Syarat Karantina dan Vaksin Bagi Jamaah Umrah Indonesia

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan terkait dengan Syarat Ketentuan bagi jamaah umrah Indonesia. Berikut informasi selengkapnya!

Syarat Karantina dan Vaksin Bagi Jamaah Umrah Indonesia
Syarat karantina dan vaksin bagi calon jamaah umrah Indonesia. Gambar : travel.detik.com

Cahaya.co - Kementerian Agama mengkonfirmasi bahwa pihak Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan syarat-syarat kedatangan jemaah umrah untuk jamaah luar negeri terutama Indonesia.

Noer Alya Fitra atau Nafit selaku Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama mengkonfirmasi bahwa calon jemaah asal Indonesia yang telah melakukan vaksinasi Covid-19 dua dosis lengkap yang diakui oleh WHO tidak perlu lagi untuk suntik booster.

Hal tersebut berlaku untuk calon jemaah yang telah disuntik vaksin asal China seperti Sinopharm dan Sinovac.

Walaupun demikian, Nafit memastikan bahwa jemaah yang telah divaksin menggunakan Sinopharm dan Sinovac tetap wajib menjalani karantina selama 3 hari. Kemudian usai 48 jam karantina akan dilakukan tes swab PCR. Apabila hasil tes dinyatakan negatif, langsung diperbolehkan melaksanakan umrah.

Dikutip dari CNNIndonesia.com pada Senin (29/11/2021), Nafit mengkonfirmasi bahwa tidak perlu booster dan perlu karantina 3 hari.

Selain itu, Kementerian Haji Saudi juga mengeluarkan aturan bahwa jemaah umrah dari luar negeri yang telah disuntik vaksin sebanyak 2 dosis dengan vaksin yang telah diakui oleh pemerintah Arab Saudi dapat langsung diperbolehkan untuk melaksanakan umrah.

Sebagai informasi, terdapat 4 vaksin yang telah diakui oleh pemerintah Arab Saudi yaitu AstraZeneca, Pfizer, Moderna, serta Johnson and Johnson.

Tidak diberlakukan karantina untuk jemaah umrah yang telah divaksinasi lengkap menggunakan 4 jenis vaksin tersebut. Mereka langsung bisa melaksanakan ibadah umrah.

Nafit menjelaskan bahwa pihaknya memastikan keamanan, kesehatan, serta ketertiban jemaah umrah.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi telah mencabut larangan terbang dari Indonesia mulai 1 Desember 2021 tanpa harus melakukan transit ke negara ketiga. Selain Indonesia, terdapat 5 negara lainnya yaitu Brasil, Pakistan, India, Mesir, dan Vietnam.

Pengumuman ini dikeluarkan berdasarkan pembaruan terhadap situasi pandemi Covid-19 Arab Saudi serta global, termasuk di 6 negara tersebut.

Sebagai informasi, larangan terbang sebelumnya dilakukan oleh Arab Saudi terhadap Indonesia dan beberapa negara lainnya sejak Februari 2021. Kebijakan tersebut sempat diperbarui pada akhir Agustus 2021, akan tetapi hanya berlaku untuk orang yang memiliki izin tinggal di Arab Saudi.