Italia Kembali Gagal ke Piala Dunia, Tersingkir Lewat Adu Penalti dari Bosnia-Herzegovina. Gambar: Dok. Canadian Soccer Daily
Timnas Italia kembali gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia, setelah tersingkir dari Bosnia-Herzegovina melalui adu penalti dalam laga play-off zona Eropa Path A yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, pada Selasa (31/3).
Pertandingan berakhir imbang 1-1 selama 120 menit, dan Italia kalah 1-4 dalam babak adu penalti.
Kekalahan ini menandai kegagalan ketiga beruntun Italia lolos ke Piala Dunia, setelah sebelumnya absen pada edisi 2018 dan 2022.
Italia, yang telah empat kali menjuarai turnamen tersebut, terakhir tampil pada Piala Dunia 2014 di Brasil.
Pertandingan dimulai dengan keunggulan cepat Italia melalui gol Moise Kean di menit ke-10. Namun, kartu merah yang diterima Alessandro Bastoni di menit ke-41 mengubah jalannya laga.
Bosnia berhasil menyamakan kedudukan melalui Haris Tabakovic pada menit ke-79. Setelah tidak ada tambahan gol hingga babak tambahan waktu, pertandingan berlanjut ke adu penalti.
Dominasi Bosnia dan Keputusan Kartu Merah Mengubah Arah Pertandingan
Italia sempat memimpin lewat kesalahan kiper Bosnia, Nikola Vasilj, yang umpan tanggungnya berhasil dipotong Nicolo Barella dan diteruskan Kean menjadi gol. Namun, kartu merah Alessandro Bastoni mengubah dinamika permainan.
Bastoni menjatuhkan Amar Memic yang berpeluang mencetak gol, setelah menerima bola dari hasil sundulan usai blunder Donnarumma. Wasit Clement Turpin langsung mengeluarkan kartu merah.
Pelatih Gennaro Gattuso kemudian mengganti Mateo Retegui dengan Federico Gatti untuk menyesuaikan formasi.
Sejak saat itu, Bosnia tampil dominan, melancarkan total 30 tembakan sepanjang laga, berbanding hanya 9 dari Italia.
Meskipun Gianluigi Donnarumma tampil solid, tekanan tak terbendung. Gol penyama dari Tabakovic tercipta di menit ke-79 melalui bola rebound di depan gawang.
Adu Penalti Menentukan Nasib Italia
Dalam babak adu penalti, Bosnia mencetak empat gol sempurna lewat Benjamin Tahirovic, Haris Tabakovic, Kerim Alajbegovic, dan Esmir Bajraktarevic. Sementara dari Italia, hanya Sandro Tonali yang berhasil mengeksekusi penalti.
Tendangan Francesco Pio Esposito melayang di atas mistar, sementara Bryan Cristante membentur tiang.
Skor akhir pertandingan tercatat sebagai berikut: Bosnia-Herzegovina 1-1 Italia (adu penalti 4-1).
Susunan Pemain
Bosnia (4-4-2): Vasilj; Dedic, Katic, Muharemovic, Kolasinac (Alajbegovic 46′); Bajraktarevic, Basic (Tabakovic 71′), Sunjic (Tahirovic 46′), Memic (Burnic 71′); Demirovic (Hadziahmetovic 115′), Dzeko. Pelatih: Barbarez.
Italia (3-5-2): Donnarumma; Mancini, Bastoni, Calafiori; Politano (Palestra 46′), Barella (Frattesi 85′), Locatelli (Cristante 71′), Tonali, Dimarco (Spinazzola 91′); Kean (Pio Esposito 71′), Retegui (Gatti 44′). Pelatih: Gattuso.
Catatan Buruk Italia dan Pengaruh Performa Klub
Kegagalan ini menjadikan Italia sebagai satu-satunya negara juara dunia yang gagal lolos ke Piala Dunia tiga kali berturut-turut.
Sebanyak tujuh negara juara lainnya—termasuk Brasil, Jerman, dan Argentina—tidak pernah mengalami kegagalan beruntun semacam ini.
Kondisi ini turut dikomentari oleh mantan pemain Bosnia, Hasan Salihamidzic.
“Italia sedang melewati masa-masa sulit. Bagi saya, barometer sepak bola adalah Juventus. Ketika Juve tidak dalam performa terbaiknya, tim nasional pun ikut terpengaruh,” jelasnya.
Menurut data yang tersedia, hanya dua pemain Juventus yang tampil di laga ini—Manuel Locatelli dan Federico Gatti (pemain pengganti)—sementara satu pemain lainnya, Andrea Cambiasso, hanya duduk di bangku cadangan.
Ini sangat berbeda dari dominasi pemain Juventus di skuad Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006 dan Euro 2020.
