Serangan Rasial WNI di AS, Polisi Sebut Sebagai Bullying

Akhir-akhir ini warga keturunan Asia mendapat perlakuan buruk di AS, benarkah anti asia begitu ramai di AS?

Serangan Rasial WNI di AS, Polisi Sebut Sebagai Bullying
Gambar dilansir dari : jateng.tribunnews.com

Cahaya.co - Berita tentang serangan rasial hingga penamparan terhadap dua warga negara Indonesia di Amerika Serikat sudah mencuat ke media sosial. Polisi AS pun menyebutkan bahwa kasus yang terjadi di Philadelphia ini adalah bullying.

Dua WNI yang tidak mau disebutkan identitasnya ini mengatakan bahwa dirinya dihampiri empat remaja dan melakukan perundungan pada Minggu (21/3).

“Satu remaja menampar pipi kanan teman saya dan saya mulai menangis. Remaja lainnya kemudian memukul kepala bagian kiri saya beberapa kali sampai saya terjatuh,” ujar salah satu remaja.

Salah satu remaja tersebut yakin bahwa aksi perundungan tersebut berdasarkan rasial. Pasalnya sudah ada sekitar 20 orang lain yang ada di stasiun itu, namun hanya mereka yang menjadi target.

Dari kasus tersebut, Kepolisian New York mengkategorikan kasus ini sebagai Tindakan bullying. Hal tersebut telah disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah.

“Pihak kepolisian menginformasikan bahwa untuk sementar kasus ini dikategorikan sebagai Tindakan harassment dan bullying,” ucapnya.

Polisi Konsulat Jenderal RI (KJRI) New York sudah menghubungi pihak perwakilan Wali Kota Philadelphia. Guna menyampaikan keprihatinan dan meminta informasi lebih lanjut untuk kasus tersebut.

Polisi Philadelphia pun sedang menangani kembali rekaman CCTV terkait kasus tersebut. Sehingga mampu menentukan apakah kasus tersebut benar memiliki motif rasial dan kebencian terhadap etnis tertentu.

Gambar dilansir dari : voi.id

Adanya kasus ini membuat beberapa WNI di AS tentu saja merasa cukup terganggu. Sehingga KJRI New York menghimbau warga Indonesia yang ada di AS untuk tetap berhati-hati. Pasalnya kasus xenophobia di Amerika Serikat mulai meningkat.

Kasus seperti ini memang sedang meningkat di Amerika Serikat, karena adanya anti Asia yang banyak digaungkan. Tentu saja tidak lain karena pandemi Covid yang belum selesai hingga saat ini.

Banyak warga keturunan Asia yang mendapatkan perlakukan tak baik oleh beberapa oknum. Kasus rasial ini pun masih menjadi ancaman tersendiri bagi warga Asia yang ada di Amerika Serikat.

Dilain sisi pihak kereta SEPTA juga mengakui bahwa kasus serangan berdasarkan rasialisme ini meningkat di stasiun tempat kereta ini beroperasi.

Pihak kepolisian SEPTA pun telah menghubungi pihak aparat keamanan semua negara secara intens. Guna membahas cara terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sehingga mampu untuk mencegah kekerasan yang didasarkan karena kebencian. Pasalnya, xenophobia atau ketakutan terhadap orang asing tersebut masih menjalar di sudut-sudut Amerika Serikat.

Sudah banyak sebenarnya kampanye yang mengaungkan penolakan terhadap aksi tersebut, namun hingga saat ini kasus yang semakin banyak itu belum bisa diselesaikan.

Sampai saat ini pun, polisi AS masih menganggap kasus ini sebagai tindakan bullying. Namun semoga semua kasus yang terjadi akan mendapatkan titik terangnya.