Puncak Musim Kemarau Diprediksi Terjadi pada Agustus 2026. Gambar: Dok. BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Agustus 2026, mencakup 429 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 61,4% wilayah Indonesia.
Prediksi ini disampaikan dalam konferensi pers prakiraan awal musim kemarau 2026 yang digelar di Gedung Multi-Hazard Early Warning System, Jakarta, Rabu (4/3).
Musim Kemarau Datang Lebih Awal
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa musim kemarau tahun ini diperkirakan datang lebih awal dibandingkan rata-rata klimatologinya di banyak wilayah.
“Sementara itu, kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi tetap stabil pada fase netral sepanjang tahun,” ujar Faisal, dikutip dari laman resmi BMKG pada Kamis (5/3).
Kondisi ini dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026, yang saat ini telah bergeser ke fase netral.
Selain itu, indeks ENSO yang berada pada angka -0,28 diperkirakan bertahan hingga Juni 2026.
BMKG juga mencatat peluang munculnya El Niño kategori lemah hingga moderat pada pertengahan tahun, dengan probabilitas sekitar 50–60% pada semester kedua 2026.
Musim Kemarau Dimulai Bulan April
BMKG menyampaikan bahwa musim kemarau 2026 ditandai dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi Angin Timuran (Monsun Australia).
Awal musim kemarau diperkirakan datang lebih awal di banyak wilayah Indonesia.
Sebanyak 114 ZOM atau 16,3% wilayah mulai memasuki musim kemarau pada April 2026, meliputi pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), serta sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.
Selanjutnya, 184 ZOM atau 26,3% wilayah diprediksi mulai kemarau pada Mei 2026, dan 163 ZOM atau 23,3% wilayah pada Juni 2026. Total 325 ZOM atau 46,5% wilayah diprediksi mengalami kemarau lebih awal dari biasanya.
Sementara itu, awal musim kemarau diperkirakan berlangsung normal di 173 ZOM (24,7%) dan mengalami kemunduran di 72 ZOM (10,3%).
Puncak Kemarau
BMKG memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi secara bertahap, dengan dominasi pada Agustus 2026.
Beberapa wilayah juga diperkirakan mengalami puncak kemarau pada Juli dan September.
Wilayah yang mencapai puncak kemarau pada Juli 2026 mencakup:
- Sebagian Sumatra
- Kalimantan bagian tengah dan utara
- Sebagian kecil Jawa
- Nusa Tenggara
- Sulawesi
- Maluku
- Wilayah barat Papua
Pada Agustus 2026, puncak kemarau diprediksi meluas dan mendominasi wilayah berikut:
- Sumatra bagian tengah dan selatan
- Jawa Tengah hingga Jawa Timur
- Sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi
- Seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara
- Sebagian Maluku dan Papua
Sementara pada September 2026, puncak kemarau diperkirakan terjadi di:
- Sebagian Lampung
- Sebagian kecil wilayah Jawa
- Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
- Wilayah Sulawesi bagian utara dan timur
- Sebagian besar Maluku Utara
- Sebagian wilayah Maluku
- Sebagian kecil Papua
Potensi Kekeringan
BMKG memperkirakan sifat musim kemarau tahun ini akan berada pada kategori bawah normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM atau 64,5% wilayah Indonesia.
Sementara itu, 245 ZOM atau 35,1% wilayah diprediksi mengalami kondisi normal.
Hanya tiga ZOM atau sekitar 0,4% wilayah—yang berada di Gorontalo dan Sulawesi Tenggara—yang berpotensi mengalami kemarau atas normal atau lebih basah dari biasanya.
“Dengan kondisi ini, durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia diprediksi lebih panjang dari normalnya,” jelas Faisal.
