Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Gambar: ABC News
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Israel telah memenangkan konflik dengan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikannya di hadapan para pendukung dan diunggah ulang oleh akun resmi Kementerian Luar Negeri di platform X.
“Kami sudah menang. Perang ini sudah dimenangkan. Satu-satunya yang ingin terus memanjangkan konflik ini hanyalah berita palsu,” ujar Trump sebagaimana dikutip pada Rabu (25/3).
Trump mengklaim pesawat militer Amerika Serikat kini bebas beroperasi di atas wilayah Teheran tanpa adanya perlawanan dari pihak Iran.
“Dan kita benar-benar memiliki pesawat yang terbang di atas Teheran dan bagian lain negara mereka, mereka tak bisa berbuat apa-apa,” ucapnya.
Klaim Dominasi Militer atas Iran
Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat memiliki dominasi militer di wilayah Iran.
Ia menyebut Iran tidak memiliki kekuatan militer yang seimbang, termasuk angkatan laut maupun angkatan udara yang signifikan.
Menurut Trump, kekuatan militer Iran tidak mampu menahan atau merespons jika Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap infrastruktur penting seperti pembangkit listrik.
“Jika saya ingin menargetkan pembangkit listrik besar dan kuat itu, mereka tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya.
Pernyataan ini menjadi bagian dari retorika Trump terkait konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat.
Dalam berbagai kesempatan, ia menampilkan narasi bahwa kekuatan militer AS jauh lebih unggul dibandingkan Iran, serta menuding bahwa pemberitaan yang menyatakan sebaliknya adalah bentuk “berita palsu.”
Operasi Militer Tetap Dilanjutkan
Meski telah mengklaim kemenangan atas Iran, Trump menegaskan bahwa operasi militer tetap harus dilanjutkan guna memastikan stabilitas dan pencapaian hasil akhir dari konflik tersebut.
“Kita tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan? Kita harus menyelesaikan pekerjaan,” kata Trump di hadapan para pendukungnya.
Ia menyatakan bahwa pemerintahan Amerika Serikat tidak ingin terus-menerus menghadapi konflik yang berulang setiap dua tahun.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat, di bawah kepemimpinan Trump, tetap mempertahankan pendekatan militer aktif dalam menyikapi dinamika konflik Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran.
