Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Presiden Korea Utara. Gambar: Dok. Reuters
Kim Jong Un kembali terpilih sebagai Presiden Komisi Urusan Negara, jabatan tertinggi di pemerintahan Korea Utara, dalam sidang pertama Majelis Rakyat Tertinggi (SPA) masa jabatan ke-15 yang digelar di Pyongyang pada Minggu (22/3).
Keputusan ini diumumkan oleh kantor berita pemerintah KCNA pada Senin (23/3), menegaskan kepemimpinannya dalam struktur kekuasaan negara.
Pemilihan tersebut diikuti oleh 687 deputi dan warga negara Korea Utara berusia di atas 17 tahun yang diberikan opsi untuk menyetujui atau menolak satu-satunya kandidat dari partai yang berkuasa.
Hasilnya menunjukkan Kim Jong Un memperoleh dukungan sebesar 99,93% suara, sementara 0,07% menolak, dengan tingkat partisipasi mencapai 99,99%.
“Majelis Rakyat Tertinggi memilih kembali Kim Jong Un sebagai Presiden Urusan Negara Republik Demokratik Rakyat Korea dalam sidang pertama masa jabatan ke-15,” jelas KCNA, dikutip pada Rabu (25/3), serta menyebut bahwa keputusan ini mencerminkan kehendak rakyat Korea Utara.
Pemilihan ini mempertegas posisi Kim Jong Un sebagai kepala badan pembuat kebijakan sekaligus pemimpin tertinggi pemerintahan Korea Utara.
Foto resmi yang dirilis KCNA memperlihatkan Kim Jong Un mengenakan setelan formal Barat, duduk di tengah panggung dan diapit oleh para pejabat tinggi negara, dengan latar belakang patung Kim Jong Il dan Kim Il Sung.
Komitmen pada Penguatan Nuklir
Dalam pidatonya usai terpilih kembali, Kim Jong Un menegaskan bahwa Korea Utara akan terus mempertahankan dan memperkuat statusnya sebagai negara bersenjata nuklir.
Ia menekankan akan memperkuat posisi tersebut dan meningkatkan kemampuan penangkal nuklir sebagai bagian dari pertahanan diri.
Kim juga menyatakan kesiapan negaranya untuk merespons tanpa pertimbangan apabila ada tindakan dari pihak luar yang dianggap merugikan.
Fokus pada Target Ekonomi
Di sektor ekonomi, Kim Jong Un menyampaikan target peningkatan produksi industri hingga 1,5 kali lipat dalam periode rencana lima tahun ke depan.
Ia juga menyebutkan adanya kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun terakhir, termasuk pembaruan mesin di sejumlah pabrik sebagai bagian dari pembangunan industri nasional.
