Pabrik helm di Rumpin terbakar hebat. Gambar: Kolase Tangakapan Layar Instagram/@tangsel.life
Kebakaran pabrik helm terjadi di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (30/3) sekitar pukul 09.30 WIB, yang mengakibatkan empat bangunan di area pabrik hangus terbakar dan memicu kepanikan ratusan karyawan.
Peristiwa kebakaran pabrik tersebut terjadi di Kampung Nawing, Desa Sukamulya, dengan api diduga berasal dari area penyemprotan atau pengecatan helm di dalam ruang produksi.
Banyaknya material mudah terbakar di lokasi membuat api cepat membesar, sementara asap hitam pekat terlihat membubung tinggi hingga dilaporkan terlihat dari wilayah sekitar, termasuk arah Tangerang Selatan.
Kejadian kebakaran di Bogor ini langsung ditangani petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan ke lokasi.
Sebanyak tujuh hingga delapan unit mobil damkar diterjunkan, terdiri dari unit Kabupaten Bogor serta bantuan dari BPBD Tangerang.
Proses pemadaman berlangsung selama lebih dari tiga jam, dengan api baru dapat dikendalikan sekitar pukul 12.30 WIB.
Petugas menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air dan banyaknya bahan mudah terbakar di dalam pabrik helm tersebut.
Dalam peristiwa kebakaran pabrik di Jawa Barat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka. Namun, hampir 90 persen aset pabrik helm dilaporkan hangus terbakar, dengan kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses investigasi oleh pihak terkait, sementara proses pendinginan masih dilakukan di beberapa titik api yang tersisa.
Kronologi dan Proses Pemadaman
Kebakaran pabrik helm di Rumpin pertama kali diketahui terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Api diduga muncul dari area produksi, tepatnya pada bagian penyemprotan atau pengecatan helm.
Kondisi ini diperparah dengan keberadaan bahan seperti cairan thinner dan cat yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat menyebar ke beberapa bagian bangunan.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara. Kobaran api bahkan tampak menembus bagian atap bangunan pabrik.
Sejumlah warga sekitar terlihat berupaya membantu pemadaman dengan peralatan seadanya, termasuk menggunakan ember berisi air dari kolam ikan di sekitar lokasi.
Komandan Sektor Damkar Parungpanjang, Dade Fahrudin, menjelaskan kondisi di lokasi cukup kompleks.
“Ada sekitar 3 titik lokasi api yang menyala dan 4 buah bangunan yang menjadi objek terbakar. Proses pemadaman terkendala oleh banyak bahan material mudah terbakar serta kesulitan sumber air,” ungkapnya.
Upaya pemadaman melibatkan sekitar 40 petugas dari beberapa wilayah, termasuk Parungpanjang, Leuwiliang, dan Parung, serta bantuan dari BPBD Tangerang.
Petugas harus berjibaku selama lebih dari tiga jam untuk mengendalikan api.
Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, membenarkan kejadian tersebut. “Iya (pabrik helm terbakar),” ucap Yudi Santosa, dikutip dari Kompas.com, Senin (30/3).
Ia juga menyampaikan bahwa proses penanganan masih berlangsung saat kejadian.
“Masih penanganan,” tuturnya.
Setelah upaya intensif, api akhirnya berhasil dikendalikan.
“Alhamdulillah api sudah terkendali. Penyebab kebakaran masih dalam kegiatan investigasi,” ujar Yudi di lokasi.
Dampak dan Kondisi Terkini
Kebakaran di Bogor ini menyebabkan kerusakan signifikan pada area pabrik. Empat bangunan utama dilaporkan hangus terbakar, dengan sebagian besar aset produksi tidak dapat diselamatkan.
Selain itu, kepanikan sempat terjadi di kalangan karyawan yang berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
Meski tidak ada korban jiwa, proses pendinginan masih terus dilakukan karena masih terdapat beberapa titik api yang berpotensi menyala kembali.
Yudi Santosa menyebutkan bahwa kondisi di lokasi secara umum sudah dinetralisir, meskipun masih diperlukan penanganan lanjutan pada sisa api.
“Sejumlah titik api sudah berhasil dilakukan pemadaman dan masih proses pendinginan. Tapi ada pula titik api yang perlu pemadaman karena banyak bahan mudah terbakar seperti cairan thinner dan cat,” ungkapnya.
Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran pabrik tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait sumber api, sementara aktivitas di lokasi masih difokuskan pada pengamanan dan pendinginan area terdampak.
