praktik keagamaan Kristen, dan perkembangan budaya modern.

Simbol telur tetap menjadi bagian penting dalam perayaan Paskah di berbagai negara, mencerminkan makna kehidupan baru dan kebangkitan yang menjadi inti dari perayaan tersebut.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Hasil Man City vs Liverpool 4-0: Hattrick Haaland Gagalkan Mimpi The Reds Meraih Trofi Musim Ini
Next: Empat Pemain Timnas Indonesia Tersangkut Kasus “Paspoorgate” di Belanda, Terancam Absen Bela Club

Related News

Gochujang Pasta Cabai Merah Fermentasi yang Jadi Ikon Kuliner Korea
  • News

Gochujang: Pasta Cabai Merah Fermentasi yang Jadi Ikon Kuliner Korea

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Mengenal Doenjang, Bahan Rahasia di Balik Cita Rasa Masakan Korea
  • News

Mengenal Doenjang, Bahan Rahasia di Balik Cita Rasa Masakan Korea

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Apa Itu Steeping Coffee? Rahasia Membuat Kopi Lebih Halus dan Tidak Pahit
  • News

Apa Itu Steeping Coffee? Rahasia Membuat Kopi Lebih Halus dan Tidak Pahit

Redaksi Cahaya May 25, 2026

Recent Posts

  • Mallorca Vs Real Oviedo 3-0: Los Piratas Menang Telak tapi Tetap Degradasi
  • Girona Vs Elche 1-1: Girona Turun Kasta dari Liga Spanyol
  • Valencia Vs Barcelona 3-1: Blaugrana Tutup Musim dengan Kekalahan
  • Real Madrid Vs Athletic Bilbao 4-2: Los Blancos Tutup Musim dengan Kemenangan
  • Gochujang: Pasta Cabai Merah Fermentasi yang Jadi Ikon Kuliner Korea
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATLETICO MADRID BARCELONA CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 HASIL PERTANDINGAN IDULFITRI INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL KOPI LA LIGA LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MAKANAN KHAS KOREA MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MOBIL MUDIK PIALA DUNIA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE REAL MADRID SEPAK BOLA SERIE A SUPER LEAGUE TANGERANG TEMPAT NONGKRONG TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH TIPS KENDARAAN

You may have missed

Mallorca Vs Real Oviedo 3-0 Los Piratas Menang Telak tapi Tetap Degradasi
  • La Liga

Mallorca Vs Real Oviedo 3-0: Los Piratas Menang Telak tapi Tetap Degradasi

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Girona Vs Elche 1-1 Girona Turun Kasta dari Liga Spanyol
  • La Liga

Girona Vs Elche 1-1: Girona Turun Kasta dari Liga Spanyol

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Valencia Vs Barcelona 3-1 Blaugrana Tutup Musim dengan Kekalahan
  • La Liga

Valencia Vs Barcelona 3-1: Blaugrana Tutup Musim dengan Kekalahan

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Real Madrid Vs Athletic Bilbao 4-2 Los Blancos Tutup Musim dengan Kemenangan
  • La Liga

Real Madrid Vs Athletic Bilbao 4-2: Los Blancos Tutup Musim dengan Kemenangan

Redaksi Cahaya May 25, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.