Dua Tol di Jateng Hanya Buka sampai 18.00 saat Fungsional Lebaran. Gambar: Dok. Humas Jateng
Dua ruas jalan tol fungsional di Jawa Tengah, yaitu Tol Ambarawa–Bawen dan Tol Solo–Yogya–Prambanan, akan dibuka secara terbatas selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kedua jalur tol tersebut hanya beroperasi mulai pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
Pembatasan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas di daerah rawan macet, khususnya di kawasan Simpang Bawen, Kabupaten Semarang.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa keterbatasan operasional tol fungsional disebabkan oleh belum lengkapnya fasilitas keselamatan jalan, seperti rambu lalu lintas dan penerangan.
“Dikarenakan rambu dan penerangan jalan belum lengkap, maka fungsional tol tidak 24 jam. Waktu operasional tol fungsional mulai pukul 06.00 sampai 18.00,” kata dia usai meninjau Gerbang Tol Ambarawa, Selasa (10/3), dikutip dari laman resmi Pemprov Jateng.
Pengoperasian terbatas dua ruas tol ini dimaksudkan agar tidak terjadi titik rawan kecelakaan atau kemacetan parah.
“Dua (ruas tol) ini kita fungsionalkan agar tidak terjadi black spot maupun trouble spot. Biasanya pada puncak arus mudik itu Bawen crowded,” ucap Luthfi.
Jadwal Operasional Tol saat Idulfitri
Tol Ambarawa–Bawen dan Tol Solo–Yogya–Prambanan hanya akan difungsikan selama arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Jalur A dari Bawen menuju Ambarawa akan dibuka untuk arus mudik mulai 13 Maret 2026.
Sementara itu, jalur B dari Ambarawa ke Bawen akan dibuka untuk arus balik mulai 15 Maret 2026.
Fungsionalisasi jalan tol ini ditujukan sebagai jalur alternatif guna mengurangi tekanan lalu lintas pada jalur-jalur utama yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan menjelang Idulfitri di wilayah Jawa Tengah.
Penempatan Pos Pengamanan
Untuk mendukung pengoperasian dua ruas tol tersebut, akan didirikan dua pos pengamanan. Lokasi pos pengamanan berada di Exit Tol Bawen dan Exit Tol Ambarawa.
Penjagaan di pos-pos tersebut akan melibatkan personel dari Dinas Perhubungan serta Kepolisian.
Selain pengaturan teknis dan keamanan, Gubernur Jawa Tengah juga mengingatkan kepada masyarakat yang akan mudik agar tetap berhati-hati selama di perjalanan.
“Hati-hati karena keluarga menunggu di rumah,” imbaunya.
