Viral ! Mural Kritik “Tuhan Aku Lapar” di Depok Tuai Kontroversi,

Mural “Tuhan Aku Lapar” di Depok diminta untuk dihapus oleh aparat

Viral ! Mural Kritik “Tuhan Aku Lapar” di Depok Tuai Kontroversi,
Gambar dilansir dari : Partipost.

Cahaya.co - Sejumlah mural yang tergambar pada beton berisi kritikan kepada pemerintah terdapat di Kota Depok,Jalan Raya Citayam,Jawa Barat. Mural itu ditentang oleh Satpol PP karena dianggap tidak pantas untuk di gambar.

Mural tersebut bertuliskan,”Tuhan Aku Lapar”, “Kita hidup di kota di mana mural dianggap kriminal & korupsi dianggap budaya”, dan “Terus dibatasi tapi tak diberi nasi”.

Alasan penghapusan mural tersebut diungkapkan oleh Kasat Pol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny,ia mengatakan bahwa penghapusan mural merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Karena Isi tulisan pada mural tersebut dianggap meresahkan, sehingga sebagian masyarakat melaporkan kepada Satpol PP.

Akan tetapi hal itu juga merujuk pada Perda No.16 Tahun 2012 bahwa pembinaan dan pengawasan Ketertiban Umum. Mural boleh saja berisi kritikan akan tetapi tata keindahan kota tidak boleh dicoret coret dan apabila ingin menyampaikan aspirasi dapat disampaikan dengan bijak dan baik.

“ Kalau ingin menyampaikan aspirasi, sampaikan dengan baik dan bijak dan harus ada perizinan, dan tidak usah coret-coret tembok” ujarnya.

Lienda juga menjelaskan, bahwa ada beberapa mural yang boleh saja dilakukan apabila sudah mendapatkan izin dari pemerintah Kota Depok,Jalan Juanda dan konten mural yang ditujukan tidak boleh menyinggung atau meresahkan masyarakat.

Mural tentu saja dibuat secara berkelompok atau seseorang untuk menyampaikan aspirasi, akan tetapi mural di gambar tidak sesuai tempat dan tidak memiiki izin akan diberikan pembinaan dan akan mencari tahu siapa yang menjadi dalang atas mural tersebut.

Pembinaan tersebut akan ditanyakan maksud dan tujuan untuk menggambar mural tersebut gunanya apa, sehingga aparat jelas mengetahui aksi tersebut.

Perda kota Depok pun juga tidak melakukan pengaturan isi konten mural, apabila tata penempatan dan izin yang harus menjadi perhatian