Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • News

Pola Tidur Kacau setelah Ramadan? Ini Cara Mengatasinya

Cara mengatur ulang pola tidur setelah Ramadan agar kembali normal, mulai dari jadwal tidur, aktivitas harian, hingga pola makan yang tepat.
Redaksi Cahaya March 23, 2026 3 minutes read
Pola Tidur Kacau setelah Ramadan? Ini Cara Mengatasinya

Pola Tidur Kacau setelah Ramadan? Ini Cara Mengatasinya. Gambar: Ilustrasi Canva

Setelah berakhirnya bulan Ramadan, banyak orang mengalami perubahan pola tidur yang tidak langsung kembali normal.

Selama Ramadan, tubuh terbiasa bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut, menyebabkan ritme tidur terganggu usai Lebaran.

Perubahan ini umum terjadi dan tubuh memerlukan waktu untuk kembali menyesuaikan dengan pola tidur harian seperti sebelum Ramadan.

Menurut dr. Trias Nugrahadi, Sp.KN, pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Pasundan, perubahan pola tidur pasca-Ramadan perlu diperhatikan agar tidak mengganggu sistem biologis tubuh.

“Perubahan pola tidur harus diperhatikan, karena jika tidak baik jelas akan mengganggu ritme sirkadian yang mengatur sistem biologis tubuh,” jelasnya, dikutip dari laman resmi Universitas Pasundan, Minggu (22/3).

Ritme sirkadian atau sistem pengatur waktu biologis dalam tubuh membutuhkan konsistensi untuk bekerja secara optimal.

Agar pola tidur kembali normal, terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan seperti mengatur waktu tidur dan bangun, mengelola aktivitas harian, serta memperhatikan asupan makanan dan minuman di malam hari.

Cara Mengatur Ulang Pola Tidur setelah Ramadan

Salah satu langkah awal untuk memperbaiki pola tidur adalah membiasakan diri bangun pada jam yang sama setiap hari, misalnya pukul 05.00.

Jika tubuh masih terbiasa terbangun saat sahur, sebaiknya hindari aktivitas seperti menggunakan ponsel agar tidak semakin terjaga dan sulit tidur kembali.

Aktivitas di pagi dan siang hari juga perlu ditingkatkan. Setelah Lebaran, disarankan untuk melakukan kegiatan fisik maupun sosial seperti bersilaturahmi atau berkunjung ke rumah kerabat agar tubuh tetap aktif.

Aktivitas ini membantu tubuh merasa lebih lelah dan mempermudah proses tidur di malam hari.

Untuk mendukung adaptasi tubuh, dr. Trias menyarankan agar aktivitas utama dipusatkan sebelum pukul 12.00 siang.

Setelah itu, tidur siang singkat sekitar 20 menit bisa dimanfaatkan untuk mengembalikan energi.

“Grafik tubuh akan naik sampai pukul 12 siang. Di kedokteran, ada istilah cat nap, seperti tidur kucing, minimal 20 menit tapi saat bangun tubuh akan lebih segar,” ujarnya.

Konsumsi kafein juga perlu dibatasi, terutama pada minggu-minggu awal setelah Ramadan. Minuman berkafein seperti kopi bisa menyebabkan sulit tidur di malam hari.

Selain itu, makan dalam jumlah besar terlalu malam sebaiknya dihindari karena dapat membuat sistem pencernaan tetap aktif dan mengganggu waktu istirahat.

Dr. Trias juga menyarankan agar tidak makan setelah pukul 19.00.

Waktu tidur malam idealnya dimulai pukul 21.00 hingga 22.00. Bagi yang mengalami gangguan tidur seperti insomnia, dr. Trias menyarankan untuk menghindari tidur dalam kondisi pencahayaan yang terang.

“Usahakan pukul 9 atau 10 malam itu sudah tidur. Bagi yang sering insomnia, jangan dibiasakan tidur dalam keadaan lampu menyala atau terlalu banyak cahaya, karena akan mengganggu sistem hormonal,” jelasnya.

Olahraga secara rutin juga berperan dalam menjaga kualitas tidur. Aktivitas fisik membuat tubuh terasa lebih segar dan meningkatkan kualitas istirahat pada malam hari, yang secara keseluruhan berdampak positif terhadap kesehatan tubuh.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: 8 Tips Jaga Tubuh Tetap Sehat usai Lebaran
Next: Cara Ampuh Mengatasi Rasa Lelah setelah Mudik Lebaran

Related News

Japanese-Iced-Coffee-VI
  • News

Membuat Kopi Drip Jepang yang Otentik

Redaksi Cahaya May 13, 2026
Pengaruh Ganti Kampas Ganda Baru pada Akselerasi Motor Matic
  • News

Pengaruh Ganti Kampas Ganda Baru pada Akselerasi Motor Matic

Redaksi Cahaya May 13, 2026
Apa Itu Shaft Propeller? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya pada Mobil
  • News

Apa Itu Shaft Propeller? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya pada Mobil

Redaksi Cahaya May 13, 2026

Recent Posts

  • Membuat Kopi Drip Jepang yang Otentik
  • Pengaruh Ganti Kampas Ganda Baru pada Akselerasi Motor Matic
  • Apa Itu Shaft Propeller? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya pada Mobil
  • Pantai Kuta Bali, Tempat Wisata Favorit untuk Surfing dan Menikmati Sunset
  • Pat Juk, Bubur Kacang Merah Korea yang Populer Saat Musim Dingin
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATLETICO MADRID BARCELONA CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 FILM HASIL PERTANDINGAN IDULFITRI IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL KOPI LA LIGA LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MAKANAN KHAS KOREA MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MUDIK PIALA DUNIA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE REAL MADRID REST AREA SEPAK BOLA SERIE A SUPER LEAGUE TANGERANG TEMPAT NONGKRONG TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH TIPS KENDARAAN

You may have missed

Japanese-Iced-Coffee-VI
  • News

Membuat Kopi Drip Jepang yang Otentik

Redaksi Cahaya May 13, 2026
Pengaruh Ganti Kampas Ganda Baru pada Akselerasi Motor Matic
  • News

Pengaruh Ganti Kampas Ganda Baru pada Akselerasi Motor Matic

Redaksi Cahaya May 13, 2026
Apa Itu Shaft Propeller? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya pada Mobil
  • News

Apa Itu Shaft Propeller? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya pada Mobil

Redaksi Cahaya May 13, 2026
bcdff707290d71798b79a9160ac1d4d4
  • News

Pantai Kuta Bali, Tempat Wisata Favorit untuk Surfing dan Menikmati Sunset

Redaksi Cahaya May 13, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.