Pegawai Toko Pokémon Jepang Jadi Korban Penusukan oleh Mantan Kekasih. Gambar: Japan Times
Seorang pegawai wanita di toko merchandise Pokémon, Moe Harukawa (21), tewas setelah ditikam oleh mantan pacarnya, Taiki Hirokawa (26), pada Kamis malam (26/3) sekitar pukul 19.16 waktu setempat.
Insiden terjadi di dalam kompleks komersial Sunshine City, tepatnya di lantai dua gedung yang terletak di kawasan Ikebukuro, Tokyo, Jepang, tidak jauh dari Terminal Ikebukuro, salah satu stasiun tersibuk di kota tersebut.
Menurut Kepolisian Metropolitan Tokyo, pelaku masuk ke toko Pokémon Center sendirian sebelum melakukan serangan dengan menikam korban beberapa kali di bagian leher dan tubuh, lalu menikam dirinya sendiri.
Keduanya sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dinyatakan meninggal dalam waktu satu jam setelah kejadian.
Saat kejadian berlangsung, toko tersebut dipenuhi lebih dari 100 pengunjung, termasuk anak-anak dan turis asing, yang menyebabkan kepanikan.
Seorang saksi mata kepada Asahi News menyampaikan, “Toko itu dipenuhi lebih dari 100 pelanggan, termasuk banyak anak-anak dan turis asing, sebelum terdengar suara rak jatuh dan wanita berteriak ‘tolong!’,” dikutip melalui Reuters pada Minggu (29/3).
Riwayat Hubungan Pelaku-Korban
Serangan terjadi saat Moe Harukawa sedang bertugas di konter toko sebagai pegawai paruh waktu.
Taiki Hirokawa datang dengan membawa pisau, dan sebuah pisau berlumuran darah dengan gagang yang dibungkus handuk ditemukan di lokasi kejadian.
Harukawa dan Hirokawa bertemu pertama kali pada Desember 2023 di Kota Hachioji, Tokyo barat. Keduanya mulai berpacaran pada Oktober 2024, dan hubungan itu berakhir pada Juli 2025.
Setelah putus, Harukawa melaporkan Hirokawa ke polisi pada Desember 2025 atas dugaan penguntitan. Saat penangkapan, polisi menemukan pisau buah di mobil sewaan Hirokawa yang diparkir dekat rumah korban serta rekaman korban di ponselnya.
Hirokawa kembali ditangkap pada Januari atas tuduhan kepemilikan senjata tajam dan pengintaian, lalu dijatuhi perintah penahanan.
Ia dibebaskan pada 30 Januari setelah mengaku bersalah dan menandatangani pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Polisi menyarankan pelaku menjalani terapi, namun Hirokawa menolak. Demi keselamatan, Harukawa disarankan tinggal bersama kerabat dan memasang kamera keamanan di rumah.
Pihak berwenang juga menyarankan korban berganti pekerjaan karena pelaku kemungkinan mengetahui lokasi tempat ia bekerja.
Namun, Harukawa memutuskan kembali bekerja di toko Pokémon karena menganggap pekerjaan itu sebagai impiannya.
Hingga pertengahan Maret, polisi menyatakan tidak menemukan indikasi adanya rencana serangan dari Hirokawa.
Dampak Kejadian
Setelah insiden penikaman yang menewaskan pegawai dan pelaku, Pokémon Co., perusahaan yang mengoperasikan toko Pokémon di Jepang, mengumumkan penutupan sementara toko Pokémon Center di Ikebukuro serta kafe Pikachu Sweets yang berada di sebelahnya.
Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyatakan, “Kami akan memprioritaskan kerja sama penuh kami dengan polisi dan perawatan fisik serta mental staf kami.”
Video kejadian yang beredar di media sosial menunjukkan suasana kepanikan saat para pengunjung berlarian keluar dari gedung seiring kedatangan ambulans.
Kejadian ini menarik perhatian publik karena terjadi di tengah musim liburan musim semi bagi anak-anak di Jepang.
