Empat Pekerja Proyek di Jakarta Selatan Tewas Diduga Akibat Paparan Gas Beracun. Gambar: Dok. Istimewa
Empat pekerja proyek pembangunan gedung bertingkat tewas dan tiga lainnya mengalami sesak napas setelah diduga terpapar gas beracun di Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (3/4).
Insiden kecelakaan kerja ini terjadi saat para pekerja menguras tangki penampungan air bersih di area basement gedung.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, terjadi kecelakaan kerja di proyek bangunan di Jagakarsa saat proses pengurasan penampungan air,” kata Budi dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (3/4).
Empat pekerja dinyatakan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam tangki, sementara tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas dan menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa tragis ini bermula ketika para pekerja membuka penutup tangki penampungan air atau gelotank yang berada di basement gedung.
Saat proses berlangsung, salah satu pekerja terjatuh ke dalam tangki sedalam sekitar tiga meter.
Rekan-rekannya yang berusaha memberikan pertolongan justru ikut terjatuh karena tidak menggunakan perlengkapan keselamatan.
Data Korban Meninggal
Empat korban meninggal dunia diketahui bernama Yana Nugraha (33) asal Subang, Mawi (63) asal Cianjur, Tatang Sonjaya (64) asal Subang, dan Muhammad Fauzi (20) warga Bandung, Jawa Barat.
Sementara itu, tiga pekerja lain yang mengalami sesak napas masing-masing berinisial U (41), AJ (37), dan S (63).
Setelah kejadian, para korban dievakuasi dari dalam tangki dan langsung dilarikan ke RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur, untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Namun, empat pekerja dinyatakan meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya menjalani perawatan lanjutan di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Keterangan saksi di lokasi menguatkan dugaan adanya paparan gas beracun di dalam tangki penampungan air.
Kabid Humas Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa kondisi di sekitar lokasi terasa tidak normal saat proses evakuasi berlangsung.
“Saat evakuasi, saksi merasakan kondisi di sekitar lokasi pengap dan panas,” ujarnya.
Penyelidikan dan Proses Hukum
Polres Metro Jakarta Selatan bersama Polsek Jagakarsa telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Polisi juga memeriksa sejumlah saksi guna mengumpulkan bukti-bukti primer di lokasi kejadian.
“Tim penyidik telah melakukan olah TKP secara mendalam serta memeriksa sejumlah saksi mata guna mengumpulkan bukti-bukti primer di lokasi kejadian,” jelas Budi Hermanto.
Selain itu, penyelidikan juga difokuskan pada kemungkinan adanya kelalaian dan kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja di area proyek.
Budi menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menuntaskan penanganan kasus ini.
“Selain memantau perkembangan kesehatan para korban yang tengah dirawat, kami juga melakukan penyelidikan intensif terkait unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang diterapkan di area proyek tersebut,” ucapnya.
