Thales Lira Resmi Tinggalkan Persija, Akhiri Masa Pinjaman dari Arema FC. Gambar: Instagram/@thaleslira40
Thales Lira resmi meninggalkan Persija Jakarta setelah masa peminjamannya dari Arema FC berakhir seiring rampungnya kompetisi Super League 2025/2026.
Bek asal Brasil berusia 33 tahun itu mengumumkan perpisahannya melalui pernyataan resmi dan unggahan di akun media sosial usai musim berakhir.
Selama membela Persija Jakarta pada musim 2025/2026, Thales Lira mencatatkan 20 penampilan dan mengoleksi empat kartu kuning, serta turut membantu tim ibu kota menutup musim di posisi ketiga klasemen akhir dengan 71 poin.
Kepastian berakhirnya kebersamaan Thales Lira dengan Persija Jakarta terjadi setelah Super League 2025/2026 usai.
Ia didatangkan sebelum musim dimulai dengan status pemain pinjaman dari Arema FC dan menjadi bagian dari lini pertahanan bersama kapten tim Rizky Ridho.
“Hari ini menandai berakhirnya sebuah perjalanan lainnya,” ujar Thales Lira.
“Sebuah musim yang dipenuhi tantangan, tekanan, hambatan, dan banyak momen yang membutuhkan kekuatan, keseimbangan, serta karakter untuk tetap berdiri teguh. Tidak semuanya terlihat dari luar, tetapi Tuhan mengetahui setiap perjuangan yang dijalani dalam diam,” katanya.
Selain menyoroti perjalanan musim yang dijalaninya, Thales Lira juga menegaskan komitmennya selama berseragam Macan Kemayoran di ajang Super League.
“Bahkan di tengah berbagai kesulitan, profesionalisme, karakter, dedikasi, dan komitmen terhadap jersey ini tidak pernah goyah. Saya tetap menghormati klub, rekan setim, dan para suporter hingga hari terakhir,” ucap Thales.
Perjalanan Thales Lira Bersama Persija Jakarta
Thales Lira didatangkan Persija Jakarta sebelum Super League 2025/2026 dimulai dengan status pinjaman dari Arema FC.
Sepanjang musim, ia tampil dalam 20 pertandingan dan menjadi salah satu pilihan utama di lini belakang.
Dalam periode tersebut, ia juga menerima empat kartu kuning selama kompetisi berlangsung.
Selama memperkuat Persija Jakarta di Super League, Thales Lira mengakui adanya tekanan dan tantangan yang dihadapi sepanjang musim.
Ia menyebut musim tersebut sebagai periode yang penuh rintangan.
“Hari ini menandai berakhirnya musim ini,” kata Thales Lira.
“Musim yang ditandai dengan tantangan, tekanan, rintangan, dan banyak momen di mana kekuatan, keseimbangan, dan kepribadian dibutuhkan untuk tetap teguh,” tambahnya.
Thales Lira juga menyinggung kritik terhadap penampilannya selama membela Persija Jakarta. Meski demikian, ia menyatakan tetap berusaha memberikan kontribusi.
“Tidak semuanya terlihat dari luar, tetapi Tuhan tahu setiap pertempuran yang diperjuangkan dalam diam,” kata dia.
“Bahkan di tengah kesulitan, profesionalisme, karakter, dedikasi, dan komitmen terhadap jersey ini tidak pernah goyah,” lanjutnya.
Mantan pemain PSS Sleman itu turut berbicara mengenai makna kepemimpinan dalam situasi sulit.
“Menjadi seorang pemimpin bukan hanya tentang hadir di saat-saat baik. Menjadi pemimpin berarti tetap tenang ketika semuanya mencoba menggoyahkanmu. Menjadi pemimpin berarti terus bekerja dalam diam, bahkan ketika ada orang-orang yang berharap perkembanganmu terhenti,” tegas Thales.
“Menjadi seorang pemimpin bukan hanya tentang hadir di saat-saat baik. Ini tentang menjaga ketenangan ketika segala sesuatu mencoba menggoyahkan Anda,” imbuhnya.
“Ini tentang terus bekerja dalam diam, bahkan ketika ada orang yang menentang pertumbuhan Anda,” kata Thales.
Persija Jakarta menutup Super League 2025/2026 di posisi ketiga klasemen akhir dengan koleksi 71 poin bersama kontribusi Thales Lira di lini pertahanan.
Ia menyatakan bangga atas perjalanan yang dijalaninya bersama tim ibu kota.
“Saya bangga dengan dedikasi dan perjalanan yang telah dibangun di sini. Saya mengalami banyak momen spesial, menghadapi tantangan besar, dan meninggalkan semuanya dengan menjadi pribadi yang lebih kuat setelah apa yang diberikan musim ini,” tutur Thales.
Di akhir pernyataannya, Thales Lira menyampaikan apresiasi kepada Persija Jakarta atas kesempatan yang diberikan kepadanya selama satu musim di Super League.
“Terima kasih kepada Persija atas kesempatan untuk menjadi bagian dari cerita ini. Merupakan sebuah kehormatan bisa membela warna ini dan mengenakan jersey ini,” imbuh Thales.
“Terima kasih kepada Persija atas kesempatan untuk menjadi bagian dari kisah ini. Merupakan suatu kehormatan untuk membela warna-warna ini dan mengenakan jersey ini,” tutup Thales Lira.
