Karyawan Ayam Geprek di Bekasi Ditemukan Tak Bernyawa di Dalam Freezer dan Dibungkus Plastik. Gambar: Ilustrasi Canva
Seorang karyawan kedai ayam geprek bernama Abdul Hamid, berusia sekitar 45 tahun, ditemukan tewas di dalam freezer kios tempatnya bekerja di Blok D 33, Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu malam (28/3).
Penemuan mayat ini bermula ketika pemilik gerai berinisial AL datang mengecek kios yang tidak beroperasi selama beberapa hari karena para karyawan mudik Lebaran.
AL merasa curiga karena salah satu penjaga kios tidak bisa dihubungi. Ia kemudian memeriksa kondisi ruko dan mengintip melalui celah pintu, lalu menemukan sesuatu yang mencurigakan di dalam freezer.
“Saya datang ke sini karena karyawan pada mudik semua. Pas saya cek dan mengintip dari celah, saya lihat ada yang mencurigakan. Waktu freezer dibuka, ternyata korban sudah terbungkus kain dan plastik di dalamnya,” ujar AL kepada wartawan, Minggu (29/3).
Usai menemukan jasad korban dalam kondisi terbungkus kain dan plastik, AL langsung melaporkan kejadian ini kepada warga sekitar dan pihak kepolisian.
Petugas dari Polsek Serang Baru dan Polres Metro Bekasi segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Jenazah Abdul Hamid dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk keperluan autopsi dan penyelidikan lanjutan.
Polisi Tangkap Dua Terduga Pelaku
Penyidikan kasus penemuan mayat ini terus berlanjut. Dua terduga pelaku berinisial DS alias A dan S telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.
Informasi ini disampaikan oleh Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim.
“Sudah, 2 orang pelakunya sudah kita tangkap,” ujarnya, Minggu (29/3).
Hingga kini, polisi belum mengungkap kronologi atau motif dari penangkapan kedua pelaku tersebut. Kapolsek Serang Baru, AKP Hotma P. Sitompul, menyampaikan bahwa penyebab pasti kematian Abdul Hamid masih menunggu hasil autopsi.
“Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil dari autopsi untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Hotma.
Korban Dikenal Baik oleh Warga Sekitar
Abdul Hamid dikenal sebagai sosok yang ramah dan sering berinteraksi dengan warga sekitar kios.
Salah satu warga, Ali, menyampaikan bahwa korban adalah orang baik dan sering berbincang dengan warga serta pedagang di sekitar lokasi.
“Usianya sekitar 45 tahunan. Orangnya baik, sering ngobrol sama warga dan pedagang di sini,” ujarnya.
Sementara itu, warga lain bernama Elin mengaku terakhir kali melihat Abdul Hamid pada malam takbiran, Jumat (20/3).
“Terakhir lihat malam takbiran di depan kios, masih biasa saja,” ucap Elin.
Tindakan Lanjutan dari Pihak Kepolisian
Setelah penemuan mayat, polisi memasang garis polisi di sekitar kios ayam geprek yang menjadi tempat kejadian. Petugas juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mendalami informasi.
Selama ini, Abdul Hamid diketahui bekerja menjaga kios ayam geprek tersebut dan membantu dalam operasional usaha.
Penyelidikan kasus ini kini ditangani oleh Polsek Serang Baru dan Polres Metro Bekasi, dengan dukungan dari Polda Metro Jaya.
Pihak kepolisian belum mengungkap motif pembunuhan maupun hubungan antara korban dan para pelaku. Hasil autopsi dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati menjadi kunci untuk memastikan penyebab kematian Abdul Hamid.
