Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
Subscribe
  • News

Afrika Hentikan Ekspor Logam Baterai, Penambang China Menjerit

Negara-negara Afrika batasi ekspor logam baterai sejak 2025, picu lonjakan harga kobalt dan litium serta ganggu pasokan global industri kendaraan listrik.
Redaksi Cahaya March 26, 2026 2 minutes read
Afrika Hentikan Ekspor Logam Baterai, Penambang China Menjerit

Afrika Hentikan Ekspor Logam Baterai, Penambang China Menjerit. Gambar: Dok. Bloomberg Technoz

Sejak Februari 2025, sejumlah negara di Afrika memberlakukan pembatasan ekspor logam baterai, yang berdampak langsung terhadap operasional perusahaan pertambangan asal China.

Kebijakan ini memicu gangguan pasokan bahan baku penting untuk kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi (BESS), yang selama ini menjadi andalan ekspor dan impor antara Afrika dan China.

Kebijakan ini merupakan bagian dari perubahan tata kelola komoditas strategis di kawasan, termasuk upaya negara-negara seperti Republik Demokratik Kongo dan Zimbabwe untuk meningkatkan nilai tambah produksi dalam negeri.

Akibatnya, perusahaan China yang selama lebih dari satu dekade menanamkan investasi besar di Afrika mengalami keterbatasan pemanfaatan aset dan peningkatan biaya produksi akibat melonjaknya harga komoditas.

Kenaikan harga komoditas logam baterai pun tercatat signifikan.

Dikutip dari Fastmarkets Ltd, harga kobalt meningkat lebih dari 160%, sementara kobalt hidroksida naik lebih dari empat kali lipat. Harga litium juga menyentuh level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Alasan Negara-Negara di Afrika Batasi Ekspor

Republik Demokratik Kongo sejak Februari 2025 secara resmi membatasi ekspor logam baterai dengan tujuan mengurangi kelebihan pasokan sekaligus mendorong hilirisasi di dalam negeri.

Langkah serupa diambil oleh Zimbabwe, yang melarang ekspor konsentrat litium guna mendorong pembangunan fasilitas pengolahan lokal.

Kebijakan tersebut berdampak langsung pada rantai pasok global, terutama hubungan ekspor dan impor antara Afrika dan China dalam hal logam baterai.

Negara lain seperti Guinea juga sedang mengkaji kebijakan serupa. Sebagai pemasok utama bauksit untuk industri aluminium China, Guinea berencana mengendalikan ekspor bijih demi mempercepat pengolahan dalam negeri.

Investasi China di Afrika

Perusahaan-perusahaan tambang China telah menanamkan investasi besar di sektor logam baterai Afrika selama lebih dari satu dekade.

Di Zimbabwe, Sinomine Resource Group Co. dan Zhejiang Huayou Cobalt Co. telah menggelontorkan investasi sebesar USD2,8 miliar sejak 2020 untuk proyek litium.

Di Republik Demokratik Kongo, CMOC Group Ltd. menginvestasikan sekitar USD9 miliar di dua tambang tembaga-kobalt sejak 2016, serta proyek ekspansi senilai USD1,1 miliar.

Investasi tersebut sebelumnya berhasil meningkatkan kapasitas produksi. Produksi kobalt di Kongo diketahui meningkat lebih dari dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Sementara itu, Zimbabwe kini menjadi produsen litium terbesar keempat di dunia, memperkuat peran strategisnya dalam rantai pasokan global logam baterai.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Trump Klaim AS Menang dalam Konflik dengan Iran
Next: KPPU Umumkan Putusan Kasus Dugaan Pelanggaran Pinjol

Related News

Mau Tetap Ideal? Ini Batas Aman Makan Nastar yang Disarankan
  • News

Mau Tetap Ideal? Ini Batas Aman Makan Nastar yang Disarankan

Redaksi Cahaya March 26, 2026
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Pengguna Bisa Edit Urutan Carousel
  • News

Instagram Hadirkan Fitur Baru, Pengguna Bisa Edit Urutan Carousel

Redaksi Cahaya March 26, 2026
KPPU Umumkan Putusan Kasus Dugaan Pelanggaran Pinjol
  • News

KPPU Umumkan Putusan Kasus Dugaan Pelanggaran Pinjol

Redaksi Cahaya March 26, 2026

Recent Posts

  • Luciano Spalletti Diprediksi Siap Depak 8 Pemain Juventus di Bursa Musim Panas
  • Mau Tetap Ideal? Ini Batas Aman Makan Nastar yang Disarankan
  • Instagram Hadirkan Fitur Baru, Pengguna Bisa Edit Urutan Carousel
  • KPPU Umumkan Putusan Kasus Dugaan Pelanggaran Pinjol
  • Afrika Hentikan Ekspor Logam Baterai, Penambang China Menjerit
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ASTON VILLA ATALANTA ATLETICO MADRID BARCELONA CHELSEA EVERTON FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 IDULFITRI IDULFITRI 2026 INDONESIA INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT JOHN HERDMAN LA LIGA LALU LINTAS LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIVERPOOL MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK NEWCASTLE PIALA FA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE PUASA RAMADAN REAL MADRID SERIE A SUPER LEAGUE TEMPAT WISATA TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH TOTTENHAM HOTSPUR

You may have missed

Luciano Spalletti Diprediksi Siap Depak 8 Pemain Juventus di Bursa Musim Panas
  • Sepakbola
  • Serie A

Luciano Spalletti Diprediksi Siap Depak 8 Pemain Juventus di Bursa Musim Panas

Aura March 26, 2026
Mau Tetap Ideal? Ini Batas Aman Makan Nastar yang Disarankan
  • News

Mau Tetap Ideal? Ini Batas Aman Makan Nastar yang Disarankan

Redaksi Cahaya March 26, 2026
Instagram Hadirkan Fitur Baru, Pengguna Bisa Edit Urutan Carousel
  • News

Instagram Hadirkan Fitur Baru, Pengguna Bisa Edit Urutan Carousel

Redaksi Cahaya March 26, 2026
KPPU Umumkan Putusan Kasus Dugaan Pelanggaran Pinjol
  • News

KPPU Umumkan Putusan Kasus Dugaan Pelanggaran Pinjol

Redaksi Cahaya March 26, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.