Suhu Tertinggi Di Inggris Cetak Sejarah Capai 40,2 Derajat Celsius

Negara di Eropa mengalami kenaikan suhu tertinggi sepanjang sejarah, salah satunya Inggris hingga 40,2 derajat celcius. Menimbulkan korban jiwa

Suhu Tertinggi Di Inggris Cetak Sejarah Capai 40,2 Derajat Celsius
Inggris alami kenaikan suhu hingga 40,2 derajat celcius. Gambar : AP Photo/Alberto Pezzali

Cahaya.co - Inggris dan sejumlah Negara Eropa mengalami gelombang panas dengan suhu tertinggi sepanjang sejarah. Inggris pada hari Selasa (19/7) tepatnya di kawasan Heathrow, London suhunya mencapai 40 derajat celsius pada pukul 12.50 waktu setempat.

“Untuk pertama kalinya, suhu mencapai 40 derajat celsius di Inggris. 40,2 derajat celsius pada 12.50 hari ini” ujar Kantor Meteorologi Inggris (MET) di Twitter. MET kemudian mengingatkan masyarakat setempat, “Suhu masih terus naik di banyak tempat, ingat untuk terus waspada terhadap cuaca”.

MET sebelumnya melaporkan suhu di kawasan Charwood mencapai 39,1 derajat Celsius pada pukul 10.40 waktu setempat, kemudian dilampaui oleh suhu di Heathrow. “Kami terus mengalami suhu yang luar biasa hari ini dengan kemungkinan suhu suatu daerah di Inggris bisa mencapai 40 derajat celsius” ujar Kepala MET, Neil Armstrong.

“Dengan suhu bersejarah hari ini, penting untuk masyarakat bersiap menghadapi panas dan mengubah rutinitas, tingkat panas ini bisa berdampak buruk pada kesehatan” jelasnya.

Selain rekor suhu udara terpanas, Inggris juga mencatat rekor suhu rel kereta api tertinggi mencapai 62 derajat celsius pada hari Senin (18/7). “Rekor baru suhu rel mencapai 62 derajat celsius di Suffolk” ujar Jaringan Kereta Api Inggris (19/7).

“Suhu ekstrim ini berdampak pada layanan kereta dengan rel yang tertekuk dan sistem kabel listrik mengalami kegagalan” imbuhnya. Suhu panas membuat rel tidak bisa mendingin, sebab itu kereta api yang melintas harus membatasi dan mengurangi kecepatannya. “Suhu rel lebih tinggi 20 derajat dibanding suhu udara, membuat rel kereta menekuk, melebar, dan patah” jelasnya.

Negara di benua Eropa lain yang juga mengalami suhu panas ekstrim ialah Spanyol, Prancis, dan Portugal. Kementrian Kesehatan Spanyol melaporkan ada 50 warga sipil tewas karena cuaca panas yang terjadi sejak 10-18 Juli 2022 di kawasan tersebut.

Portugal lebih parah, pejabat Portugal melaporkan ada 659 kematian warga akibat cuaca panas per tanggal 7-17 Juli 2022.

Sementara itu di Prancis, Kementrian Kesehatan setempat belum mengetahui dengan pasti berapa jumlah warganya yang tewas akibat cuaca panas.

Selain menyebabkan banyak warga tewas, cuaca panas ekstrim ini juga berdampak pada lingkungan. Kebakaran terjadi di sejumlah hutan Prancis, Spanyol, dan Portugal hingga ribuan hektar.