Car Free Night Sudirman–Thamrin Digelar pada Malam Takbiran, Ada Pawai Obor. Gambar: Dok. Berita Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberlakukan kebijakan malam bebas kendaraan bermotor (car free night) pada malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan ini akan dimulai pada pukul 22.00 WIB di kawasan Sudirman–Thamrin, Jakarta, dan hanya memperbolehkan kendaraan umum seperti Transjakarta untuk beroperasi.
“Saya sudah menyetujui untuk malam itu mulai dari jam 10 malam, kita akan mengadakan acara yang disebut dengan car free night,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/3).
Car free night ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk menyemarakkan malam takbiran.
Pramono menegaskan bahwa kendaraan pribadi tidak diizinkan melintas di kawasan tersebut, namun Transjakarta tetap beroperasi agar masyarakat tetap dapat beraktivitas.
“Tidak diizinkan kendaraan pribadi untuk masuk, tetapi Transjakarta tetap beroperasi sehingga orang bisa beraktivitas,” ujarnya.
Rangkaian Kegiatan Sambut Idulfitri dan Pawai Obor
Selain car free night di kawasan Sudirman–Thamrin, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah kegiatan lain dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 2026.
Beberapa agenda yang telah dijadwalkan antara lain:
- Hijab fashion show akan digelar pada Kamis (12/3) di kawasan Tanah Abang.
- Festival bedug dan pawai obor akan berlangsung pada Kamis malam (19/3) sebagai bagian dari perayaan Ramadan.
Gubernur Pramono menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara ini dirancang sebagai ruang ekspresi masyarakat dalam suasana keagamaan.
Pemprov DKI sebelumnya juga telah menyelenggarakan kegiatan serupa, seperti pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi yang digelar di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
Program Mudik gratis dan Arus Balik
Sebagai bagian dari pelayanan kepada warga yang akan merayakan lebaran di kampung halaman, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan mengadakan program mudik gratis dan arus balik. Jadwal keberangkatan telah ditentukan sebagai berikut:
- Bus pemudik akan diberangkatkan dari Monumen Nasional (Monas) pada 17 Maret 2026.
- Sepeda motor pemudik diberangkatkan lebih awal, yaitu pada 16 Maret 2026, dari Terminal Pulogadung, Jakarta.
Untuk arus balik ke Jakarta:
- Para pemudik akan diberangkatkan dari 20 terminal atau kota tujuan menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang pada 26 Maret 2026.
- Sepeda motor pemudik diangkut menggunakan truk dari enam terminal kota tujuan ke Terminal Pulogadung pada 25 Maret 2026.
Gubernur Pramono menyampaikan bahwa jumlah peserta program mudik ini meningkat dari estimasi awal.
“Yang awalnya hanya kita perkirakan 26.000, tetapi karena antusiasme yang tinggi sekarang yang sudah terverifikasi menjadi 30.774 pemudik,” ungkapnya.
Seiring dengan meningkatnya jumlah peserta, jumlah armada bus juga ditambah dari sebelumnya 670 unit menjadi 709 unit untuk memenuhi kebutuhan pemudik.
