Tukang Fotokopi Yang Memalsukan Sertifikat Vaksin dan Swab Antigen Di Tangerang Diamankan Polisi

Pemalsu sertifikat vaksin dan swab antigen di tangerang diamankan polisi, Pelaku merupakan tukang fotokopi

Tukang Fotokopi Yang Memalsukan Sertifikat Vaksin dan Swab Antigen Di Tangerang Diamankan Polisi
Gambar dilansir dari : banten.suara

Cahaya.co - GTL yang merupakan inisial dari seorang tukang fotocopy asal Tigaraksa Kabupaten Tangerang berhasil diamankan oleh personil Polresta Tangerang.

Pria yang berusia 23 tahun itu diamankan oleh polisi karena telah memalsukan sertifikat vaksin dan juga surat Swab Antigen.

Diketahui, ia ditangkap di Perum Mustika, Kelurahan Pasir Nangka, Kecamatan, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang karena diduga telah membuka praktek pemalsuan sertifikat vaksin dan juga hasil tes swab antigen dengan logo Rumah Sakit Ciputra, Cikupa.

Kombes, Wahyu Sri Bintoro yang merupakan Kapolresta Tangerang mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap satu tersangka dengan kasus dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Surat keterangan hasil swab antigen Covid-19.

Wahyu pun menjelaskan bahwa pihaknya menerima aduan dari masyarakat bahwa adanya indikasi dari salah satu toko ATK yang memiliki alat fotocopy khusus praktek pemalsuan.

Dalam melakukan prakteknya, pelaku pun menjual satu lembar surat tersebut seharga Rp 25 ribu. Ia pun diketahui mencari konsumennya dari mulut ke mulut.

Wahyu pun melanjutkan bahwa berdasarkan pengakuan dari GTL, baru terdapat 8 orang yang telah menggunakan jasanya untuk membuat surat vaksin palsu. 

Berdasarkan keterangan tersangka, surat vaksin maupun hasil swab antigen digunakan banyak orang untuk keperluan perjalanan.

AKBP Shinto Silitonga selaku Kabid Humas Polda Banten mengungkapkan bahwa pihaknya akan melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut agar bisa menangkap para pelaku lain yang memanfaatkan jasa ini.

Shinto Silitonga pun menambahkan bahwa dalam kasus pemalsuan sertifikat vaksin dan hasil swab antigen, baik itu pelaku maupun pengguna jasa akan dikenakan pidana.

Ia menghimbau agar masyarakat dapat melaporkan apabila menemukan kasus yang sama seperti pemalsuan surat, baik itu surat swab antigen, ataupun sertifikat vaksin untuk kepentingan pribadi.

Polisi pun berhasil mengamankan barang bukti yang berupa satu unit CPU merk Alcatroz, satu unit monitor merk LG, satu unit keyboard merk M-Tech, satu unit printer merk Epson, satu unit scanner merk canon scan dan surat keterangan hasil swab antigen Covid-19 palsu.

Atas perbuatan tersebut, tersangka pun dijerat dengan pasal 263 KUHP dan atau Pasal 268 KUHP tentang Pembuatan Surat Palsu dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.