Prabowo Kumpulkan Para Menteri, Minta Percepatan Pengolahan Sampah jadi Energi. Gambar: Dok. Setkab
Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Rabu (25/3), untuk membahas percepatan pengelolaan sampah menjadi energi.
Pertemuan ini merupakan bagian dari inisiatif percepatan transformasi pengelolaan waste to energy (WtE) di berbagai daerah di Indonesia.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, dan Mensesneg Prasetyo Hadi.
Dalam pertemuan ini, Prabowo Subianto menekankan pentingnya langkah cepat dan terintegrasi dari pemerintah pusat untuk menangani sampah yang belum tertangani, khususnya di daerah padat penduduk.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Prabowo meminta agar sampah-sampah lama segera dibersihkan dan dimanfaatkan sebagai sumber energi, terutama energi listrik.
“Presiden Prabowo menginginkan pemerintah pusat segera mengelola sampah-sampah yang telah lama tidak tertangani dengan baik di daerah untuk segera dibersihkan, dihilangkan, dan dimanfaatkan untuk menjadi energi, terutama energi listrik,” ujar Teddy, dikutip dari laman resmi Presiden RI.
Perkembangan Proyek WtE di Kota Besar
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, memaparkan perkembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi yang sedang berjalan di sejumlah kota besar dan padat penduduk.
Kota-kota tersebut meliputi Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Bali.
Rosan menjelaskan bahwa program WtE yang dijalankan Danantara dirancang untuk mentransformasi sampah menjadi energi yang bermanfaat bagi masyarakat di berbagai wilayah.
“Kami memastikan percepatan ini berjalan terukur, berbasis investasi yang kuat dan kolaborasi lintas sektor, untuk segera mengurangi beban sampah sekaligus menghadirkan energi bagi sejumlah wilayah di Indonesia,” kata Rosan.
Kerja Sama dengan Perusahaan asal Tiongkok
Dalam upaya menjalankan program ini, Danantara telah menggandeng dua perusahaan asal Tiongkok sebagai mitra operator fasilitas WtE.
Untuk wilayah Bekasi, Danantara bekerja sama dengan Wangneng Environment Co., Ltd., sementara untuk wilayah Denpasar Raya, mitra yang ditunjuk adalah Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi percepatan proyek yang dicanangkan dalam rapat Kabinet Merah Putih dan menjadi prioritas dalam agenda pengelolaan sampah secara nasional di bawah arahan Prabowo Subianto.
