Prabowo Gelar Maraton Rapat di Hambalang, Bahas Apa Aja?. Gambar: Instagram/@sekretariat.kabinet
Presiden Prabowo Subianto menggelar lima rapat kerja secara maraton bersama sejumlah pejabat Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (8/3).
Rapat berlangsung dari siang hingga malam hari dan difokuskan pada sejumlah isu strategis nasional.
“Pada Minggu siang sampai malam hari, Presiden Prabowo Subianto menggelar lima rapat berbeda dengan memanggil beberapa menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Jawa Barat, 8 Maret 2026,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dikutip dari laman resmi Presiden RI.
Rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan, Rektor Universitas Pertahanan Anton Nugroho, dan Direktur Utama PT Pindad Sigit Santosa.
Fokus pada Isu Pendidikan Tinggi dan Kampus Baru
Dalam salah satu rapat, Presiden Prabowo menyoroti pembangunan 10 kampus baru yang berfokus pada bidang STEM (sains, teknologi, engineering, dan matematika) serta pendidikan kedokteran.
“Perkembangan pembangunan 10 kampus baru terkait di bidang STEM (sains, teknologi, engineering, dan matematika) serta pendidikan kedokteran,” ungkap Teddy.
Selain membahas infrastruktur pendidikan, Prabowo juga meminta laporan tentang peningkatan kualitas perguruan tinggi negeri agar mampu bersaing di tingkat global dan memperluas kolaborasi dengan universitas terkemuka dunia.
Presiden Prabowo turut menyoroti kelanjutan program pendidikan untuk mahasiswa asal Palestina yang sedang menempuh studi di Indonesia, khususnya di Universitas Pertahanan.
Menurut Teddy, sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada 2022, Prabowo telah mengundang 20 hingga 40 pelajar Palestina untuk menempuh pendidikan di Indonesia.
Saat ini, jumlah mahasiswa Palestina di Indonesia hampir mencapai 200 orang.
Pembahasan Geopolitik dan Kesiapan Arus Mudik
Selain isu pendidikan, rapat juga membahas perkembangan situasi geopolitik internasional, terutama di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini dinilai memiliki implikasi terhadap kondisi global dan regional, termasuk Indonesia.
“Perkembangan situasi di Timur Tengah dihubungkan dengan eskalasi geopolitik di Indonesia,” ucap Teddy.
Persiapan menghadapi arus mudik menjelang Hari Raya Idulfitri turut menjadi agenda penting dalam rangkaian rapat tersebut.
Prabowo menekankan pentingnya menjamin kelancaran dan keamanan mobilitas masyarakat, terutama selama 10 hari menjelang Idulfitri.
“Kesiapan keamanan dan kelancaran mudik menjelang 10 hari menuju Hari Raya Idulfitri,” pungkas Teddy.
