Skip to content
Cahaya.co

Cahaya.co

Primary Menu
  • Home
  • Top Stories
  • News
  • Sepakbola
    • Liga Champions
    • Premier League
    • Serie A
    • La Liga
    • Bundesliga
    • Liga Indonesia
    • Liga Yooscout
  • LIGA YOOSCOUT
Subscribe
  • Sepakbola

Jose Mourinho Ngamuk, Tak Terima Disebut Pengkhianat

Jose Mourinho memprotes keras tudingan pengkhianat dalam laga Benfica vs FC Porto yang berakhir 2-2.
Redaksi Cahaya March 9, 2026 3 minutes read
Jose Mourinho Ngamuk, Tak Terima Disebut Pengkhianat

Jose Mourinho Ngamuk, Tak Terima Disebut Pengkhianat. Gambar: TalkSport

Jose Mourinho memprotes keras tudingan pengkhianat yang diarahkan kepadanya dalam laga derby O Clássico antara Benfica dan FC Porto di Estádio da Luz, Senin (9/3) dini hari WIB.

Pertandingan yang berakhir imbang 2-2 itu memanas setelah Mourinho bersitegang dengan staf Porto, Lucho Gonzalez, yang disebut berulang kali memanggilnya pengkhianat.

Ketegangan memuncak usai gol penyama dari Benfica di menit ke-88 yang disusul dengan insiden Mourinho mendapatkan kartu merah dari wasit Joao Pinheiro.

Mourinho mengungkapkan bahwa Lucho Gonzalez menyebutnya pengkhianat sebanyak 50 kali.

Ia mempertanyakan tudingan tersebut, mengingat dirinya pernah membawa FC Porto meraih Liga Champions.

“Dia memanggil saya pengkhianat 50 kali. Saya ingin dia menjelaskan kepada saya, pengkhianat terhadap apa?” kata Mourinho.

Ia menekankan bahwa dirinya selalu menunjukkan profesionalisme di setiap klub yang dilatih.

“Saya pergi ke FC Porto, saya memberikan jiwa saya untuk FC Porto, saya pergi ke Chelsea, ke Inter, ke Real Madrid, saya berkeliling dunia dan memberikan 24 jam hidup saya setiap hari. Itu adalah profesionalisme,” sambungnya.

Masih dalam situasi panas, Mourinho menyinggung masa lalu Gonzalez yang juga pernah pindah klub.

“Ketika dia pergi ke Marseille, apakah dia pengkhianat? Pengkhianat terhadap apa? Dia bisa saja menghina saya dengan cara yang lebih bisa saya terima, tapi saya pikir itu adalah serangan terhadap profesionalisme saya, yang sangat saya hargai,” tegas Mourinho sebelum meninggalkan lapangan.

Jalannya Pertandingan Benfica vs FC Porto

Pertandingan Liga Portugal antara Benfica dan FC Porto berlangsung sengit sejak awal. FC Porto unggul di babak pertama melalui dua gol.

Gol pertama dicetak oleh Victor Froholdt pada menit ke-10.

Gol kedua disusul oleh Oskar Pietuszewski di menit ke-40. Keunggulan 2-0 membuat Porto dominan di 45 menit awal.

Memasuki babak kedua, Benfica tampil lebih agresif setelah Jose Mourinho melakukan perubahan taktik. Hasilnya terlihat saat Andreas Schjelderup mencetak gol pada menit ke-69.

Benfica terus menekan hingga akhirnya Leandro Barreiro mencetak gol penyama kedudukan di menit ke-88. Skor 2-2 bertahan hingga akhir laga.

Insiden Kartu Merah Jose Mourinho

Ketegangan terjadi usai gol penyama dari Benfica. Jose Mourinho mendapatkan kartu merah dari wasit Joao Pinheiro karena dianggap menendang botol ke arah bangku cadangan FC Porto.

Insiden itu terjadi bersamaan dengan perselisihannya dengan Lucho Gonzalez yang kemudian menyebutnya pengkhianat.

Wasit Joao Pinheiro langsung memberikan kartu merah tanpa peringatan, memaksa Mourinho meninggalkan area teknis sebelum pertandingan selesai.

Insiden ini menjadi sorotan utama dari laga yang seharusnya menjadi duel taktik antara dua tim besar di Liga Portugal.

Latar belakang Jose Mourinho dan FC Porto

Jose Mourinho merupakan mantan pelatih FC Porto yang pernah membawa klub tersebut menjuarai Liga Champions.

Kariernya kemudian berlanjut ke klub-klub besar Eropa seperti Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.

Dalam pernyataannya, Mourinho menegaskan bahwa kepindahannya dari Porto ke klub-klub lain adalah bagian dari profesionalisme.

About the Author

Redaksi Cahaya

Administrator

Visit Website View All Posts

Post navigation

Previous: Hajar Inter 1-0, Derby della Madonnina Milik Rossoneri
Next: Getafe Tundukkan Betis 2-0, El Geta Pesta Gol di Babak Pertama

Related News

Resmi! Timnas Indonesia Hadir di EA Sports FC 26 dan FC Mobile
  • Sepakbola

Resmi! Timnas Indonesia Hadir di EA Sports FC 26 dan FC Mobile

Redaksi Cahaya May 29, 2026
Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 Indonesia Satu Grup dengan Juara Bertahan Australia
  • Sepakbola

Hasil Drawing Kualifikasi Piala Asia U-20 2027: Indonesia Satu Grup dengan Juara Bertahan Australia

Redaksi Cahaya May 29, 2026
Zohran Mamdani Curi Perhatian saat Salat Iduladha dengan Gamis Arsenal
  • Sepakbola

Zohran Mamdani Curi Perhatian saat Salat Iduladha dengan Gamis Arsenal

Redaksi Cahaya May 28, 2026

Recent Posts

  • Teknik Brewing Kopi dengan Alat Manual untuk Rasa yang Lebih Baik
  • Membuat Kopi Mocha yang Mudah di Rumah
  • Teknik Brewing Kopi dengan Menggunakan French Press untuk Kopi yang Tidak Asam
  • Membuat Kopi Flat White yang Sempurna
  • Teknik Brewing Kopi untuk Menghasilkan Aroma yang Kuat
Akankah Arsenal Mampu Bertahan hingga Akhir Liga Inggris?

Tags

AMERIKA SERIKAT ARSENAL AS ATLETICO MADRID BARCELONA CHELSEA FIFA SERIES FIFA SERIES 2026 HASIL PERTANDINGAN IDULFITRI INTER MILAN IRAN ISRAEL JAKARTA JAWA BARAT KEBIJAKAN PEMERINTAH KONFLIK INTERNASIONAL KOPI LA LIGA LEBANON LEBARAN LIGA CHAMPIONS LIGA EUROPA LIGA INGGRIS LIGA ITALIA LIGA SPANYOL LIGA YOOSCOUT LIVERPOOL MAKANAN KHAS KOREA MANCHESTER CITY MANCHESTER UNITED MOBIL MUDIK PIALA DUNIA PRABOWO SUBIANTO PREMIER LEAGUE REAL MADRID SEPAK BOLA SERIE A SUPER LEAGUE TANGERANG TEMPAT NONGKRONG TIMNAS INDONESIA TIMUR TENGAH TIPS KENDARAAN

You may have missed

brewmethods
  • News

Teknik Brewing Kopi dengan Alat Manual untuk Rasa yang Lebih Baik

rudolf August 13, 2026
Starbucks-Cafe-Mocha-Photo-1
  • News

Membuat Kopi Mocha yang Mudah di Rumah

rudolf August 12, 2026
french_press_brewing
  • News

Teknik Brewing Kopi dengan Menggunakan French Press untuk Kopi yang Tidak Asam

rudolf August 11, 2026
kopi-flat-white-adalah
  • News

Membuat Kopi Flat White yang Sempurna

rudolf August 10, 2026
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.