Jose Mourinho Ngamuk, Tak Terima Disebut Pengkhianat. Gambar: TalkSport
Jose Mourinho memprotes keras tudingan pengkhianat yang diarahkan kepadanya dalam laga derby O Clássico antara Benfica dan FC Porto di Estádio da Luz, Senin (9/3) dini hari WIB.
Pertandingan yang berakhir imbang 2-2 itu memanas setelah Mourinho bersitegang dengan staf Porto, Lucho Gonzalez, yang disebut berulang kali memanggilnya pengkhianat.
Ketegangan memuncak usai gol penyama dari Benfica di menit ke-88 yang disusul dengan insiden Mourinho mendapatkan kartu merah dari wasit Joao Pinheiro.
Mourinho mengungkapkan bahwa Lucho Gonzalez menyebutnya pengkhianat sebanyak 50 kali.
Ia mempertanyakan tudingan tersebut, mengingat dirinya pernah membawa FC Porto meraih Liga Champions.
“Dia memanggil saya pengkhianat 50 kali. Saya ingin dia menjelaskan kepada saya, pengkhianat terhadap apa?” kata Mourinho.
Ia menekankan bahwa dirinya selalu menunjukkan profesionalisme di setiap klub yang dilatih.
“Saya pergi ke FC Porto, saya memberikan jiwa saya untuk FC Porto, saya pergi ke Chelsea, ke Inter, ke Real Madrid, saya berkeliling dunia dan memberikan 24 jam hidup saya setiap hari. Itu adalah profesionalisme,” sambungnya.
Masih dalam situasi panas, Mourinho menyinggung masa lalu Gonzalez yang juga pernah pindah klub.
“Ketika dia pergi ke Marseille, apakah dia pengkhianat? Pengkhianat terhadap apa? Dia bisa saja menghina saya dengan cara yang lebih bisa saya terima, tapi saya pikir itu adalah serangan terhadap profesionalisme saya, yang sangat saya hargai,” tegas Mourinho sebelum meninggalkan lapangan.
Jalannya Pertandingan Benfica vs FC Porto
Pertandingan Liga Portugal antara Benfica dan FC Porto berlangsung sengit sejak awal. FC Porto unggul di babak pertama melalui dua gol.
Gol pertama dicetak oleh Victor Froholdt pada menit ke-10.
Gol kedua disusul oleh Oskar Pietuszewski di menit ke-40. Keunggulan 2-0 membuat Porto dominan di 45 menit awal.
Memasuki babak kedua, Benfica tampil lebih agresif setelah Jose Mourinho melakukan perubahan taktik. Hasilnya terlihat saat Andreas Schjelderup mencetak gol pada menit ke-69.
Benfica terus menekan hingga akhirnya Leandro Barreiro mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-88. Skor 2-2 bertahan hingga akhir laga.
Insiden Kartu Merah Jose Mourinho
Ketegangan terjadi usai gol penyama dari Benfica. Jose Mourinho mendapatkan kartu merah dari wasit Joao Pinheiro karena dianggap menendang botol ke arah bangku cadangan FC Porto.
Insiden itu terjadi bersamaan dengan perselisihannya dengan Lucho Gonzalez yang kemudian menyebutnya pengkhianat.
Wasit Joao Pinheiro langsung memberikan kartu merah tanpa peringatan, memaksa Mourinho meninggalkan area teknis sebelum pertandingan selesai.
Insiden ini menjadi sorotan utama dari laga yang seharusnya menjadi duel taktik antara dua tim besar di Liga Portugal.
Latar belakang Jose Mourinho dan FC Porto
Jose Mourinho merupakan mantan pelatih FC Porto yang pernah membawa klub tersebut menjuarai Liga Champions.
Kariernya kemudian berlanjut ke klub-klub besar Eropa seperti Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.
Dalam pernyataannya, Mourinho menegaskan bahwa kepindahannya dari Porto ke klub-klub lain adalah bagian dari profesionalisme.
