Dedi Mulyadi Siapkan Rp6,9 Miliar untuk Kompensasi Sopir Angkot dan Ojek yang Diliburkan. Gambar: Dok Pemprov Jabar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengalokasikan dana sebesar Rp6,9 miliar untuk memberikan kompensasi kepada 3.000 pengemudi yang terdiri dari sopir angkot, tukang becak, dan kusir andong yang diliburkan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Dana kompensasi tersebut mulai didistribusikan sejak Kamis (12/3) dan ditargetkan selesai pada Jumat (13/3).
Kebijakan ini diterapkan guna mendukung kelancaran lalu lintas di wilayah Jawa Barat selama masa mudik dan balik Lebaran.
“Rp6,9 miliar untuk 3.000 penerima manfaat se-Jawa Barat,” ujar Dedi usai menghadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Mapolda Jawa Barat, Kamis (12/3).
Ia juga memastikan distribusi dana berjalan sesuai jadwal.
“Saya sudah cek Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah Provinsi Jawa Barat, seluruh uangnya sudah mulai terdistribusi malam ini dan besok selesai semuanya,” ungkapnya, dikutip melalui laman resmi Provinsi Jawa Barat pada Sabtu (14/3).
Para penerima kompensasi tersebar di sejumlah wilayah di Jawa Barat, antara lain:
- Garut
- Cirebon
- Subang
- Bogor
- Cianjur
- Padalarang
- Lembang
- Kota Bandung
Mereka diliburkan secara bergantian, baik sebelum maupun setelah Idulfitri, sejalan dengan kebijakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan pemerintah daerah.
Kebijakan Pemerintah Daerah Mendukung Kelancaran Lalu Lintas Lebaran
Kebijakan kompensasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus wisata selama masa Lebaran 2026.
Selain pengalihan operasional transportasi lokal, pemerintah juga menyiapkan layanan darurat di jalur tol untuk menghadapi berbagai kondisi darurat.
Salah satu mobil operasional gubernur yang sebelumnya bermerek Mercy telah dialihfungsikan menjadi ambulans darurat dan akan ditempatkan di Tol Cipali.
Langkah ini diambil setelah sebelumnya terdapat kejadian seorang pemudik yang melahirkan di pinggir jalan tol.
“Nanti kalau ada yang melahirkan di jalan, bisa ditangani di mobil itu. Jangan lagi melahirkan di pinggir jalan,” jelas Dedi.
Fokus Pemerintah Daerah
Selain fokus pada arus mudik dan balik, pemerintah daerah juga berupaya mengantisipasi potensi kemacetan di kawasan wisata usai Idulfitri.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian untuk penguraian kepadatan lalu lintas meliputi:
- Lembang
- Puncak
- Padalarang
“Bukan hanya arus mudik saja yang dipertimbangkan, tapi juga arus wisata setelah hari raya,” ujar Dedi.
Imbauan untuk Menghargai Petugas Lapangan selama Libur Lebaran
Dalam pelaksanaan kebijakan ini, Dedi Mulyadi juga mengimbau masyarakat agar menghargai kerja keras para petugas lapangan yang tetap bertugas selama masa mudik dan libur Lebaran, termasuk aparat keamanan dan petugas kebersihan.
“Mereka bertugas saat orang lain berkumpul dengan keluarga. Karena itu masyarakat harus menghargai mereka ketika menjalankan tugas,” katanya.
Ia menyampaikan secara khusus ucapan terima kasih kepada petugas kebersihan yang tetap bekerja saat perayaan Idulfitri.
“Dan petugas kebersihan saya juga mengucapkan selamat ya, terima kasih. Mereka adalah bagian penting ketika orang salat Id, dia memungut sampah. Hatur nuhun,” tambahnya.
