Bakal Bangun Peternakan, Indonesia Impor 100.000 Sapi dari Brasil. Gambar: Ilustrasi Canva
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian resmi memulai pengiriman impor sapi dari Brasil sebanyak 50.000 hingga 100.000 ekor.
Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat produksi daging sapi nasional serta mendukung pengembangan sektor peternakan dalam negeri.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hal tersebut saat kunjungan ke Gudang Perum BULOG Kanwil DKI Jakarta dan Banten pada Rabu (4/3).
“Ada yang dari Brasil. Ada yang macam-macam, tapi yang jelas Brasil. Sudah ada yang datang dari Brasil untuk sapi. Rencananya 50.000 sampai 100.000 ekor. Tingkatkan produksi,” ujar Amran dalam keterangannya.
Impor sapi dari Brasil ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor daging dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Pengiriman sapi dilakukan secara bertahap bersamaan dengan pembangunan kawasan peternakan terintegrasi yang saat ini tengah berjalan di lima lokasi.
Pembangunan Kawasan Peternakan Terintegrasi
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa pembangunan kawasan peternakan nasional telah dimulai dengan peletakan batu pertama atau groundbreaking di lima lokasi.
Proyek ini dilaksanakan bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai bagian dari sistem peternakan terintegrasi.
“Sudah bergerak, sudah groundbreaking. Sudah (ada di) lima tempat,” jelas Amran saat menjelaskan progres proyek tersebut.
Pemerintah merancang sistem peternakan dari hulu ke hilir, mencakup penyediaan pakan, pengelolaan lahan rumput, hingga fasilitas kesehatan hewan.
Nilai investasi untuk satu unit kawasan peternakan sapi diperkirakan mencapai Rp2,4 triliun dengan kapasitas ternak sebanyak 67.000 ekor.
Dua Lokasi Utama Fokuskan Produksi Susu
Dua lokasi utama dalam pembangunan kawasan peternakan sapi berada di Probolinggo, Jawa Timur dan Indramayu, Jawa Barat.
Fokus utama dari peternakan di dua wilayah ini adalah pengembangan sapi perah guna mendukung produksi susu.
Produksi susu ini akan digunakan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memerlukan suplai susu dalam jumlah besar.
Pembangunan Pabrik Pakan dan Peternakan Ayam
Selain pembangunan peternakan sapi, pemerintah juga mengembangkan infrastruktur pendukung berupa pabrik pakan ternak dan peternakan ayam untuk produksi day old chick (DOC).
Pabrik pakan ayam akan dibangun di 30 titik secara bertahap, dengan 12 titik pada tahap pertama dan 18 titik pada tahap kedua.
Dukungan untuk Program MBG
Pengembangan peternakan ini sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan ketahanan pangan nasional.
Selain pengembangan sapi dan ayam, pemerintah juga menargetkan perluasan lahan tanam kedelai hingga 1 juta hektare.
Lahan yang digunakan termasuk lahan sitaan yang belum dimanfaatkan untuk perkebunan sawit.
Dengan skema peternakan terintegrasi dan dukungan dari investasi nasional, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas pasokan daging dan susu melalui sistem peternakan yang terkendali serta pengelolaan ekspor dan impor yang terintegrasi.
